“Saudara pengkhianat,menjual Negara kepada Malaysia.!” (Buya HAMKA):Kelam pandangan mendengar ucapan itu.Berat.


APA KATA BUYA HAMKA?????

“Pada hari Senin tanggal 12 Ramadhan 1385 bertepatan dengan 27 Januari 1964 kira – kira pukul 11 siang, saya dijemput ke rumah saya, ditangkap dan ditahan. Mulanya dibawa ke Sukabumi.

Diadakan pemeriksaan yang tidak berhenti-henti, siang malam,petang pagi. Istirahat hanya ketika makan dan sembahyang saja. 1001 pertanyaan, yah 1001 yang ditanyakan.Yang tidak berhenti-henti ialah selama 15 hari 15 malam……………..Satu kali pernah dikatakan satu ucapan yang belum pernah saya dengar selama hidup.

“Saudara pengkhianat,menjual Negara kepada Malaysia.!”

Kelam pandangan mendengar ucapan itu.Berat!

………………….disaat seperti itu, setelah saya tinggal seorang diri, datanglah tetamu yang tidak diundang, dan yang memang selalu datang kepada manusia disaat seperti demikian. Yang datang itu ialah SETAN! Dia membisikkan kedalam hati saya supaya saya ingat bahwa di dalam simpanan saya masih ada pisau silet. Kalau pisau silet itu dipotongkan saja kepada urat nadi, sebentar kita sudah mati. Biar orang tahu bahwa kita mati karena tidak tahan menderita.

Hampir satu jam lamanya terjadi perang hebat dalam bathin saya diantara perdayaan iblis dengan iman yang telah dipupuk berpuluh tahun ini. Sampai – samapai saya telah membuat surat wasiat yang akan disampaikan kepada anak-anak dirumah.

Tetapi Alhamdulillah : Iman saya yang menang………………Syukur Alhamdulillah, perdayaan setan itu kalah dan diapun mundur. Saya menang! Saya menang!

Itulah sedikit catatan HAMKA yang dimuat dalam Pendahuluan Pengarang dalam buku Tasauf Modern.

Saya tidak akan menuliskan Biografi Buya HAMKA dalam tulisan ini, karena banyak artikel atau blog yang menuliskan tentang itu dan dengan mudahnya dapat disearch dengan google. Disini saya akan mencoba menggali pribadi Buya dari sudut pandang lain.

Seperti diketahui bahwa belakangan ini semakin sulit ditemukan ulama sekelas Buya yang mampu menggabungkan tiga kecerdasan sekaligus, Intelektual, Emosional dan Spiritual. Buya terkenal aktif bergabung dalam Muhammadiyah, organisasi Islam moderat di Indonesia, Buya juga memimpin beberapa majalah seperti Pedoman Masyarakat dan Panji Masyarakat dalam rentang 1936 s/d 1956. Buku-buku buya juga mencapai lebih dari 70 judul. Itu belum termasuk Tafsir Al-Azhar Juzu’ 1-30, yang ditulis pada masa beliau dipenjara oleh Soekarno.

Buya juga pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan Internasional seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; sungguh sebuah prestasi yang sangat sulit untuk ditandingi.

Apa rahasianya.? Menurut Ary Ginanjar Agustian, penemu ESQ Model dan Pendiri ESQ Leadership Center dalam sebuah training, Buya ternyata mampu menggabungkan ketiga kecerdasan tersebut dengan seimbang, merujuk Nabi Muhammad sebagai Nabi dari agama yang disebarkan oleh Buya HAMKA.

Buya tidak memisahkan antara ketiganya, Ihsan sebagai pusat kecerdasan Spiritual, Rukun Iman sebagai prinsip dasar Kecerdasan Emosional dan Rukun Islam sebagai bentuk langkah nyata dari Kecerdasan Intelektual. ketiganya terjalin berkelindan dalam satu kesatuan utuh yang tidak terpisah-pisah.

Sholat, misalnya ; Sebagai bentuk gerak fisik dalam kecerdasan intelektual harus mengelilingi 1 prinsip penjernihan Emosi, 6 prinsip rukun iman yaitu ; Prinsip tauhid, prinsip kepercayaan, prinsip kepemimpinan, prinsip pembelajaran, visualisasi dan prinsip keteraturan. Sehingga Sholat tidak lagi hanya sebentuk ibadah ritual rukuk, sujud atau sekedar gerakan ritual tanpa makna, tapi menjadi sebuah sarana pembentukan karakter ( Character Building ) yang dilakukan minimal 5 kali dalam sehari semalam. Itu juga berlaku untuk Syahadat, Puasa, Zakat dan Haji

Coba bayangkan kalau seandainya Buya hanya memiliki salah satu kecerdasan itu saja, pasti silet yang dikantongi Buya akan mengakhiri perjalanan hidupnya dalam penjara

Jadi Buya mengaplikasikan dan menampilkan ISLAM sebagai satu bentuk kesatuan yang utuh, bukan hanya sebagai sebuah agama yang kelihatan tinggi dalam nilai Spiritual, tapi rendah dalam emosiaonal dan prestasi Intelektual. Ini juga rahasia yang dipakai oleh kaum Muslimin di masa kejayaannya selama 700 tahun sehingga mampu membangun peradaban hingga ke Cordoba, Andalusia.

Jadi, sekarang saatnya menampilkan Islam yang utuh sebagai Agama langit yang diturunkan Allah sebagai Agama terakhir. Bukankah sebagai Agama akhir jaman, islam itu harus mampu terlihat Modern, bukan kebalikannya, kolot, dekil dan terbelakang di semua bidang. Inilah pesan Allah dalam Al Qur’an agar umat islam menjadi umat terbaik sampai akhir jaman :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. ( Q.S Ali Imran 110 )
“Saudara pengkhianat,menjual Negara kepada Malaysia.!” (Buya HAMKA):Kelam pandangan mendengar ucapan itu.Berat.
Posted by: Risalahati Dedic Ahmad Updated at: 03:00
“Saudara pengkhianat,menjual Negara kepada Malaysia.!” (Buya HAMKA):Kelam pandangan mendengar ucapan itu.Berat. RISALAHATI , By Risalahati, Published: 2010-03-20T03:00:00+07:00, Title: “Saudara pengkhianat,menjual Negara kepada Malaysia.!” (Buya HAMKA):Kelam pandangan mendengar ucapan itu.Berat., Rating5 of 8765432 reviews

No comments:

Post a Comment