shalat IsyRaq adalah sebuah shalat yang beRbeda dengan shalat dhuha


shalat isyRaq, mendapatkan pahala ibadah haji
Imam Nawawi dan kebanyakan ulama fiqih Syafi'i mengatakan kalau waktu shalat duha itu sekiranya matahari sudah terbit dan meninggi kira-kira setinggi tombak (18 derajat).

Lebih pagi lagi, Imam Ghozali dalam Kitab Ihya Ulumuddin bahkan membolehkan separuh dari 18 derajat itu. Lebih pagi lagi, ada yang mengerjakan shalat itu pas matahari nongol namanya shalat Isyroq seperti kebiasaan Nabi Dawud. Tentang shalat Isyroq ini bahkan menjadi amalan khusus seperti disebut dalam Kitab Sirrur Asror karangan Syekh Abdul Qodir Al Jailany.

DaRi Abu Umamah, dia beRceRita, Rasulullah Shallalllahu ‘alaihi wa sallam beRsabda.
“ARtinya : BaRangsiapa mengeRjakan shalat Shubuh di masjid dengan beRjama’ah, lalu dia tetap diam di sana sampai dia mengeRjakan shalat Dhuha, maka baginya sepeRti pahala ORang yang menunaikan ibadah haji atau umRah, (yang sempuRna haji dan umRahnya)” [DiRiwayatkan Oleh Ath-ThabRani]

Links:

[Masalah ShOlat SyuRuq]
http://www.pks-kotatangerang.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=535&Itemid=57

* IsyRaq syuRuq beRasal daRi kata syaRq yang maknanya timuR, teRbit, meneRangi. Sedangkan istilah "shalat IsyRaq" atau shOlat syuRuq seRing disebut-sebut Oleh paRa ulama kalangan Asy-Syafi’iyah sebagaimana teRtulis dalam kitab-kitab meReka teRutama dalam kaitan pembahasan shalat dhuha.
* Dalam kitab Ihya disebutkan bahwa shalat IsyRaq itu bentuknya adalah shalat sunnah dengan 2 Rakaat. Dilakukan setelah matahaRi teRbit dan sesaat setelah hilangnya waktu kaRahah (yang dihaRamkan untuk shalat). KaRena haRam hukumnya melakukan shalat pada saat tepat matahaRi teRbit.
* Dalam kitab Ihya menunjukkan bahwa shalat IsyRaq adalah sebuah shalat yang beRbeda dengan shalat dhuha.

[Shalat IsyRaq]
http://www.almanhaj.or.id/content/1934/slash/0

* Shalat IsyRaq adalah peRmulaan shalat Dhuha, di mana waktu shalat Dhuha itu dimulai daRi teRbitnya matahaRi.
* DiRiwayatkan Oleh Ath-ThabRani di dalam kitab Al-Mu’jamul KabiiR XXIV/406. Juga di dalam kitab Al-Ausath VI/63-64-Majma’ul BahRain melalui jalan Abu BakaR Al-Hadzali daRi Atha bin Abi Rabah, daRi Ibnu Abbas dia beRceRita : “Aku peRnah dipeRintahkan melalui ayat ini, tetapi aku tidak mengeRti apa itu Al-Asyiyyi wal Al-IsyRaaq, sehingga Ummu Hani binti Abi Thalib membeRitahuku bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam peRnah masuk menemuinya, lalu minta dibawakan aiR di dalam mengkuk besaR, seakan-akan aku melihat bekas adOnan di dalamnya, lalu beliau beRwudhu’, untuk selanjutnya beliau beRdiRi dan mengeRjakan shalat Dhuha. Kemudian beliau beRkata : “Wahai Ummu Hani, ini adalah shalat IsyRaq”

[Shalat dengan Hati Khusyu]
http://www.cybermq.com/pustaka/print/15/238

* Apabila fajaR sidiq telah teRbit, maka beRsegeRalah melaksanakan Shalat FajaR, lalu faRdlu Shubuh dengan hati yang khusyu. Pahamilah makna setiap bacaan teRsebut. DiRikanlah shalat dengan sempuRna sesuai dengan sunah Nabi SAW, kaifiyah dan adab-adabnya. Yang sangat penting adalah dengan khusyu.
* Khusyu adalah beRkumpulnya peRasaan takut dan meRasa kuatiR beRpaling daRi keadaan yang bukan shalat. Sebab khusyu adalah peRbuatan badan dan hati. Dalam melaksanakan semua shalat wajib atau sunat, hendaklah diusahakan agaR teRjadinya hudluR (hadiRnya hati), selama melakukan shalat. Sebab hanya dengan caRa inilah seORang hamba akan mendapatkan keutamaan. Nabi SAW beRsabda : "Sesungguhnya nilai shalat seseORang, bukan dinilai daRi sepeRenam atau sepeRpuluh daRi shalatnya itu, melainkan yang dinilai adalah yang dapat ia hayati daRi shalatnya itu". Hadits yang semakna diRiwayatkan pula Oleh Abu Dawud.
* Ada empat hal yang utama sekali diamalkan sebelum matahaRi teRbit.

1. Mengadakan intROspeksi diRi (muhasabah) seRta menghidupkan cita-cita untuk melaksanakan amal, mengingat kembali peRbuatan dOsa yang peRnah dilakukan, diikuti dengan amal ibadah dan beRniat mempeRbanyak amalan pada haRi-haRi selanjutnya.
2. BeRtafakuR untuk sesuatu yang beRmanfaat bagi diRinya agaR tampak nikmat-nikmat Allah yang telah dianugRahkan kepadanya. AgaR makRifat tasyakkuRnya beRtambah.
3. BeRwiRid adalah tidak beRbicaRa ketika subuh, menghadap kiblat, mengadakan muRaqabah, lalu membaca tahlil. Ada yang dengan caRa mengucapkan kalimat Lâ Ilâha Illallâh di dalam hati, seakan-akan daRi hati suci ini keluaR cahaya Allah.
4. Banyak membaca shalawat, akan membuat hati menjadi gembiRa, meneRanginya dengan cahaya Allah dan beRkah Nabi Muhammad SAW. Melanggengkan shalawat Nabi, baik diucapkan secaRa lahiRiah atau batiniah akan membeRi dOROngan hamba Allah untuk senantiasa mensucikan hati dan jiwanya daRi gOdaan hawa nafsu.

* Shalat IsyRaq dilakukan pada pagi haRi, setelah matahaRi naik kiRa-kiRa empat hasta. Shalat IsyRaq ini bukan shalat Dhuha. Dilakukan sebelum mengeRjakan shalat Dhuha, sebanyak dua Rakaat. Ini adalah amalan paRa sufi yang dilakukan secaRa Rutin. Pada Rakaat peRtama setelah membaca suRat al-Fâtihah, lalu membaca ayat-ayat Al-QuR’an suRat an-NûR ayat 35. (Allâhu NûRus Samâwâti wal ARdh). Pada Rakaat kedua, setelah membaca al-Fâtihah, diikuti dengan membaca suRat an-NûR ayat 36-38. (Fî Buyûti Adzinallâh). Setelah melaksanakan shalat IsyRaq, lalu membaca Al-QuR’an untuk mendapat nasihat daRi Kitab Suci, yang akan dipeROleh dengan membaca secaRa tadabbuR. Dalam membaca Al-QuR’an ini pun hendaklah dengan adab dan tata caRa pula. SepeRti tidak lalai dan tenang, suci, seRta menghadap kiblat. Memakai pakaian yang sOpan dan beRsih, umpamanya beRpakaian kebesaRan Ulama, sepeRti mengenakan sORban di kepala dan beRbaju jubah. DikeRjakan dengan sungguh-sungguh, khusyu, seakan-akan beRdialOg dengan Allah SWT, atau seakan-akan ia sedang meneRima dan menelaah fiRman-fiRman Allah dan membahas kenikmatan Allah kepada diRinya.

[Shalat Isyraq]
http://blog.its.ac.id/wibizone/2009/01/31/shalat-isyraq/

* Shalat IsyRaq meRupakan hal yg sunnah, dilakukan saat teRbitnya matahaRi, paRa fuqaha mempeRkiRakannya adalah 1.45 menit (105 menit) setelah adzan subuh maka masuklah waktu isyRaq dan beRakhiRlah waktu subuh, maka bila adzan subuh pk 4.00 tepat misalnya, maka isyRaq adalah pk 5.45 menit. Sabda Rasulullah saw : “BaRangsiapa yg shalat subuh lalu duduk beRdzikiR hingga teRbitnya matahaRi (IsyRaq) maka baginya pahala bagaikan pahala haji dan umRah, sempuRna, sempuRna” (HR Imam TiRmidziy hadits nO.586)
* Ada ikhtilaf mengenai shalat Dhuha, ada yg mengatakan bahwa shalat dhuha adalah shalat IsyRaq, maka meReka yg beRpegang pada pendapat ini tentunya bOleh saja meReka shalat dhuha jam 7 pagi kaRena saat itu sudah masuk waktu isyRaq. Namun pendapat kedua memisahkan antaRa shalat IsyRaq dan shalat Dhuha, dan bagi yg beRpegang pada pendapat ini maka hendaknya ia menunggu waktu dhuha yaitu tepat ditengah antaRa adzan subuh dan adzan dhuhuR, seandainya (misalnya) adzan subuh adalah pk 5 tepat dan adzan dhuhuR pk 12.00 tepat, maka waktu dhuha nya adalah dimulai pk 8.30 pagi.

[SHALAT ISYRAQ = SHALAT DLUHA ?]
http://www.kajianislam.net/modules/newbb/viewtopic.php?topic_id=96

* Shalat SyuRuq / IsyRaq / Thulu’ adalah shalat yang dikeRjakan ketika MatahaRi teRbit. TeRdapat laRangan shalat ketika MatahaRi teRbit kecuali bagi ORang yang melakukan amalan teRsebut. (Hadis Sahih)
* Shalat Dhuha adalah shalat yang dikeRjakan ketika MatahaRi telah meninggi dan sinaRnya mulai memanas yang di istilahkan dengan anak-anak unta mulai kepanasan. Waktu Dhuha beRakhiR ketika MatahaRi beRada tepat di atas kepala.
* Sebagian Ulama’ beRpendapat (pada saat melakukan shalat isyRaq) tidak bOleh pindah atau beRgeseR dan sebagian Ulama’ yang lain beRpendapat bOleh pindah atau beRgeseR apabila dipeRlukan asalkan tetap di dalam masjid. Pendapat kedua adalah pendapat Syaikhuna Muhammad bin ShOleh Al-Utsaimin –Rahimahullah dan paRa Ulama’ lainnya.
* BOleh peRgi untuk beRwudhu apabila batal, lalu melanjutkan kembali beRdzikiR sampai MatahaRi teRbit kemudian shalat dua Raka’at.

[Shalat IsyROq]
http://www.syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=3463

* IsyRaq beRasal daRi kata syaRq yang maknyanya timuR, teRbit, meneRangi. Sedangkan istilah shalat IsyRaq seRing disebut-sebut Oleh paRa ulama kalangan Asy-Syafi’iyah sebagaimana teRtulis dalam kitab-kitab meReka teRutama dalam kaitan pembahasan shalat dhuha.
* Sedangkan dalam kitab Ihya disebutkan bahwa shalat IsyRaq itu bentuknya adalah shalat sunnah dengan 2 Rakaat. Dilakukan setelah matahaRi teRbit dan sesaat setelah hilangnya waktu kaRahah (yang dihaRamkan untuk shalat). KaRena haRam hukumnya melakukan shalat pada saat tepat matahaRi teRbit.

SUMBER : http://orido.wordpress.com/2009/12/05/hotd-shalat-isyraq-mendapatkan-pahala-ibadah-haji/

shalat IsyRaq adalah sebuah shalat yang beRbeda dengan shalat dhuha
Posted by: Risalahati Dedic Ahmad Updated at: 02.45
shalat IsyRaq adalah sebuah shalat yang beRbeda dengan shalat dhuha RISALAHATI , By Risalahati, Published: 2010-03-20T02:45:00+07:00, Title: shalat IsyRaq adalah sebuah shalat yang beRbeda dengan shalat dhuha, Rating5 of 8765432 reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar