Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Misteri Ikan Pemanah Akhirnya Terpecahkan

ikan pemanah (Toxotes jaculatrix)

Peneliti Universitas Milan di Italia memecahkan misteri kemampuan ikan pemanah (Toxotes jaculatrix) dalam "menembak" mangsanya. Dalam BBC 25 Oktober 2012, dijelaskan, ikan pemanah mampu menyemburkan air secepat jet secara akurat dari jarak 2 meter.

Hebatnya lagi, tembakan air ini mampu menjatuhkan serangga yang sedang bergelantung di ranting. Setelah mangsa jatuh, ikan pemanah ini akan menyantapnya.

Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE ini menggunakan metode pangamatan. Gerakan ikan direkam menggunakan video berdefinisi tinggi untuk merekam gerakan yang sangat cepat.

Prof Alberto Vailati, anggota tim peneliti, menggambarkan proses semburan air dari mulut ikan mirip dengan mekanisme pistol air atau menekan mainan dari bahan karet yang berisi air. Semprotan air yang sangat kuat ini dihasilkan saat ikan menekan lidahnya pada lekuk mulutnya.

Ini membentuk formasi yang sempit dan tajam. Kemudian, ikan pemanah ini menutup insangnya untuk mendorong air melesat kea rah mangsa.

Pancaran ini diklaim lebih kuat dibanding enam kali kekuatan ototnya. Lesakan air ini menerobos badan air dan bertambah cepat sehingga membentuk tetesan air yang besar. Enerigi yang sangat besar ini memaksimalkan dampak titik air saat menghantam mangsa
Baca Selengkapnya ... »»  

5 Kota Di Dunia Yang Diprediksi Bakal Tenggelam

Musibah banjir yang melanda Jakarta, Kamis (17/1) adalah bencana besar kesekian setelah sebelumnya pernah terjadi pada 2002 dan 2007. Banjir menggenangi wilayah-wilayah penting di ibu kota Jakarta termasuk Istana Presiden.

Ilmuwan menganggap Jakarta sangat rentan oleh banjir. Itu karena 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut. Selain itu, setiap tahunnya permukaan tanah di Jakarta turun antara 10-20 centimeter. Di dunia ini, Jakarta termasuk kota yang diprediksi bakal tenggelam. Berikut di antaranya: 

1. Bangkok

  5 Kota ini diprediksi bakal tenggelam, termasuk Jakarta

Pada tahun 2100, Bangkok diprediksi akan menjadi Atlantis kedua. Ibukota Thailand tersebut tenggelam disebabkan beberapa faktor, antara lain perubahan iklim karena efek rumah kaca, naiknya permukaan air laut, erosi pantai, dan pergeseran tanah.

Prediksi tersebut dikemukakan oleh kepala Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand Smith Dharmasaroja. Oleh sejumlah pihak, prediksi Smith ditanggapi serius. Sebelumnya dia sudah meramalkan adanya Tsunami di sekitar Samudera Hindia pada tahun 2004.

Selain itu, letak kota yang berada 1,5 meter di bawah permukaan laut menyebabkan Bangkok selalu mengalami banjir setiap tahun.

2. Ho Chi Minh City

5 Kota ini diprediksi bakal tenggelam, termasuk Jakarta
Salah satu kota di Asia Tenggara yang terancam tenggelam adalah Ho Chi Minh City. Setiap tahun, ketinggian banjir meninggi setinggi 2 sentimeter

Urbanisasi diyakini sebagai kontribusi besar dalam peningkatan temperatur cuaca, curah hujan dan bencana banjir dalam dua dekade terakhir.

3. Shanghai

  5 Kota ini diprediksi bakal tenggelam, termasuk Jakarta
Struktur tanah yang semula daerah rawa yang kemudian dipenuhi oleh bangunan pencakar langit, menyebabkan permukaan tanah Shanghai menurun setengah inchi setiap tahunnya.

Kebutuhan akan bangunan pencakar langit tersebut merupakan imbas dari melonjaknya populasi penduduk Shanghai. Pada tahun 2001, penduduk kota yang berada di muara Sungai Yangze ini berjumlah 20 juta orang.

4. Mumbai

  5 Kota ini diprediksi bakal tenggelam, termasuk Jakarta
Pada tahun 2008, Kelompok aktivis Greenpeace memperkirakan, pada tahun 2100, kota Mumbai akan tenggelam oleh air laut. Naiknya air laut hingga 5 meter disebabkan oleh mencairnya es kutub.

Dalam laporan yang berjudul 'Iklim Migran di Asia Selatan' Greenpeace mencairnya es kutub disebabkan oleh meningkatnya suhu bumi hingga 4-5 derajat karena pemanasan global.

5. Jakarta

  5 Kota ini diprediksi bakal tenggelam, termasuk Jakarta
Selain letak geografis yang berada di bawah permukaan air laut, kebutuhan akan air tanah yang tinggi ditengarai menjadi salah satu penyebab tenggelamnya daratan Jakarta. Populasi penduduk yang terus meningkat menjadi alasan utama kebutuhan akan air tanah. Dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, diperkirakan jumlah penduduk di Ibukota meningkat hingga 40 juta jiwa.

Pakar hidrologi asal Belanda, JanJaap Brinkman menjelaskan, jika proses penyedotan air yang terus-menerus dilakukan tidak segera dihentikan, di akhir abad, Jakarta akan tenggelam.

"Jika ekstraksi (penyedotan) air tanah tidak segera dihentikan, di penghujung abad, Jakarta akan tenggelam dengan kedalaman lima hingga enam meter," jelasnya seperti dikutip theatlanticcities.com.

Sumber : Merdeka.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Inilah Lokasi Dasar Laut Terdalam

Challenger Deep, nama itu disematkan karena kedalaman dasar laut mencapai 11 kilometer. Letaknya di palung Marina, di antara Kepulauan Marina, Pasifik Barat. Pada peta, kepulauan ini dekat dengan Papua, Filipina, dan Jepang.

11 kilometer merupakan penunjuk betapa dalamnya Challenger Deep. Seandainya gunung tertinggi di dunia, Mt. Everest dipindahkan ke dasar ini maka akan tenggelam. Gunung tertinggi itu hanya 8,8 kilometer. Masih tersisa 2,2 kilometer yang ditutupi air laut. Sudah bisa membayangkan betapa dalamnya, kan?



Palung Marina terbentuk akibat lempeng samudera terdorong oleh lempeng benua sehingga menyebabkan retakan yang mendalam. Begitu jauhnya dasar di palung ini, tentu cahaya matahari tak bisa menembus. Akibatnya Challenger Deep begitu gelap gulita. Ikan yang hidup di wilayah ini telah beradaptasi dan menghasilkan bentuk yang berbeda seperti contohnya flatfish dan cacing polychaete.

Challenger Deep pertama kali dijelajahi tanggal 23 Januari 1960 saat kapal selam Bathyscaphe Trieste yang diawaki Jacques Picard dan Letnat Don Walsh meluncur ke bawahnya. Mereka membutuhkan waktu 5 jam sebelum akhirnya mencapai dasar. Tekanan yang begitu hebat dan persediaan oksigen hanya memberi waktu 20 menit bagi Picard dan Walsh bertahan di dasar.



Di tahun 1995, Jepang mengirimkan Kaiko, robot penyelidik lautan yang menjadi rekor pencapaian sebuah mesin tak berawak ke dasar Challenger Deep.  Kaiko menjadi pioner untuk ekspedisi robot di tahun-tahun selanjutnya.


Rekor terakhir yang dicatat adalah aksi James Cameron, seorang sutradara asal Kanada yang berhasil menyelam solo dalam kapal selam mini Deepsea Challenger pada 26 Maret 2012. Kemajuan teknologi membuat perjalanan Cameron jauh lebih cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam hingga dasar palung.
Baca Selengkapnya ... »»  

India Pendatang Pertama di Benua Australia



Bangsa Eropa selama ini dipercaya sebagai pendatang pertama di Australia pada akhir tahun 1700-an selain suku aslinya, Aborigin. Namun, studi genetik menunjukkan bahwa pendatang Australia pertama ialah India.

Peneliti dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, Jerman, menguraikan hal tersebut dalam publikasinya di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences yang terbit Senin (14/1/2013).

Tim peneliti menganalisis variasi genetik dari genom orang Aborigin di Australia dan Papua Niugini, Asia Tenggara dan India. Data genetik dari India termasuk data genetik milik populasi yang berbahasa Dravida di wilayah selatan.

Peneliti melihat bagian genetik tertentu yang disebut penanda genetik. Penanda genetik merupakan kode genetik tertentu yang bisa menjadi petunjuk kekerabatan dan geografis di mana individu atau kelompok berasal.

"Pandangan saat ini, sebelum kedatangan Eropa pada akhir abad 18, hanya ada sedikit kontak, bila ada, antara Australia dan bagian dunia lain. Namun, data genetik mengungkap tanda aliran gen signifikan 4.230 tahun lalu atau 141 generasi sebelumnya," urai tim mengungkapkan hasilnya.
"Jauh sebelum Eropa menduduki Australia, manusia telah bermigrasi dari India ke Australia dan mengalami pencampuran dengan suku Aborigin Australia," ungkap tim peneliti seperti dikutip AFP, Selasa (15/1/2013).

Hasil studi genetik tersebut juga didukung dengan hasil riset antropologi dan arkeologi. Pada periode yang sama, studi arkeologi menunjukkan perubahan besar pada cara pemrosesan tumbuhan dan alat batu.

Fosil dingo (jenis anjing liar) tertua juga berasal dari masa tersebut. Meskipun dingo dalam studi genetik berasal dari Asia, secara morfologi, dingo lebih mirip dengan anjing liar atau serigala India.

"Fakta bahwa kami mendeteksi aliran gen secara substansial dari India ke Australia pada masa ini menunjukkan bahwa semua perubahan di Australia terkait dengan migrasi itu," kata Irina Pugach, pimpinan tim peneliti.

Data genetik tidak dapat menunjukkan rute migrasi orang India ke Australia. Namun, peneliti yakin bahwa sejak terpisah dari Papua Niugini puluhan ribu tahun lalu, Australia tidak terisolasi selama yang dibayangkan.
Baca Selengkapnya ... »»  

Tikus Paling Perkasa di Dunia Memakan Kalajengking

Onychomys torridus

Tikus biasanya menjadi hewan pengerat yang dianggap hanya bisa mengganggu manusia. Namun, tikus belalang jenis Onychomys torridus berbeda. Satu-satunya jenis tikus pemakan daging di Amerika Utara ini bisa dibilang paling perkasa, tahan racun dan sanggup memakan kalajengking.

Bagaimana tikus itu bisa menjadi begitu hebat? Ilmuwan mengatakan, tikus itu memang terlahir untuk menjadi perkasa, menjatuhkan mangsa yang lebih besar darinya. Tikus tersebut tampaknya dipelihara oleh induk jantan dan betinanya serta belajar perkasa dari induk jantannya.

Semakin dewasa, tikus ini semakin menunjukkan kekuatannya. Jenis tikus belalang ini tak mau membuat sarang sendiri, tetapi merebut tempat hewan pengerat lain. Jika perlu, tikus belalang ini akan menyerang si pemilik sarang. Saat kepepet, tikus ini bahkan akan memakan jenisnya sendiri.

Saking perkasanya, tikus ini pun tak takhluk pada jenis kalajengking yang hidup di Arizona, Centruroides sp. Racun kalajengking itu mampu membuat manusia mengalami gagal pernapasan. Namun, tikus ini menunjukkan kekebalannya. Bukan mati, O torridus malah bisa memakan si kalajengking.

Ashlee Rowe dari Sam Houston State University di Texas mencoba mengungkap rahasia keperkasaan tikus ini. Ia menginjeksikan racun kalajengking dalam jumlah kecil pada tikus biasa dan tikus belalang O torridus.

Ilmuwan mengetahui bahwa racun kalajengking tak berdampak banyak pada O torridus. Dalam riset lebih lanjut, Rowe mengetahui bahwa kekebalan itu terjadi karena O torridus mengalami mutasi pada protein bernama Nav1.8.

New Scientist memberitakan, Jumat (11/1/2013), biasanya racun kalajengking mengaktifkan protein Nav1.7 sehingga rasa sakit bisa diteruskan ke otak. Karena ada mutasi Nav1.8, rasa sakit itu tak diteruskan ke pusat syaraf. Hasil riset ini dipresentasikan di pertemuan Society for Integrative and Comparative Biology minggu lalu.
Baca Selengkapnya ... »»  

Suku Maya Prediksi Gerhana hingga Ratusan Tahun

Suku Maya mampu memprediksi gerhana hingga ratusan tahun ke depan.

Suku Maya yang sempat membuat heboh karena isu kiamat ternyata tak juga punya kemampuan astronomi yang mumpuni. Sistem kalender Maya mampu memprediksi gerhana Matahari hingga ratusan tahun, dan prediksinya akurat.

Fakta ini terungkap dalam buku Astronomy in the Maya Codices yang pada konferensi American Astronomical Society, Senin (7/1/2013), mendapatkan penghargaan Osterbrock Book Prize dalam bidang sejarah astronomi.

Suami-istri antropolog, Harvey dan Victoria Bricker, adalah dua orang yang berperan menguak keahlian Suku Maya itu. Mereka menerjemahkan aksara hieroglif dari peninggalan Suku Maya di Meksiko, Paris, Dresden, dan Madrid.

Diberitakan Livescience, Selasa (8/1/2013), dalam prosesnya, suami-istri Bricker juga menganalisis penanggalan Suku Maya, mencocokkannya dengan penanggalan manusia saat ini. Hasilnya, prediksi gerhana Suku Maya benar-benar akurat, bisa dipercaya.

Salah satu contoh, pada abad ke-11 dan ke-12, Suku Maya memprediksi akan datangnya gerhana pada suatu hari tahun 1991, ratusan tahun setelah peradaban Maya sendiri berakhir. Hasilnya, tanggal 11 Juli 1991 memang ada gerhana Matahari.

Bukan cuma Matahari yang jadi fokus pengamatan Suku Maya. Mereka juga mengamati Mars dan Venus. Menurut keyakinan Maya, kedua planet di Tata Surya itu dalam posisi tertentu di langit bisa menjadi sinyal adanya bencana.

Contoh, jika Venus menyinari seorang anak, seorang lansia, atau anak muda; maka bahaya akan mengancam mereka. Mars menjadi tanda akan datangnya hari buruk. Suku Maya mengamati benda langit itu untuk mencegah dampak bencana yang mungkin terjadi. 

Sumber: Kompas.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Virus Komputer Juga Makhluk Hidup?


Virus komputer seharusnya masuk kategori makhluk hidup. Ia menunjukkan sifat alami manusia yang suka merusak. Inilah satu-satunya ”kehidupan” yang diciptakan manusia sesuai ”citra”-nya.

Stephen Hawking, fisikawan

Tanggal 8 Januari, kemarin, Stephen Hawking baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-71. Dialah paradoks nyata era modern ini: diperkirakan dokter hanya mencapai usia 22 tahun karena penyakit motor neuron yang melemahkan fungsi otot dan sarafnya, Hawking masih cemerlang pada usianya sekarang. Bukan anak yang menonjol di sekolah, tetapi teori-teorinya menggemparkan dunia.

Hawking memang fenomena. Kitty Ferguson, penulis biografi Hawking, menyebutnya sebagai orang yang sering berpikiran dramatis. Ia tidak selalu bisa menyokong pernyataannya dengan rumus matematika, tetapi memberi sesuatu yang membuat setiap orang aktif berpikir.

Sebetulnya logika Hawking tentang virus komputer tidak salah-salah amat karena memenuhi definisi sistem yang hidup. Ia bak parasit yang menginfeksi komputer sebagai inangnya, berkembang memperbanyak diri meskipun tidak memiliki metabolisme.

Hawking dengan gaya sinisnya juga benar tentang manusia yang gemar merusak, dengan salah satu dampak berupa perubahan iklim yang mengancam kehidupan di Bumi. Namun, ia lupa selalu ada orang baik di dunia meski kejahatan sudah merajalela.

Virus komputer

Demikian pula halnya dengan virus komputer. Ketika para peretas jahat (crackers) meluncurkan serangkaian kode biner untuk menembus dan menempel kode biner yang sah dan menimbulkan berbagai masalah, ada peretas baik (hackers) yang menggunakan kemampuannya untuk terus meningkatkan keamanan jaringan. Kehadiran crackers dan hackers menjadi paradoks digital, melengkapi kehadiran para ahli yang terus menyempurnakan komputer sebagai alat bantu manusia yang paling canggih saat ini.

Virus digital mulai marak seiring perkembangan teknologi komputer pada akhir tahun 1980-an. Kehadirannya terkait dengan makin banyaknya komputer pribadi (PC)—di rumah tangga dan perkantoran—begitu IBM merilis PC pada tahun 1982 dan Apple meluncurkan Macintosh tahun 1984.

Kemudian muncul yang disebut computer bulletin boards. Orang dengan mudah mengakses buletin tersebut lewat modem dan mengunduh berbagai jenis program, termasuk word processors, spreadsheets, dan

tentu saja games atau permainan elektronik. Dari sinilah muncul virus klasik yang dikenal dengan sebutan Trojan Horse.

Virus Trojan Horse disamarkan sebagai program dengan nama dan deskripsi yang menarik sehingga orang tertarik mengunduhnya. Begitu program dijalankan, virus bekerja menghapus seluruh program komputer kita. Untunglah virus ini cepat dideteksi sehingga belum sempat tersebar luas.

Merugikan

Namun, ada banyak virus yang terus diciptakan dan menimbulkan kerugian, bahkan hingga jutaan dollar AS. Yang paling fenomenal tentu saja adalah serangan 6 Agustus 2010 yang dikenal sebagai Stuxnet. Di Iran, virus ini menimbulkan masalah pada beberapa mesin pemisah pembangkit listrik tenaga nuklir.

Menurut penelitian perusahaan AS, Symnatex, Iran memang terkena dampak utama serangan di atas dengan 62.867 komputer terinfeksi, Indonesia (13.336), India (6.552), Amerika Serikat (2.913), Australia (2.436), Inggris (1.038), Malaysia (1.013), dan Pakistan (993). Banyaknya negara yang terkena menunjukkan bahwa serangan sangat mungkin dilakukan oleh suatu negara maju, bukan sekadar kelompok peretas.

Hingga akhir tahun 2012, sudah lebih dari 1.000 jenis virus ditemukan, dari yang sekadar mengganggu hingga merusak. Atau meminjam perumpamaan Hawking, dari flu yang sembuh sendiri hingga kanker yang mematikan.

Pada 22 November 2012, sebagai contoh, ditemukan virus Rootkit.Sirefef.Gen yang kemampuan penyebarannya masuk kategori medium dengan potensi merusak tinggi. Namun, para pengguna komputer di Indonesia sebenarnya lebih takut pada virus lokal karena lebih sulit dideteksi dan diatasi. Di antaranya bahkan masuk kategori ganas, seperti Babon yang mengubah properti dan tulisan AM/PM pada jam menjadi tulisan Babon. Virus lainnya antara lain adalah Blue Fantasy dan Pendekar Blank yang menyembunyikan folder dan menggantikannya dengan folder palsu, atau virus Aksika yang mematikan sistem perbaikan (restore).

Perkembangan antivirus

Untunglah perkembangan virus ini juga terus diimbangi para peretas baik dengan program antivirus yang semakin canggih. Di Indonesia ada SmadAV, program antivirus yang bisa diunduh gratis di internet. Program ini sangat ampuh menangkal virus lokal dan dapat digabungkan dengan hampir semua program antivirus internasional.

Awal tahun ini, majalah ilmiah New Scientist juga mengulas program pelacak malware. Malware adalah kependekan dari malicious software, yang artinya peranti lunak yang digunakan untuk menyerang suatu sistem operasi komputer. Bentuknya bisa berupa sekumpulan kode biner, script, konten aktif, ataupun peranti lunak. Dalam bahasa hukum, malware biasanya disebut kontaminan komputer.

Meskipun virus-virus ini seolah muncul begitu saja, sebenarnya setiap program yang diunggah di internet selalu bisa dilacak sejarahnya. Karena itu, memahami asal-usul virus, apalagi menangkap peretas jahat pemicunya, akan sangat membantu mengatasi ancaman dunia maya ini ke depan.

”Visi kami adalah menyediakan database malware dunia sehingga orang bisa menggunakan untuk melindungi program komputernya,” kata Josh Saxe dari Invincea Labs di Fairfax, Virginia, Amerika Serikat.

Saxe dan koleganya telah menguji 100.000 sampel malware yang berhasil mereka kumpulkan untuk melihat cara kerja dan berbagai kemungkinan variannya. Barangkali Hawking pun perlu berkenalan dengan para peretas baik ini. 

Sumber: Kompas.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Burung Juga Mengenal Upacara Kematian



Burung ternyata juga mengenal upacara kematian untuk memperingati kerabat atau temannya yang mati. Jenis burung Aphelocoma californica, masih masuk dalam kelompok burung gereja, mengitari tubuh mati rekannya hingga sekitar setengah jam.

Teresa Iglesias, pakar biologi evolusi dari University of California, Davis, melakukan penelitian perilaku burung tersebut. Belum bisa diketahui dengan pasti mengapa Aphelocoma californica punya perilaku itu.

"Mungkin adanya banyak individu membantu mereka mengetahui lokasi dan mengusir predator. Grup burung lebih besar diketahui lebih mampu mengusir predator," papar Iglesias seperti dikutip New York Times, Senin 97/1/2013).

Iglesias melakukan eksperimen dengan bangkai burung yang telah dicabut bulnya, dikeringkan dan diawetkan. Ketika burung sejenis lain melihat bangkai itu, mereka terbang pada pohon di atasnya serta mengeluarkan suara berisik untuk mencari perhatian individu lain.

Eksperimen selanjutnya mengungkap bahwa burung juga menunjukkan perilaku yang sama saat melihat model burung hantu, tetapi tidak bereaksi saat melihat kayu yang dicat, yang digunakan sebagai kontrol dalam eksperimen.

Beragam hewan juga bereaksi terhadap kematian jenisnya. Lebah dan beberaoa hewan akuatik bereaksi terhadap zat kimia yang dikeluarkan oleh bangkai. Meski Iglesias tak menunjukkan adanya emosi, tapi ia mengatakan, "Jika ini terjadi pada manusia, mengapa tidak pada hewan." 

Sumber: Kompas
Baca Selengkapnya ... »»  

Legenda Labu Berisi Darah Raja Perancis


detail berita
Labu tempat darah Louis XVI
Para ilmuwan kini telah membuktikan kebenaran legenda labu (botol terbuat dari buah labu) yang menyimpan darah raja Perancis Louis XVI. Pembuktian tersebut diperoleh melalui suatu uji DNA.

Dilansir dari Live Science, Minggu (6/1/2013), lebih dari 200 tahun lalu, raja Perancis Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette dibunuh menggunakan guillotine. Legenda mengatakan bahwa seseorang memakai sapu tangan untuk menyerap darah sang raja dan menyimpannya dalam sebuah labu.

Para ilmuwan masa kini pun mencoba mencocokkan DNA darah tersebut dengan DNA dari mumi potongan kepala leluhur langsung Louis XVI, yaitu raja Perancis abad ke-16 Henry IV. Analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Forensic Science International itu membenarkan identitas kedua keluarga kerajaan Perancis.

"Kami memiliki dua orang raja yang tersebar di tempat berbeda di Eropa," ujar peneliti paleogenomik di Pompeu Fabra University, Carles Lalueza-Fox. Analisis terbaru membenarkan bahwa kedua orang tersebut, "Terpisah oleh tujuh generasi dan memiliki hubungan darah."

Sebelumnya pada tahun lalu, Lalueza-Fox telah menganalisa materi genetis dalam darah dan menemukan bahwa darah tersebut milik seorang pria Eropa bermata biru. Namun tanpa DNA perbandingan, dia tidak dapat menentukan bahwa darah itu milik raja terakhir Perancis.

Kini telah terbukti darah yang berada di dalam labu tersebut benar milik Louis XVI, sedangkan mumi kepala itu juga telah terverifikasi sebagai milik Henry IV. "Ini bisa menjadi genom bersejarah pertama yang berhasil diperoleh," ujar Lalueza-Fox
Baca Selengkapnya ... »»  

10 Temuan Spesies Baru Asli Indonesia Tahun 2012

Para taksonom terus bekerja mengungkap keanekagaraman hayati Indonesia. Banyak spesies baru asli Indonesia berhasil ditemukan dengan keterlibatan peneliti Indonesia sepanjang 2012.

Diantara ratusa yang ditemukan, ada 10 spesies menarik yang telah dideskripsikan. Semuanya menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya keanekaragaman hayati. Temuan spesies baru ini seharusnya semakin membuka kesadaran akan pelestarian alam.

Apa saja 10 spesies paling menarik asli Indonesia? Berikut uraiannya.

Laba-laba yang Bermata Kecil


Spesies ini ditemukan oleh peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cahyo Rahmadi. Jenis ini diberi nama Amauropelma matakecil, sesuai karakteristiknya yang memiliki mata kecil.

Amauropelma matakecil ditemukan di kawasan karst Menoreh. Jenis ini adalah genus Amauropelma yang ditemukan di Pulau Jawa. Biasanya, genus Amauropelma ditemukan di Australia. Temuan menegaskan, kawasan karst kaya keanekaragaman hayati.

Tawon Garuda

Tawon baru ditemukan lewat kerjasama pakar serangga Puslit Biologi LIPI, Rosichon Ubaidilah, dengan University of California, Davis. Spesies ini sebenarnya sudah dideskripsikan tahun 2011 namun baru dipublikasikan secara resmi di jurnal Zookeys.

Tawon yang bernama Megalara garuda ini memiliki rahang yang besar sehingga menutup bagian samping kepala. Jika rahang dibuka, maka panjangnya akan melebihi kaki depan individu tawon itu sendiri. Spesies ini ditemukan lewat ekspedisi Mekongga.

Anggrek Mini


Spesies yang dinamai  Dendrobium mucrovaginatum ini dideskripsikan oleh taksonom anggrek Indonesia, Destario Metusala dari Kebun Raya Purwodadi, LIPI. Anggrek spesies baru ini dijuluki anggrek mini karena diameternya kurang dari 1 cm, sementara anggrek lain rata-rata 5 cm.

Dengan ukuran mini, anggrek yang ditemukan di Kalimantan ini layak dipertimbangkan menjadi tanaman hias di apartemen-apartemen di kota besar. Temuan ini dipublikasikan di Malesian Orchid Journal.

Kelelawar Tanpa Ekor


Peneliti Puslit Biologi LIPI, Ibnu Maryanto, adalah taksonom di balik penemuan spesies yang diberi nama Thoopterus suhaniae ini. Kelelawar ini dikatakan tak memiliki ekor karena ekornya mengalami reduksi menjadi rudiment.

Spesies ini adalah jenis kedua genus Thoopterus yang ditemukan di Sulawesi. Temuan ini menunjukkan bahwa Sulawesi adalah hotspot volusi Pteropodidae, golongan kelelawar yang memakan buah atau bunga yang tersebar di Afrika dan Asia.

Katak Rawa "Kekar"


Hylarana rawa alias si katak kekar ditemukan di wilayah rawa di Riau. Katak ini memiliki kelenjar lengan atas yang besar, membuat lengannya tanmpak kekar. Peneliti LIPI, Amir Hamidy adalah orang di balik penemuan ini.

Status konservasi H. rawa hingga saat ini masih belum diketahui. Namun demikian, katak ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sehingga rawan kepunahan. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Current Herpetology edisi Juni 2012.

4 Spesies Ikan Pelangi

Empat spesies ikan pelangi yang ditemukan adalah Melanotaenia arguni, Melanotaenia uris, Melanotaenia veoliae dan Melanotaenia wanoma. Masing-masing spesies dibedakan pola warna sisiknya. Seluruh spesies ditemukan di Papua.

Keempat spesies ditemukan atas kerjasama beberapa peneliti, salah satunya Kadarusman loba dari Akademi Perikanan Sorong. Temuan ini adalah bagian dari upaya mengungkap keragaman spesies di Papua lewat ekspedisi Lengguru-Kaimana.

Katak Sebesar Jari

Ada dua spesies katak sebesar jari yang ditemukan oleh peneliti LIPI, Amir Hamidy, yaitu Leptobrachium ingeri dan Leptbrachium kanowitense. Kedua spesies tersebut termasuk yang terkecil di genusnya.

Kedua spesies tersebut emula dikategorikan dalam spesies komplek, L. nigrops. Teknik molekuler digunakan untuk mengidentifikasi spesies tersebut. Jika teknik ini dipakai, keanekaragaman spesies katak bisa naik dua kali lipat.

Monyet Punah yang Ditemukan Kembali

Jenis monyet yang ditemukan kembali adalah jenis langur abu-abu (Presbytis hosei canicrus). Monyet ini ditemukan kembali oleh tim peneliti yang dikepalai oleh Brent Loken dari Simon Fraser University di Kanada.

Dua Jenis Pinang Baru Endemik Biak

Dua jenis pinang baru ditemukan di Biak dan Supirori. Keduanya endemik wilayah setempat dan masing-masing diberi nama Adonidia maturbongsii dan Hydriastele biakensis. Temuan ini menambah kekayaan palem dunia yang mencapai 2500 jenis dan 500 diantaranya ada di

Bambu Baru

Spesies baru baru dari Mekongga ditemukan oleh peneliti bambu LIPI, Elizabeth. Spesies ini belum diberi nama namun memiliki karakteristik unik, yaitu tumbuh merayap, diameter batang cuma 2 cm, tidak punya bulu tetapi punya lapisan lilin.
Baca Selengkapnya ... »»  

5 Penemuan Terbaik Gemparkan Dunia Sains di 2012


Para ilmuwan tak pernah lelah untuk menerobos batas-batas pengetahuan manusia dengan sejumlah  temuannya. Mereka pun berhasil membuat kejutan dengan memecahkan misteri atau bahkan menyingkap misteri baru di alam semesta.

Berikut sejumlah temuan "spektakuler" sepanjang 2012 yang dilansir Okezone.com dari Softpedia, Rabu (2/1/2013). 

Penyelaman James Cameron di Palung Mariana Ungkap Misteri Asal-usul Kehidupan
Maret 2012, James Camerro mengeksplorasi Palung Mariana di kedalaman 10.900 meter. Beberapa bulan kemudian, ia pun berbagi kisah soal perjalanannya ke komunitas ilmiah dan berpendapat bahwa mikroba di bawah laut memiliki potensi untuk menjelaskan bagaimana munculnya kehidupan di Bumi.

HIV Digunakan untuk Menyembuhkan Kanker
Seorang gadis 7 tahun berhasil mengatasi leukimia dengan bantuan HIV -- virus penyebab AIDS. Guna menyembuhkan penyakit leukimia gadis ini, para ilmuwan menggunakan sel dari virus HIV yang dirubah dan menyuntikan jutaan T-cell -- sejenis darah putih dengan gen baru -- ke Emma. Dan akhirnya T-cell berhasil menghancurkan kanker tersebut.

Curiosity Mendarat di Mars
Pada 6 Agustus 2012, NASA Curiosity Rover mendarat di Mars, tak lama berselang kendaraan tersebut berhasil meringkus sejumlah lingkungan di Mars untuk dikirim ke Bumi."Kendaraan Curiosity NASA telah mendarat di Mars!," kata NASA.

Curiosity menghabiskan waktu sekira lebih dari sembilan bulan dan menempuh jarak sejauh 352 juta mil. Sesampainya di Mars, Curiosity memelajari apakah lingkungan Mars pernah memiliiki kondisi yang cocok untuk kehidupan bakteri mikrobial.

Rekor Teleportasi Kuantum Terpecahkan
European Space Agency (ESA) pada September 2012 berhasil memecahkan rekor untuk teleportasi kuantum. Para ilmuwan yang berasal dari Austria, Kanada, Jerman, dan Norwegia menempatkan dua foton-- partikel energi yang membawa cahaya --  yang terletak berjauhan dan dibelit dengan kuantum.

Hasilnya, akibat kuantum mentransfer energi elektromagnetik, objek di salah satu foto dapat berpindah ke tempat yang lain. Dengan pencapaian ini, peneliti berharap dapat melakukan teleporting partikel ke satelit di luar angkasa. 

Penemuan Partikel Tuhan
Higs Bosson atau Partikel Tuhan yang dicari selama beberapa dekade terakhir diklaim telah ditemukan. Para ilmuwan percaya bahwa 99 persen bahwa partikel baru yang ditemukan ialah Partikel Tuhan. Penemuan partikel ini diumumkan oleh para peneliti yang bekerja di Large Hadron Collider pada Juli 2012, usai pencarian selama sekira lima dekade.

Sementara informasi lebih lanjut mengenai temuan ini akan dipublikasikan ke masyarakat umum pada musim semi mendatang. Mampukah temuan ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan? Kita tunggu saja.
Baca Selengkapnya ... »»  

Ilmuwan AS Ungkap Rahasia Herbal China

http://img.antaranews.com/new/2012/01/small/20120117Kunyit.jpg
Ilustrasi

Sejumlah ilmuwan AS mengungkap rahasia molekul obat-obatan China herbal yang telah digunakan lebih dari dua ribu tahun.

Ramuan herbal itu adalah ekstrak akar tanaman bunga hydrangea biru yang biasa disebut "chang shan" dalam bahasa Chia atau "Dichroa febrifuga Lour" dalam Latin.

"Penemuan kami memecahkan misteri mengatasi demam dari infeksi malaria yang telah diterapkan sejak dua ribu tahun atau lebih," kata Kepala Tim Ilmuwan Scripps Research Institute di California, Paul Schimmel, seperti dilansir AFP.

Studi Schimmel dan timnya dalam jurnal Nature memaparkan molekul halofuginone dalam tanaman bunga itu mampu mencegah sel imun Th17.

Sel Th 17 menyerang sel-sel sehat pada tubuh dan menyebabkan peradangan sebagai gejala demam.

Molekul halofugione itu menghambat protein dalam memproduksi sel Th17 "jahat" yang disebut transfer RNA (tRNA), tapi tidak pada sel yang "baik".

Halofuginone juga mencegah pembentukan protein serupa pada parasit malaria dalam darah.

Tim Schimmel telah menguji halofuginone pada manusia dalam skala kecil untuk mengobati kanker dan distrofi otot.

Para farmakolog juga melihat molekul itu sebagai alat untuk melawan penyakit radang usus dan rematik arthritis yang merupakan penyakit auto-imun.

Sumber: Antaranews.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Greenpeace: Kiamat Terjadi pada 2030


Greenpeace: Kiamat Terjadi pada 2030
Aktivis Greenpeace berunjuk rasa di depan Balai Sarbini dengan tema "INGAT HUTAN KITA" , Semanggi, Jakarta (2/7). Mereka mengingatkan para capres untuk serius menangani perkara pembabatan hutan dan perubahan iklim
Aktivis Greenpeace Teguh Surya menuturkan kiamat akan terjadi di tahun 2030. Ia beralasan ini sesuai prediksi Intergovernmental Panel on Climate untuk membatasi konsentrasi CO2 penyebab efek rumah kaca, jika tidak kadar CO2 akan menjadi 450 ppm pada tahun 2030.

“Akibatnya suhu bumi akan semakin memanas, akan ada kenaikan permukaan air laut, wabah penyakit, badai dan topan semakin sering terjadi, efeknya mungkin akan seperti kiamat,” kata Teguh ketika dihubungi Selasa, 25 Desember 2012.

Menurut Teguh, penyebab meningkatnya karbondioksida karena berkembangnya penggunaan fosil, meningkatnta populasi manusia, meningkatnya pola konsumsi dan perubahan tata guna lahan. Jika dibiarkan terus menerus, suhu bumi akan meningkat 2-4 derajat celcius di tahun 2030. Es di dua kutub akan mencair dan tinggi air laut akan meningkat.

“Kemungkinan 90 persen wilayah Jakarta tenggelam,” kata Teguh. Wilayah pesisir dihajar air, jelas Teguh, negara-negara kecil di Samudera Pasifik, masyarakat harus pindah karena tanahnya akan tenggelam. Ia juga memperkirakan wabah malaria dan demam berdarah meluas dan akan muncul penyakit-penyakit baru, terutama di Indonesia sebagai negara tropis.

Prediksi Teguh, saat itu perekonomian akan kolaps. Cuaca yang ekstrim membuat para nelayan dan petani merugi. Negara industri juga akan mengalami risiko kerugian karena sering terjadi badai dan topan. “Negara yang tidak punya duit, akan sulit pulihnya,” kata Teguh.

Menurut Teguh, untuk memperlambat pemanasan global harus melakukan tindakan secepat mungkin. Caranya dengan meminimalisir munculnya emisi gas rumah kaca yang kebanyakan bersumber pada transportasi, pembakaran hutan dan gas buang industri.

Selain itu, pemerintah juga seharusnya merencanakan pembangunan berbasis lingkungan. “Selama ini pemerintah tidak punya perencanaan adaptasi terhadap perubahan iklim,” kata Teguh.

Sumber; Tempo.co
Baca Selengkapnya ... »»  

Penjelasan Astronomi Bintang Bethlehem

star of bethlehem
Para ahli astronomi yakin bahwa bintang itu adalah sebuah peristiwa kosmik

Meski membedah bintang Betlhlehem tampak sebagai topik yang ‘kasar’ perdebatan astronomi mengenai bagian integral dari Natal ini telah berlangsung lama. Mungkinkah suatu peristiwa kosmik membimbing “tiga lelaki bijaksana” di perjalanan untuk mencari sang raja?

Debat ini menuntut asumsi yang sangat besar, bahwa kisah bintang dan perjalanan itu benar terjadi.
Profesor David Hughes, seorang ahli astronomi dari Universitas Sheffield pertama kali menerbitkan ulasan kumpulan teori mengenai bintang Bethlehem pada 1970an.

Setelah menghabiskan bertahun-tahun mempelajari penjelasan astronomi dan membahas kisah-kisah dalam Alkitab yang terkait dengan penampakan bintang itu, ia kini menjadi seorang pakar dalam subyek tersebut.
Namun ada beberapa paralel sejarah yang menuntut banyak penjelasan.

Ketiga raja yang dikenal sebagai Magi itu, terdiri dari ahli astronomi dan astrologi Babylonia. Mereka mempelajari bintang dan planet, menerjemahkan makna di balik peristiwa-peristiwa kosmik.

Apa pun yang tidak biasa dianggap sebagai sebuah pertanda, sehingga bintang itu haruslah sesuatu yang jarang terjadi dan tampak spektakuler. Dan, kata Hughes, bintang itu haruslah memberikan pesan yang sangat jelas bagi Magi.

Hal ini membuat sang ahli astronomi untuk menyimpulkan bahwa bintang Bethlehem mungkin bukan bintang dan hal itu bisa jadi bukan sebuah peristiwa tunggal.

“Jika anda membaca Alkitab dengan seksama,” kata Hughes, “Magi melihat sesuatu ketika mereka berada di negara mereka [mungkin Babylon], sehingga mereka pergi ke Yerusalem dan bertemu dengan Raja Herod.”

Menurut kisah itu, para Magi memberitahu Herod tanda yang mereka lihat, dan kata Hughes, “ketika mereka meninggalkan Yerusalem menuju Bethlehem, mereka melihat sesuatu kembali.”

Teori 1: Planet sejajar

star of bethlehem

Tradisi menjadikan pertanda di langit sebagai pertanda peristiwa besar di bumi berawal di Mesopotamia lebih dari 3.000 tahun silam.

Ahli astronomi dan astrologi melaporkan pertanda langit pada raja, pertanda itu adalah apa saja yang tidak biasa, mungkin bulan bergerak di depan planet atau gerhana bulan. Tugas mereka adalah menerjemahkan makna femonena itu.

Ada yang percaya bahwa para pria bijaksana dari Timur atau “Magi”, adalah ahli astrologi dari Mesopotamia, dan bintang yang terbit di timur adalah horoskop yang meramalkan kelahiran seorang raja.
Penjelasan terbaik Hughes atas rangkaian peristiwa ini dikenal dengan konjungsi tiga lapis antara Yupiter dan Saturnus, dengan kedua planet itu saling berdekatan di langit tiga kali dalam jangka pendek.

“Hal ini terjadi ketika Matahari, Bumi, Yupiter dan Saturnus sejajar,” kata Hughes.

Tim O'Brien, direktur Jodrell Bank Observatory di Cheshire, mengatakan hal ini akan tampak sangat menyolok.

“Perhatian anda akan langsung tertuju ke langit saat dua obyek yang sangat terang bersatu di sana,” kata dia.
Dan saat planet-planet itu sejajar di orbit mereka, Bumi akan “mengambil alih”, yang berarti bahwa Yupiter dan Saturnus akan tampak seolah mengubah arah di langit malam.

“Anda hanya dapat melihat konjungsi tiga lapis seperti ini setiap 900 tahun,” kata dia. Sehingga bagi para ahli astronomi di Babylon 2.000 tahun lalu, hal itu merupakan pertanda sesuatu yang sangat penting.

Teori 2: Komet Halley

Penjelasan kedua adalah komet yang sangat terang.

Catatan yang paling bisa diandalkan adalah mengenai kemunculan komet di konstelasi Capricorn di 5 SM, yang diabadikan oleh para ahli astronomi Cina.

Kandidat lain adalah komet Halley yang terlihat sekitar 12 SM.

Mereka yang mendukung teori ini mengatakan bahwa komet dari abad 5 SM bisa jadi tampak di langit selatan dari Yerusalem, dengan kepala komet mendekati horizon dan ekornya melengkung secara vertical ke atas.

Teori lain adalah bahwa bintang itu merupakan cahaya dari kelahiran bintang baru atau nova.
Ada pula catatan dari para ahli astronomi di Timur Jauh mengenai bintang baru di konstelasi kecil di utara yaitu Aquila pada 4 SM.

Hughes mengatakan, “Orang-orang yang menyukai teori ini mengatakan bahwa bintang baru itu terletak tepat di atas Yerusalem.”

Dr Robert Cocckroft, manajer dari McCallion Planetarium di McMaster University di Ontario mengatakan nova adalah “kandidat kuat” penampakan bintang Bethlehem.

Sumber: BBC
Baca Selengkapnya ... »»  

Materi Magnet Baru Ditemukan


Materi Magnet Baru Ditemukan  
Materi Magnet Baru Ditemukan.
Para peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan tipe magnet baru yang bisa mengubah cara komputer menyimpan informasi pada hard drive. Selain itu, materi magnet baru ini juga meningkatkan superkonduktor.

"Kami memperlihatkan bahwa ada bahan fundamental ketiga untuk magnet," ujar profesor fisika, Young Lee. Pekerjaan eksperimental menunjukkan keberadaan materi baru tersebut yang disebut dengan quantum spin liquid (QSL). Penelitian detail telah dipublikasikan dalam jurnal Nature.

QSL adalah kristal padat namun bahan materi magnetik tersebut digambarkan sebagai cairan. Tidak seperti dua jenis magnet lainnya, orientasi magentik dari partikel individu di dalamnya berfluktuasi terus menerus menyerupai gerakan konstan dari molekul cairan itu.

Ferromeagnetism, daya tarik sederhana dari sebuah magnet batang dan jarum kompas telah dikenal selama berabad-abad. Prediksi dan penemuan antiferromagnetisme, yang merupakan dasar untuk membaca dalam hard disk komputer saat ini, telah memenangkan hadiah Nobel fisika pada 1970.

Philip Anderson, seorang ahli terkemuka pertama kali mengajukan konsep magnet jenis ketiga pada 1987. Jenis ini bisa sangat relevan untuk superkonduktor tinggi.

Bahan itu adalah kristal dari mineral yang disebut herbertsmithite. Lee dan rekan pertama kali berhasil membuat kristal murni dalam jumlah yang besar pada tahun lalu. "Ini adalah kolaborasi multidisiplin ilmu antara fisikawan dengan ahli kimia," ujar Lee.

Sumber: Tempo.co
Baca Selengkapnya ... »»  

Pelajaran dari Kiamat Suku Maya

http://dailytorn.blogspot.com/
Kalender Maya

Sekitar ribuan orang berkumpul di Byron Bay, Australia, pada pekan ini. Mereka bersiap untuk menghadapi kiamat versi kalender Suku Maya yang diketahui akan terjadi pada Jumat, 21 Desember 2012.

"Kalendar suku Maya telah memberi tahu sesuatu akan datang menuju akhir, tapi apa yang akan lahir kemudian," kata penulis buku motivasi Barbara Mark Hubbard di Byron Bay, Kamis, 20 Desember 2012.

Bagi yang percaya ramalan suku Maya, hari ini dunia seisinya berakhir. Kiamat di pekan ketiga bulan Desember 2012 akan diawali dengan bencana alam yang menghancurkan bumi atau pergeseran bumi sehingga ia bisa bersatu dengan "kembarannya" yang disebut Planet Nibiru.

Masa ketiga belas atau akhir periode 400 tahun dikenal sebagai baktun dalam kalendar suku Maya. Baktun dalam Kalender Hitung Panjang yang sudah berumur 5.125 tahun, menuliskan akhir waktunya pada 21 Desember 2012. Khusus di Australia, waktu tersebut akan tiba pada Jumat, pukul 22.11 waktu setempat.

Hubbard memilih menikmati kiamat dengan menyelami filosofi arti apocalyse (kiamat) dari bahasa Yunani. Apocalyse yang bisa diartikan sebagai pengungkapan, wahyu, atau pengangkatan tabir, menurut dia, adalah proses transformasi. "Aku telah banyak belajar, bahwa krisis adalah salah satu bentuk transformasi," ujar perempuan berusia 82 tahun yang pernah jadi kandidat wakil presiden Partai Demokrat Amerika Serikat pada 1984 ini.

Hubbard dan ribuan orang lainnya berharap mereka dapat mengangkat tabir yang menutupi dunia. Membawa mereka semua ke dalam sebuah kasih sayang yang lebih besar atau situasi yang disebut sebagai "revolusi kesadaran".

Sementara para filsuf meresapi arti kiamat, Xiuhtezcatl Martinez justru menilai kiamat 2012 adalah momentum terbaik untuk berubah. Bocah 12 tahun yang terlibat dalam program kampanye Penjaga Bumi ini menilai bahwa kiamat adalah saat tepat manusia untuk sadar dengan kondisi bumi.

Menurut lelaki cilik yang hadir dalam konferensi perubahan iklim PBB di Rio De Janiero, Brasil, tahun lalu ini, warga dunia sudah saatnya berubah. Martinez mengecam perilaku para pemimpin dunia yang hadir saat konferensi perubahan iklim tersebut. "Pemimpin dari seluruh dunia datang secara politik untuk memecahkan masalah perubahan iklim, tapi semuanya tidak berjalan. Bahkan, mereka tidak mempunyai satu keputusan yang nyata. Mereka semuanya adalah orang yang tamak" kata dia.

Tapi, Martinez menambahkan, tak masalah tak ada keputusan dari orang dewasa. Ia tetap gembira karena bisa bertemu anak-anak dari seluruh dunia yang masih peduli dengan kondisi bumi. "Ini seperti, Wow, Aku tidak sendirian (melakukan penyelamatan bumi)," kata dia.
Baca Selengkapnya ... »»  

Gajah Liar Purba Ditemukan di Cina Utara


Gajah Liar Purba Ditemukan di Cina Utara
Ilustrasi
Gajah liar yang hidup di Cina Utara pada 3.000 tahun lalu dan kini telah punah ternyata milik genus Palaeoloxodon. Sebelumnya, gajah-gajah ini diidentifikasi sebagai Elephas Maximus, gajah Asia yang masih mendiami Cina selatan.

Temuan para peneliti ini menunjukkan bahwa Palaeoloxodon hidup 7 ribu tahun lebih dari yang diperkirakan. Tim dari Cina telah memeriksa fosil gigi gajah dan gajah kuno dari perunggu untuk penelitian ini.

Penelitian ini diterbitkan di International Kuarter oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Shaanxi Normal dan Universitas Notrhwest di Xi'an serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Geografis dan Penelitian Sumber Daya Alam, Beijing.

Selama beberapa dekade para ahli percaya bahwa gajah kuno Elephas Maximus beradaptasi dengan iklim tropis dan masih ditemukan di provinsi Yunnan selatan, Cina. "Mereka mengira Cina Utara beriklim tropis pada saat itu," kata Li Ji dari Universitas Shaanxi Normal.

Tapi penelitian sejarah iklim Cina menunjukkan bahwa 3.000 tahun yang lalu sebagian Cina Utara masih dikuasai oleh zona iklim hangat sedang dan bukan zona subtropik. Penemuan ini berarti bahwa suhu udara Cina Utara pada saat itu masih cocok untuk kehidupan Elephas. "Masalah gajah tidak hanya masalah zoologi, tetapi juga tentang perubahan iklim global," kata Li.

Ilmuwan sebelumnya telah mengidentifikasi fosil-fosil sisa E. maximus. Namun tim Li menyimpulkan geraham dan taring tersebut lebih mirip dengan taring Palaeoloxodon. Tim juga memeriksa puluhan gajah kuno berbentuk patung perunggu dari Xia, Shang dan dinasti Zhou (sekitar 4100-2300 tahun lalu). Li melihat belalai pada ornamen tersebut tidak mirip dengan E. maximus.

Sebanyak 33 patung gajah perunggu digali dari situs yang berbeda di Cina Utara. Semua patung gajah ini digambarkan memiliki dua jari di belalai mereka. Jenis E. maximus (gajah Asia) hanya memiliki satu jari saja.

Sumber: Tempo.co
Baca Selengkapnya ... »»  

Gigitan Megapiranha Lebih Berbahaya Ketimbang Hiu

detail berita
Ilustrasi
 
Ikan karnivora megapiranha hidup di masa antara 6 juta sampai 10 juta tahun yang lalu. Sebuah bukti baru menemukan bahwa ikan tersebut mengalahkan megapredator lainnya, seperti hiu kuno berukuran sebesar truk.

Dilansir dari Live Science, Jumat (21/12/2012), mega-piranha itu memiliki kekuatan gigitan sampai 50 kali lipat berat tubuhnya. Kekuatan gigitan inilah yang melebihi hiu kuno Carcharodon megalodon.

"Jika Anda tidak menghitung ukuran tubuhnya, piranha itu merupakan pemenang paling nyata. Gigi tersebut paling tajam jika dibandingkan dengan evolusi rahang yang lain, ujar anggota penelitian tesebut, Justin Grubich.

Grubich dan timnya menangkap piranha dari Amazon dan menjepitnya pada perangkat logam untuk mengukur kekuatan gigitan hawan itu. Rahang yang kuat yang menghasilkan tekanan hingga 72 pound (320 Newton), sekitar 35 kali beratnya, katanya.

Dia berpendapat, kekuatan yang memungkinkan piranha untuk cepat menggigit potongan seluruh daging dari hewan saat mereka lewat. "Ketika kami mulai mengukur gigitan ikan yang relatif kecil itu, kami sangat terkejut dengan kekuatan gigitannya," imbuh Grubich.
Baca Selengkapnya ... »»  

Fenomena Pasang Merah di Teluk Lampung, Apa Sebabnya?

Red Tide

Selain cuaca ekstrem, fenomena pasang merah yang mengakibatkan matinya puluhan ribu ikan di Teluk Lampung dipicu oleh tingginya pencemaran di perairan. Polutan merupakan sumber nutrisi bagi fitoplankton yang sepekan terakhir meledak populasinya.

Hal itu dikemukakan Endang L Widiastuti, dosen Ilmu Biologi Kelautan Universitas Lampung, Rabu (19/12/2012). ”Polutan bisa berasal dari limbah rumah tangga, industri, ataupun budidaya perikanan intensif. Arus dan kondisi perairan di Teluk Lampung yang tenang mendorong meledaknya populasi plankton,” ujarnya.

Puluhan ribu ikan berbagai jenis, terutama yang dibudidayakan di keramba jaring apung, di Teluk Lampung mati. Warna perairan berubah menjadi coklat kemerahan.

Di pesisir Teluk Lampung saat ini berdiri banyak pabrik, industri batubara, dan tambak udang intensif. Perairan Teluk Lampung bagian utara juga dipenuhi limbah rumah tangga.

Ketua Forum Komunikasi Kerapu Lampung Mulia Bangun Sitepu mengatakan, fenomena pasang merah baru pertama terjadi di Teluk Lampung. Hal itu tidak terlepas dari semrawutnya tata ruang di Teluk Lampung. ”Sejak lama, kami mendesak perlunya zonasi peruntukan,” kata Sitepu.

Muawanah, Penyelia Laboratorium Kualitas Air Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung, mengatakan, meledaknya populasi fitoplankton rata-rata hanya dua pekan. Sejauh ini belum ada solusi untuk mengatasi ledakan Cochlodinium polykrikoides beracun itu.
Baca Selengkapnya ... »»  

"Kiamat" Spesies Manusia Terjadi 11.000 Tahun Lagi

Homo rudolfensis

Berdasarkan perkiraan para astronom, kiamat terdekat akan ditentukan oleh Matahari. Sekitar 5 miliar tahun lagi, Matahari akan menjadi bintang raksasa merah, radiusnya mencapai Bumi sehingga Bumi akan sangat panas dan makhluk hidup akan punah.

Banyak yang kemudian mempertanyakan, bagaimana nasib manusia saat itu? Apakah manusia sudah mampu mengembangkan pesawat ke luar angkasa dan menemukan Bumi kedua? Satu hal yang jarang ditanyakan, apakah manusia yakin akan bisa survive hingga miliaran tahun ke depan?

Teori menyebutkan, manusia modern (Homo sapiens) muncul di Afrika 200.000 tahun yang lalu. Sejak saat itu, manusia telah menghuni setiap sudut Bumi. Jumlah populasi manusia saat ini sudah sekitar 7 miliar. Bumi sudah terasa sesak.

Seperti eksistensi spesies lain, eksistensi manusia pun diperkirakan hanya sementara. Sangat arogan jika manusia menyatakan akan eksis hingga akhir masa, kecuali bisa benar-benar mengatur populasinya atau menemukan tempat lain yang sama seperti Bumi kini.

Spesies manusia bisa punah oleh ulahnya sendiri, misalnya, karena perubahan iklim. Di samping itu, hewan-hewan lain juga terus berevolusi. Sangat mungkin hewan lain nantinya akan mendominasi dan manusia akan menjadi seperti dinosaurus yang kalah.

Astrofisikawan Brandon Carter pada tahun 1983 mengembangkan Doomsday Argument. Prediksi kepunahan manusia dibuat berdasarkan populasinya. Menurutnya, jika separuh manusia yang akan hidup sudah dilahirkan, jumlahnya adalah 60 miliar.

David mengatakan, jika sejumlah 60 miliar lagi diasumsikan belum dilahirkan, maka menurutnya manusia akan punya waktu 9.000 tahun. Dengan perhitungan, ia kemudian mengetahui bahwa ada 95 persen peluang manusia akan punah dalam 11.000 tahun.

Berdasarkan perhitungan itu, bisa dikatakan kiamat spesies manusia lebih dekat dari perkiraan. Manusia tak perlu menunggu hingga 5 miliar tahun untuk punah sebab sudah akan punah dalam waktu 11.000 tahun mendatang. Tetapi, ini hanya hitungan. Tentu manusia bisa mengembangkan strategi untuk "lari" dari kondisi itu.

Sumber: Kompas.com
Baca Selengkapnya ... »»