Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Saat Jokowi Gunakan Kalimat "Ciyus Miapah"

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
Saat Jokowi Gunakan Kalimat "Ciyus Miapah" - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mulai belajar istilah bahasa gaul anak Jakarta. Pasalnya, mantan Wali Kota Surakarta ini melontarkan candaan pada awak media dengan kata-kata ciyus dan miapah.

Pada Jumat (18/1) malam saat Jokowi meninjau perbaikan tanggul jebol di Banjir Kanal Barat (BKB) jalan Latuharhary Jakarta Pusat, raut wajahnya begitu tegang ditambah pertanyaan wartawan yang membuatnya pusing. Saat itu, Politikus PDIP ini mengatakan pengerjaan tanggul tinggal 10 persen dan finishing.

Lantas, terlontar pertanyaan konyol dari wartawan apakah peresmian tanggul jebol akan dilakukan di Sency (Senayan City), Jokowi pun sempat bingung. Hal ini ditanyakan oleh wartawan, karena sore harinya Jokowi meluncurkan penerapan pajak online untuk Wajib Pajak DKI Jakarta di Sency.

"Apa tadi, Sency apa," kata Jokowi semalam (18/1) di Latuharhary Jakarta.

Kemudian, wartawan menerangkan bahwa Sency adalah kepanjangan dari Senayan City. Namun, secara spontan Jokowi langsung melontarkan kalimat 'ciyus' dan 'miapah' yang membuat dirinya tertawa.

"Kalau ciyus, miapah," kata Jokowi sembari tertawa.

Jokowi begitu lepas dan beban berat yang terpancar dari raut wajahnya secara tidak langsung berkurang. Selanjutnya, dia berjalan menuju mobilnya. Tetapi para TNI AD yang ikut membantu pengerjaan tanggul jebol menghampirinya dan menyalami Jokowi.

Setelah diajak salaman dan foto bersama Jokowi duduk di pinggiran taman dan ngobrol sejenak dengan salah satu wartawan. Tidak ada 15 menit, dia langsung menuju mobil dinasnya Innova.

"Pada sudah makan belum, kalau belum ayo makan dulu makan di mana," kata Jokowikepada wartawan.

Lantas, Jokowi menginstruksikan kepada ajudannya untuk mengajak para wartawan makan dan dia melaju pulang ke rumah dinas. | merdeka.com
Baca Selengkapnya ... »»  

90% Anggota DPR Tak Layak Dipilih Pada Pemilu 2014

90% Anggota DPR Tak Layak Dipilih Pada Pemilu 2014 - Memasuki tahun politik, sejumlah partai politik mulai membuat strategi-strategi kemenangan menghadapi pemilu 2014 mendatang. Para calon legislatif yang hendak maju pada pemilihan legislatif (pileg) 2014 pun sudah melancarkan sejumlah ide-ide untuk menarik simpati warga.

Tercatat lebih dari 90% yang saat ini duduk di parlemen akan berpartisipasi lagi pada pileg 2014. Namun peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Lucius Karus mengatakan, apabila melihat dari kinerja anggota DPR yang ada selama ini, sebanyak 90% di antaranya tak pantas dipilih lagi oleh rakyat.

Menurut Lucius, masyarakat harus segera disadarkan akan rendahnya kompeten yang dimiliki oleh para anggota DPR saat ini. Seharusnya anggota DPR saat ini pun sadar diri dengan melakukan evaluasi di internal partai dan tidak mencalonkan lagi di pileg 2014.

Namun tak seterusnya komentar mengenai anggota DPR ini buruk, Lucius menambahkan, tak semua anggota DPR memiliki kinerja buruk, ada juga yang memang menunjukan kualitas yang baik namun jumlahnya tak banyak.

“Satu-dua anggota masih bisa saya lihat mereka serius bekerja, tapi kurang tersorot media. Makanya penting untuk evaluasi kinerja masing-masing anggota,” tegasnya. | merdeka.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Ternyata Pancasila Terinspirasi Dari Pohon Sukun di Ende, Flores

Ternyata Pancasila Terinspirasi Dari Pohon Sukun di Ende, Flores - Ternyata 5 butir Sila dalam Pancasila terilhami dari pohon Sukun di Ende, Flores. Bagaimana kisahnya?

Dari tahun 1934-1938, Ir. Soekarno diasingkan oleh Belanda ke Ende, Floers. Saat di pengasingan tersebut, tokoh proklamator ini sering bermain bola bersama masyarakat setempat. Saat lelah ia bernatng di bawah pohon sukun berbatang lima.

Saat inilah Soekarno merenung sambil memikirkan bagaimana menyatukan Nusantara dalam satu dasar negara. Saat mengamati batang pohon sukun, tiba-tiba ia mendapat inspirasi dan lahirlah Pancasila.

“Di Pulau Flores yang sepi, di mana aku tidak memiliki kawan, aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon di halaman rumahku, merenungkan ilham yang diturunkan oleh Tuhan, yang kemudian dikenal sebagai Pancasila,” cetus Bung Karno.

Lima mutiara itu adalah berharga itu adalah: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumusan inilah yang kemudian menjadi Pancasila sekarang.

“Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan Indonesia tulen, yaitu perkataan gotong-royong,” kata Bung Karno.

Bung Karno mengatakan, apa yang dia kerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi dan tradisi-tradisi nusantara sendiri. “Dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah,” ujarnya.

Guna mengenang keberadaan Soekarno di Ende dan pengingat lahirnya Pancasila, saat ini patung Bung Karno berdiri tegak untuk memberikan semangat nasionalisme kepada bangsa Indonesia.

Dan tahukah kamu, kata “Esa” yang artinya Satu merupakan bahasa masyarakat Ende yang kini melekat dalam sila 1 Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa“. | apakabardunia.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Inilah 5 Tokoh yang Partainya Gagal Lolos Verifikasi Pemilu 2014

Inilah 5 Tokoh yang Partainya Gagal Lolos Verifikasi Pemilu 2014 - KPU akhirnya sudah mengumumkan ada 18 parpol yang tidak lolos verifikasi administrasi calon pemilu 2014 mendatang. Ke-18 parpol ini sudah gagal di proses awal yang menyebabkan mereka tidak bisa berpartisipasi dalam pemilu nanti.

18 parpol yang gagal lolos seleksi yakni, Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI), Partai Kongres, Partai Serikat Rakyat Independen (SRI), Partai Karya Republik (PAKAR), Partai Nasional Republik (NASREP), Partai Buruh, Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Republika Nusantara (REPUBLIKAN), Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI-M), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Republik, Partai Kedaulatan, Partai Bhinneka Indonesia (PBI) dan Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI).

Otomatis para tokoh yang berniat mencalonkan diri sebagai presiden 2014 pun kandas setelah partai yang dijadikan sebagai kendaraan politiknya dinyatakan gagal oleh KPU. Saia saja tokoh yang gagal mengikuti pemilu 2014 nanti?

1. Ryaas Rasyid
Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid yang tergabung ke dalam Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan pun harus melupakan mimpinya sejenak untuk mencalonkan diri pada pemilu 2014 nanti.

Pria kelahiran Gowa, 17 Desember 1949 ini pernah menjabat sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada era kepemimpinan Gus Dur.

2. Sukmawati Soekarnoputri
Sukmawati Soekarno putri merupakan anak paling bungsu di keluarga Soekarno. Wanita yang bernama lengkap Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri ini adalah Ketua Umum Partai Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI-M).

Salah satu ciri yang melekat dalam diri perempuan kelahiran Jakarta, 26 Oktober ini adalah selalu berbusana dan mengenakan aksesoris bergaya etnik.

3. Erros Djarot
Erros Djarot adalah Ketua Umum Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI). Erros dikenal sebagai nasionalis sejati dan ia pun dikenal sebagai budayawan.

Pria yang merupakan adik dari Slamet Rahardjo pernah bergabung bersama PDI-P dan dikenal paling getol untuk mendorong Megawati   untuk menjadi ketua umum partai bergambar kepala banteng tersebut.

4. Tommy Soeharto
Hutomo Mandala Putra atau yang biasa dikenal dengan Tommy Soeharto ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina di Partai Nasional Republik. Sebelum membentuk Nasrep, Tommy sebelumnya bergabung dengan Partai Golkar, yang pernah pernah dipimpin ayahnya, Ia pun pernah mencalonkan diri sebagai ketua umum Golkar namun kalah suara dari Aburizal Bakrie.

5. Sri Mulyani
Sri Mulyani merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Wanita kelahiran Bandar Lampung, 26 Agustus 1962 ini selalu digadang-gadang bakal menjadi capres RI. Sri bergabung bersama Partai Serikat Rakyat Independen (SRI). | merdeka.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Kisah Pengantar 50 Ton Beras Pesanan Jokowi Dari Solo

Kisah Pengantar 50 Ton Beras Pesanan Jokowi Dari Solo - Usai meninjau lokasi banjir di Bundaran HI dan Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) langsung kembali ke rumah dinas di Jalan Taman Suropati No 7, Jakarta Pusat.

Namun, sekitar pukul 17.30 WIB ada sebuah truk besar warna biru mengangkut beras berada tepat di dekat rumah dinas Jokowi. Ternyata, Jokowi memesan beras sebanyak 50 Ton langsung dari Solo, tetapi yang datang baru 20 Ton beras.

"Dia beli sendiri. 20 ton (saat ini) dibagi dua kloter, harga beras per kilo Rp 8.000. Ini beli dari Solo. Langsung didistribusikan ke lokasi," ujar pedagang beras asal Solo Billy Haryanto di kediaman Jokowi, Kamis (17/1) sore.

Menurutnya, pengantaran beras dilakukan dua kloter, kloter pertama sebanyak 20 Ton dengan membutuhkan waktu pengiriman dua hari dari Solo ke Jakarta. Billy merupakan pedagang beras langganan Jokowi sejak 5 tahun lalu.

"Langganan sudah 5 tahun. Ini sudah sering antar ke Jakarta semenjak jadi gubernur. Dia berlangganan sama saya sejak zaman wali kota Solo," jelasnya.

Pemesan ini dilakukan sejak dua hari lalu melalui telepon ajudan Jokowi. Jenis beras yang dipesan adalah IR 64 harga Rp 8 ribu/ per kilo.

"Kalau harga ya kita ikutin harga pasar saja,"katanya.

Billy yang mengenakan jaket kulit warna hitam dengan mengenakan kemeja motif batik warna hitam kecokelatan mengatakan sistem pembayaran dilakukan secara langsung melalui sistem transfer.

"Itu langsung dibayar, sistem transfer, begitu pesan dia langsung bayar," tandasnya. | merdeka.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Misteri Mimpi Soekarno Pindahkan Ibu Kota Ke Palangkaraya

Misteri Mimpi Soekarno Pindahkan Ibu Kota Ke Palangkaraya - Jakarta sebagai ibu kota negara kini sudah tidak ideal lagi. Kota ini menyimpan segudang masalah. Mulai dari kemacetan akut, kepadatan penduduk, pembangunan tak terencana hingga banjir yang selalu mengintai jika musim hujan datang.

Presiden Soekarno pada tahun 1950-an sudah meramalkan Jakarta akan tumbuh tak terkendali. Soekarno dulu punya mimpi memindahkan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Mengapa Palangkaraya? Ada beberapa pertimbangan Soekarno. Pertama Kalimantan adalah pulau terbesar di Indonesia dan letaknya di tengah-tengah gugus pulau Indonesia. Kedua menghilangkan sentralistik Jawa.

Selain itu, pembangunan di Jakarta dan Jawa adalah konsep peninggalan Belanda. Soekarno ingin membangun sebuah ibu kota dengan konsepnya sendiri. Bukan peninggalan penjajah, tapi sesuatu yang orisinil.

"Jadikanlah Kota Palangkaraya sebagai modal dan model," ujar Soekarno saat pertama kali menancapkan tonggak pembangunan kota ini 17 Juli 1957.

Satu hal lagi, seperti Jakarta yang punya Ciliwung, Palangkaraya juga punya sungai Kahayan. Soekarno ingin memadukan konsep transportasi sungai dan jalan raya, seperti di negara-negara lain.

Soekarno juga ingin Kahayan secantik sungai-sungai di Eropa. Di mana warga dapat bersantai dan menikmati keindahan kota yang dialiri sungai.

"Janganlah membangun bangunan di sepanjang tepi Sungai Kahayan. Lahan di sepanjang tepi sungai tersebut, hendaknya diperuntukkan bagi taman sehingga pada malam yang terlihat hanyalah kerlap-kerlip lampu indah pada saat orang melewati sungai tersebut," kata Soekarno.

Untuk mewujudkan ide itu Soekarno bekerjasama dengan Uni Soviet. Para insinyur dari Rusia pun didatangkan untuk membangun jalan raya di lahan gambut. Pembangunan ini berjalan dengan baik.

Tapi seiring dengan terpuruknya perekonomian Indonesia di awal 60an, pembangunan Palangkaraya terhambat. Puncaknya pasca 1965, Soekarno dilengserkan. Soeharto tak ingin melanjutkan rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan. Jawa kembali jadi sentral semua segi kehidupan.

Kini Jakarta makin semrawut, sementara pembangunan di Palangkaraya berjalan lambat. Hampir tak ada tanda kota ini pernah akan menjadi ibukota RI yang megah.

Hanya sebuah monumen berdiri menjadi pengingat Soekarno pernah punya mimpi besar memindahkan ibukota ke Palangkaraya.| iniunik.blogspot.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Farhat Abbas: Mendingan Robot Yang Pimpin DKI Ketimbang Jakowi-Ahok

Farhat Abbas: Mendingan Robot Yang Pimpin DKI Ketimbang Jakowi Ahok - Pengacara Farhat Abbas lewat akun twitter-nya @farhatabbaslaw terus saja berkicau tentang Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan dalam tweet-nya hari ini, Minggu (13/1) juga menyebut-nyebut duet Ahok, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi.

“@7521_s mending robot yg pimpin DKI daripada jokosolo Dan Ahok ” Ahok tetap Cina Aja digede2 in Dan ga Bisa Ahok redam,,” Kicauan itu dia tulis pada pukul 8:50, Minggu 13 Januari 2013.

Beberapa menit sebelumnya, yaitu pada pukul 8:43, Farhat menulis, “Anton medan, jusuf Hamka ramdhan Dan jokosolo printis Isu rasis dg membuat laporan palsu ttg rasis, (sejarah Indonesia Cina nanti )”

Suami dari penyanyi era 1980-1990-an Nia Daniaty itu juga menulis, “Setuju kah anda dg jokosolo membagi bagi kan parcel kpd Rakyat secara langsung disaat KPK menganggap parcel adalah budaya korupsi?” Tweet itu dia tulis pada pukul 8:38.

Entah apa maksudnya, pada pukul 8:36, Farhat menulis, “Turun kan Ahok emosional ! Turunkan emosinya!”

Kicauan Farhat ini seperti melanjutkan kicauannya pada Sabtu (12/1) yang menyebut-nyebut nama Ahok.

“Kalo gue Presiden ! Gue suruh Kapolri usut Si Ahok yg nuduh polisi jual plat Mobil ke Tetangga2 Ahok yg org Cina! Betul ga tuh mulut Ahok?!” (7:49 AM – 12 Jan 13). Begitu yang tertulis di timeline akun twitter Farhat.

Sebelumnya, pada Kamis (10/1), Farhat sempat meminta maaf kepada Ajok terkait dengan kicauannya yang dinilai rasis di Twitter.

“Pak Wagub Ahok yg bijaksana! Minta maaf ya , tks anda tak sensi , Kita tutup masalah plat nomor Mobil, slmt berkarya” tgu kritik sy yg lain,” tulis akun @farhatabbaslaw milik Farhat, yang dipajang pada Kamis, pukul 10:19 (10/1).

Permintaan maaf tersebut terkait dengan kicauan Farhat yang meributkan plat nomor Wakil Gubernur yang dipakai pengusaha. Kicauan dengan nada SARA itu akhirnya membuat sejumlah pihak balik memprotes Farhat.

“Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke org Umum katanya! Dasar Ahok plat Aja diributin! Apapun platnya tetap C****!” Begitu tulis Farhat, pengacara yang berniat menjadi calon presiden pada 2014, Rabu 9 Januari 2013. | kabar24.com
Admin:
ni orang cari sensasi aja mo nyalon presiden kok ngomong g pakek tata krama. kalau saya jadi presiden, orang kayak gini ni yang perlu dibumi hanguskan. gini kok pengacara.... "Pengangguran Cari Acara", acara ya jadi pengacau.....
Baca Selengkapnya ... »»  

Debat Membahas Twiter, Farhat Abbas Vs Anton Medan

Debat Membahas Twiter, Farhat Abbas Vs Anton Medan - Debat TV One membahas soal Twitter Farhat Abbas, Senin (13/1/2013) malam, berlangsung seru. Dalam debat tersebut, dihadiri pengacara Farhat Abbas dan Anton Medan sebagai pihak pelapor.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang sebelumnya ditantang Farhat lewat akun Twitter @farhatabbaslaw tidak hadir.

Diskusi tersebut berlangsung panas. Sejumlah pengamat hukum, praktisi hingga pengamat IT juga ikut hadir memberikan penilaiannya soal kasus kicauan Farhat Abbas yang dinilai menghina Ahok dan berbau rasis di Twitter.

Pada beberapa kali kesempatan saat pengamat memberikan penilaian yang “memihak” Farhat Anton Medan sempat terpancing emosinya. Bahkan dia sempat maju keluar dari podium pembicara.

Dalam diskusi itu, Farhat kembali menyatakan permintaan maafnya kepada masyakat. “Jadi kepada kelompok etnis tertentu saya minta maaf. Saya tidak ada niat apa-apa. Mudah-mudahan ini tidak diperpanjang. Karena Twitter tersebut niatnya bukan untuk etnis China. Tetapi hanya pada Ahok,” jelasnya.

Atas pernyataan tersebut, Anton Medan pihak pelapor Farhat ke Polda Metro Jaya menegaskan etnis China bukan hanya Ahok. “Saya 18 tahun dipenjara bolehkan saya tobat. Jangan kamu menghina saya di Twitter, hukum rimba pun bisa dilakukan. Proses hukum harus proses berjalan,” tegasnya.

Saat Host acara Alvito Deanova mempersilakan Farhat dan Anton Medan mendekat. Keduanya tetap pada pernyataannya masing-masing dan masih terlihat emosi. Namun, begitu acara ditutup oleh host, keduanya bersedia bersalaman.

Atas diskusi tersebut, sejumlah Twitter yang me-mention @tvOneNews memberikan komentar mengenai jalannya diskusi. Akun AlxJerry menulis, Farhat abbas menjual sensasi hanya u kepentingan pribadi sbg sara, Cukup Hukum dg UU ITE dan UU Anti Diskriminasi Ethis n Ras

Rositasusi menulis, “tatakrama sopan santun etika tetep hrs dijaga bkn hanya didunia nyata tp jg didumay,bebas tp ada btsan #debat@tvOneNews

lutfiano21, “Ini debat live Farhat vs Anton Medan @tvOneNews kok seperti mau berantem ya?” Alfin_Tjandra, “ mau jadi org no 1 Indonesia? Koq cemen yah pemikirannya?” | solopos.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Baliho Capres Farhat Abbas Serukan Sumpah Pocong

Baliho Capres Farhat Abbas Serukan Sumpah Pocong - Farhat Abbas, pengacara yang belum lama tersandung masalah akibat menghina Ahok, kini ‘mejeng’ di beberapa titik di jalan-jalan Jakarta. Seperti di ruas jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Di Baliho, nama dan foto Farhat Abbas terpampang sebagai calon presiden (capres) muda yang berani sumpah pocong. Sebagai warga negara, siapapun berhak menjadi Presiden. Prinsip inilah yang dianut Farhat Abbas. Advokat muda ini sejak lama memantapkan untuk maju di Pemilihan Presiden 2014.

“Aku bukan Jawa, Sunda, atau Sumatra, tapi aku orang Indonesia. Saya semangat maju di Pilpres 2014 karena ada kesempatan yang terbuka untuk semua masyarakat Indonesia,” ujar Farhat di Jakarta, Rabu (26/12/2012) lalu.

Menurut Farhat, Indonesia adalah negara yang repot ketika memilih seorang pemimpin. Farhat pun sudah menyiapkan visi dan misi sebagai orang nomor satu di Indonesia.

“Saya akan sumpah pocong untuk bersumpah untuk tidak korupsi. Mungkin cara saya ini dianggap terlalu miring atau musrik. Tapi bagi saya tidak. Ini penting agar tidak berani berbohong dan korupsi. Efeknya, nanti mereka para pejabat berpikir kalau mau korupsi,” tutur Farhat. | jadiberita.com
Admin:
ya anda g Korupsi, tapi bawahan anda yang korup bos....!!! emang orang pemerintahan anda sendiri?? bagaimana dengan Pemerintahan daerah??....
Presiden kok tukang nyela... Memberikan kritisi tanpa solusi... PROVOKASI tu bos!!!!!
Baca Selengkapnya ... »»  

Farhat Abbas: Program Sumpah Pocong Untuk Jadi Capres

Farhat Abbas: Program Sumpah Pocong Untuk Jadi Capres - Rupanya Farhat Abbas memang seorang pengacara yang berencana menjadi calon presiden (Capres) dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

Tidak peduli siapa saja yang akan menjadi lawannya nanti, pengacara yang juga suami dari Nia Daniati ini mengaku telah menyiapkan segalanya untuk bertempur di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti.

Bahkan, lawannya si Raja Dangdut Rhoma Irama juga bukan merupakan sosok besar yang membuatnya takut dan menyerah. Walupun Rhoma juga berencana mencalonkan diri menjadi Presiden, Farhat tidak akan gentar. Pengacara ini sangat percaya dengan program yang dibuatnya.

“Ini persaingan. Bang Rhoma punya gitar untuk bernyanyi, tapi saya punya program riil. Sumpah pocong untuk tidak KKN dan gerakan aku Indonesia,” kata Farhat jepada Detik.com, Minggu, 13 Januari 2013.

Farhat juga menilai bahwa Rhoma sudah terlalu tua untuk memimpin, menurutnya di tahun 2014 nanti adalah tahun saat generasi muda mengambil alih kepemimpinan. Ia juga menilai setiap amanah yang diberikan kepada pemimpin bangsa Indonesia selama ini tidak dijalankan dengan baik.

Disinggung soal safari yang dilakukan Rhoma Irama ke para ulama dan kyai, Farhat bercerita bahwa ia lebih banyak melakukan safari ke daerah konflik dan bermasalah seperti Aceh, Poso, serta daerah lain.

Walau belum diketahui dari partai mana ia akan berangkat mejadi Capres namun Farhat telah memiliki visi untuk memajukan seni budaya bangsa.

Bahkan kini, baliho pencalonan diri Farhat Abbas menjadi Calon Presiden 2014 juga sudah terpasang di salah satu titik daerah Ciputat, Tangerang Selatan, tepatnya pada jarak 100 meter dari Pasar Ciputat.

Dengan berapi-api, Farhat menyatakan dirinya siap untuk disumpah pocong jika menjadi Presiden Indonesia nanti. Menurut Farhat, sumpah pocong adalah bagian dari budaya Indonesia yang bisa menjadi senjata tangguh agar pejabat tidak bermain dengan korupsi. | ciricara.com
Baca Juga:
Kritik Jokowi Ahok, Farhat Abbas : Orang Miskin Tidak Perlu Dipelihara.
Inilah Beberapa Kritikan Pedas Farhat Abbas Pada Jokowi - Ahok di Twitter.
Farhat Abbas: Saya Pantas Jadi Capres, Karena Selamatkan Terpidana Narkoba Dari Hukuman Mati.
Baca Selengkapnya ... »»  

Misteri Kumis Pada Setiap Pejabat Menpora Indonesia

Misteri Kumis Pada Setiap Pejabat Menpora Indonesia - Tradisi kumis di Kursi Menpora makin terasa, ketika tiga pemangku jabatan Menpora terakhir memiliki ciri kumis tebal. Mereka adalah Adhyaksa Dault, Andi Mallarangeng, dan terbaru Roy Suryo.

Berbagai komentar pun mengalir soal Menpora yang identik dengan kumis. Komentar deras bermunculan di Twitter, salah satunya dari atlet nasional Taufik Hidayat.

"Wah sekarang Kalo mau jadi Menpora harus berkumis ya hahahahaha," canda Taufik di akun Twitter resminya.

Komentar juga muncul dari politisi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi yang sempat dielus sebagai kandidat Menpora. Seraya memberi selamat kepada Roy Suryo, Achsanul berujar, "Mungkin kumis saya kurang tebal, jadi tidak terpilih,'' seloroh Achsanul.

Apapun itu, terpilihnya kembali Menpora berkumis, membuat jumlah menteri berciri fisik kumis di Kabinet Indonesia Bersatu II tetap berjumlah empat orang.

Mereka adalah Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, dan si kumis terbaru Roy Suryo. | unikgaul.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Farhat Abbas: Saya Pantas Jadi Capres, Karena Selamatkan Terpidana Narkoba Dari Hukuman Mati

Farhat Abbas: Saya Pantas Jadi Capres, Karena Selamatkan Terpidana Narkoba Dari Hukuman Mati - "Saya ini lawyer yang berhasil menyelamatkan 4 terpidana dari eksekusi mati, jadi bukan hanya modal ganteng saja," kata Farhat saat dihubungi, Minggu (13/1/2013).

Keempat terpidana kasus narkoba yang lolos dari hukuman mati adalah Meirika Franola alias Ola, Tan Duc Tan Nguyen, Si Yi Chen, dan Mathew James Norman. "Yang terakhir itu warga Australia," sebutnya.

Menurut Farhat, kepiawaiannya mendampingi klien dalam perkara hukum harus jadi catatan penting bagi masyarakat untuk memilih capres nantinya.

"Saya kan lawyer yang sudah menyelamatkan terpidana yang harusnya eksekusi mati. Ini bukti saya sebagai anak muda bisa berbuat sesuatu. Gol Maradona saja dibilang tangan Tuhan, apalagi saya yang sudah menyelamatkan 4 terpidana pantas jadi capres," beber suami Nia Daniati ini.

Farhat menambahkan, keinginannya menjadi capres bukan candaan. Dirinya berkomitmen untuk menegakkan hukum termasuk mengembangkan seni dan budaya Indonesia.

"Program sumpah pocong untuk anti KKN itu harus didukung dong. Itu komitmen saya kalau jadi presiden, karena pemimpin harus tegas," ujar suami Nia Daniati ini. | iniunic.blogspot.com
Admin Madiun Kingdom :
Ntar kalau si farhat ini jadi Presiden, Narkoba gak ada hukumannya malah... jadi bebas di jual belikan... lha wong mau jadi Presiden kok ngomongnya gak pakek tata krama... boso jowo ne "Kladhok Wani Kurang Dugo"..
Baca Selengkapnya ... »»  

Inilah 3 Ibu Negara Paling ‘Stylish’ di Dunia

Inilah 3 Ibu Negara Paling ‘Stylish’ di Dunia - Ingatkah anda dengan mendiang Puteri Diana? Ya, dia adalah mantan istri dari calon raja Inggris, Pangeran Charles. Semasa mendampingi Pangeran Charles, Diana begitu dipuja karena kecantikannya dan gaya berbusana yang baik. Tidak heran, ia begitu digemari para desainer yang berlomba-lomba mengirimkan busana kepadanya dan berharap Diana mau mengenakannya.

Tidak hanya Puteri Diana, ada beberapa istri dari pemimpin dunia lainnya yang juga tidak kalah cantik dan menarik. Mereka semua memiliki kesamaan yaitu pandai dalam memilih busana yang dikenakan untuk mendampingi suami mereka bertugas. Lantas siapa saja tiga ibu negara terbaik pilihan? Berikut rangkumannya.

1. Ratu Rania, Jordania

Ratu Rania tidak hanya cantik, ia juga pintar dan bersahaja. Karena inilah, majalah Forbes memasukkan namanya dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia. Gaya berdandan Ratu Rania sangat menarik. Ia memadukan gaya berbusana modern dengan sentuhan tradisional khas negaranya.

Tidak hanya cantik, istri dari Raja Abdullah ini juga peduli sesama. Ia berjuang untuk pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di Jordania serta memperjuangkan kesetaraan gender.

2. Carla Bruni Sarkozy, Prancis
Carla Bruni Sarkozy adalah istri dari mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Ia merupakan mantan model dan sempat menjadi model dengan bayaran tertinggi ketika masa jayanya. Ketika masa gemilangnya sebagai model sudah berkahir, ia beralih ke dunia music dan mendapat kesuksesan besar sebagai penyanyi.

Carla Bruni terkenal dengan gayanya yang stylish dan elegan. Ia mampu memadukan tren yang sedang berkembang tanpa perlu takut kehilangan wibawanya sebagai ibu negara.

3.Michelle Obama, Amerika Serikat
Siapa yang tidak mengenal wanita yang satu ini? Semenjak suaminya, Barrack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam sosoknya langsung mendunia, Michele langsung dikenal. Semenjak hari pertamanya menjabat sebagai ibu negara, hampir setiap hari media membahas mengenai gaya berbusana wanita yang satu ini.

Michelle Obama terkenal dengan pilihan desainernya yang unik. Pada malam inagurasi Presiden Obama, Michelle memilih desainer dari Kuba untuk merancang gaunnya. Selain itu, Michelle Obama kerap mengakui ia senang memakai perhiasan palsu seperti mutiara plastik. Gaya berbusana tersebut membuat Michelle dianggap membumi dan mudah untuk ditiru siapapun yang mengidolakannya. | jadiberita.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Mitos: Presiden 2014 Terpilih Namanya Berakhiran "TO"

Mitos: Presiden 2014 Terpilih Namanya Berakhiran "TO" - Masih ingat penggalan sastra jawa kuno menyoal mitos kepemimpinan. Nama-nama mereka yang tampil sebagai pemimpin dimitoskan oleh sepenggal kalimat pendek "NOTONAGORO".

Nah, berturut-turut figur yang tampil pun kebetulan namanya persis sama. Soekarno (No), Soeharto (To). Tapi kemudian terjadi kecelakaan sejarah, dimana yang jadi presiden adalah BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.

"Tiga presiden Indonesia terakhir merupakan babad goro-goro. Jadi, penggalan kalimat Nagoro itu batal," kata Ketua President Center, Didied Mahaswara, ketika berbicara soal mitos dan perpolitikan di tanah Jawa, Jumat (1/6) siang.

Jadi, lanjut Didied, karena tiga presiden terakhir dinilai menyalahi pakem, hitungannya kembali lagi dari awal. Dan kalimat awal dimulai lagi oleh Susilo Bambang Yudhoyono (No).

"Setelah itu, maka mitosnya kembali lagi ke awalan To,'' terangnya.

Didied menambahkan, bagi sebagian kalangan mitos tersebut bisa dianggap main-mainan belaka. Namun, dia coba meyakinkan, tak sedikit juga yang menghubungkan itu dengan situasi yang dihadapi saat ini.

Didied menambahkan, Capres yang memiliki akhiran penggalan To sendiri dalam Pemilu 2014 setidaknya ada dua orang, yaitu Djoko Suyanto dan Prabowo Subianto.

Khusus mengenai tampilnya Djoko Suyanto, Didied berpendapat, Menko Polkhukam ini diprediksi bakal masuk melalui kendaraan Partai Demokrat. Alasannya, lanjut dia, karena Djoko Suyanto memang dikehendaki Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.

"Diantara berbagai kandidat yang ada, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina PD tentu memiliki suara dominan untuk mencalonkan kandidat Capres. Dan Djoko Suyanto merupakan kandidat yang paling senior di kabinet karena duduk dalam portofolio Menko,'' terangnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman mengungkapkan, semua menteri-menteri SBY berpeluang dicalonkan sebagai kandidat Capres pada tahun 2014 oleh Partai Demokrat. Alasannya, para menteri itu merupakan jabatan politis sehingga memiliki peluang yang besar.

Apakah presiden mendatang adalah PRABOWO SUBIANTO atau WIRANTO..??
"Wallohua'lam......"
Baca Selengkapnya ... »»  

Foto: Uji Coba Mobil Ferarri Listrik Dahlan Iskan Tabrak Tebing

Foto: Uji Coba Mobil Ferarri Listrik Dahlan Iskan Tabrak Tebing - Mobil listrik ‘Ferrari’ Tucuxi yang dikemudikan Dahlan Iskan mengalami kecelakaan. Kecelakaan terjadi di Desa Ngerong, Karanganyar, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (5/1). Mobil ‘Ferrari’ ala Dahlan ini sedang melakukan uji coba perjalanan jarak jauh dari Solo, Jawa Tengah menuju Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Kapolres Magetan Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Santosa, Menteri BUMN Dahlan Iskan yang berada dalam mobil yang mengalami kecelakaan tersebut selamat. Pada perjalanan tersebut, mobil Tucuxi yang didesain seperti Ferrari oleh anak bangsa itu sedang menjalani tes tempuh jalan jarak jauh dari Solo, Jawa Tengah, menuju Surabaya, Jawa Timur. Tucuxi dilaporkan hancur.

Mobil milik Dahlan Iskan itu mengawali uji coba 1.000 kilometer di Kota Solo, Sabtu (5/1) hari ini. Pada tahap awal, mobil itu akan menempuh rute Solo-Surabaya yang berjarak sekitar 250 kilometer. Lokasi start uji coba di Jalan Kebangkitan Nasional yang berada di belakang Stadion Sriwedari.

Mobil listrik itu berjalan dari Solo ke Magaten melewati Tawang Mangu dan Sarangan berjalan mulus sejak Solo. Saat menuju Tawang Mangu, mobil model Tucuxi ini mampu melewati tanjakan Tawang Mangu dan Cemoro Sewu yang terkenal tinggi dengan mulus.

Namun ketika menuruni lereng timur Gunung Lawu, setelah melewati turunan paling tajam di Sarangan, rem yang semula berfungsi baik tiba-tiba mengalami masalah. Dahlan yang mengemudikan mobil tersebut sejak dari Solo mengambil keputusan menabrakkan mobil Tucuxi ke tebing di kanan jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yg bisa melukai pengendara yang lain.

Setelah menabrak tebing, mobil masih berjalan menabrak tiang listrik dan berhenti persis di depan kendaraan depannya, mobil jenis Panther di kanan jalan.
“Kalau tidak saya tabrakkan ke tebing, mobil akan makin meluncur kencang dan akan membahayakan orang lain,” ujar Dahlan.
Seluruh rombongan yang mengikuti Dahlan menyaksikan kejadian tersebut, dan mengkhawatirkan kondisi Dahlan dan pendampingnya yang ahli teknologi mobil listrik, Riki Nelson.

Setelah memeriksa dari depan mobil, tampak dengan jelas atap depan dan kacanya hancur lebur. Rombongan melihat Dahlan tetap di tempat duduknya, dan setelah dikerubungi banyak orang diketahui Dahlan tidak mengalami masalah maupun luka.
“Nyaris tidak sedikit pun luka dalam maupun luar,” tambahnya.
Masih dalam posisi terperangkap dalam mobilnya, Dahlan meminta agar rombongan memastikan tidak ada kendaraan lain yang tertabrak apalagi terluka. Setelah diketahui tidak terjadi kecelakaan yang lain akibat kecelakaan tersebut, Dahlan baru turun dari mobilnya, lalu memutuskan melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Takeran dengan mobil yang lain. | uniqpost.com

Berikut adalah foto Mobil listrik Tucuxi ‘Ferrari’ Dahlan Iskan sebelum kecelakaan yang kami dapat dari berbagai sumber:

Baca Selengkapnya ... »»  

Inilah 5 Kisah Menarik Dari 'Blusukan Presiden SBY'

Inilah 5 Kisah Menarik Dari 'Blusukan Presiden SBY' - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (4/1) melakukan “blusukan” ke Kampung Nelayan di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten. Ini merupakan hal yang tidak biasa dilakukan oleh presiden yang akrab disapa SBY ini. Pasalnya selama masa jabatannya sebagai presiden baru kali ini SBY melakukan “blusukan” untuk menemui warganya.

Banyak yang menduga kegiatan yang dilakukan oleh SBY ini meniru gaya Gubernur Jokowi yang terkenal dengan gaya “blusukan” yang biasa dilakukan mantan walikota Solo tersebut.

Selama kunjungannya ke Kampung Nelayan, terdapat kisah-kisah menarik yang unik dan jarang dilakukan oleh SBY. Kegiatan apa sajakah itu? Cekidot!!

1. SBY Pidato di Atas Kursi
Tiba-tiba saja SBY bergerak ke kerumunan warga Kampung Nelayan yang masih kaget dan bingung akan kedatangan sang presiden. Seketika terlihat SBY nampak berusaha berdiri di atas kursi. Para warga, paspampres, sekretaris, dan seluruh jajaran yang mendampingi SBY pun bingung sebenarnya apa yang akan dilakukan presiden?

Ternyata, di atas kursi SBY melakukan pidato panjang di hadapan warga. ”Hari ini saya berkunjung ke tempat ini bersama Ibu Negara, dan lain-lain untuk melihat dari dekat tempat ini dengan tujuan untuk membantu agar kehidupan para nelayan dan bapak ibu sekalian lebih sejahtera lagi,” ujar SBY.

2. Kunjungan SBY Sempat Dikira Baksos
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Brigjen TNI Doni Monardo mengatakan, para warga mengira kunjungan SBY kali ini ialah merupakan bakti sosial yang akan dilakukan TNI, hal itu karena warga sebelumnya mendapat kabar bakal ada bakti sosial TNI di lokasi.

“Sampai ada ibu-ibu teriak, SBY dateng, SBY dateng. Jadi makin ramai deh,” kenang Doni.

3. Nelayan Ditunjuk Temani SBY
Salah seorang warga Kampung Nelayan bernama Tagor langsung ditunjuk oleh Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Brigjen TNI Doni Monardo. Tagor diminta untuk menjelaskan mengenai keadaan kampung. Saat itu juga warga Kampung Nelayan tersebut masih kebingungan dengan apa yang harus dilakukannya.

4. SBY Melintas, Warga Masih Asyik Mandi di Kali
Saat rombongan SBY menelusuri jalan-jalan yang ada di Kampung Nelayan, terlihat warga yang masih menggunakan kali untuk mandi dan mencuci. Mereka pun terlihat tak menghiraukan bahwa ada presiden yang sedang melintas di hadapan mereka.

5. Bupati dan Kepala Desa Telat Datang
Bupati Tangerang Ismet Iskandar dan Kepala Desa Tanjung Pasir Tamrin yang tidak tahu perihal kedatangan presiden di wilayahnya pun datang terlambat. Saat itu SBY ingin kedua pejabat tersebut mendengar keluhan langsung dari warga, namun yang bersangkutan belum hadir. | Merdeka.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Baju Kotak-kotak Jokowi Jadi Tren Fesyen Seleb Hollywood

Baju Kotak-kotak Jokowi Jadi Tren Fesyen Seleb Hollywood - Memasuki tahun yang baru biasanya diikuti dengan penampilan yang baru. Tidak heran, ketika libur tahun baru telah usai, kita melihat teman-teman memiliki gaya yang berbeda. Jika anda ingin bergaya seru dan mengikuti tren, tengok saja selebriti Hollywood yang kini sedang demam bergaya Jokowi ‘Style’.

Ya, di kalangan seleb Hollywood yang gaya berdandannya selalu ditiru oleh fans di berbagai belahan dunia kini sedang tren busana seperti Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Seperti diketahui gubernur yang satu ini begitu suka mengenakan kemeja kotak-kotak sampai menjadi tren saat musim kampanye lalu.

Tidak jauh berbeda dengan di Jakarta, busana kotak-kotak juga menjadi tren di Hollywood. Gaya ini begitu populer terbukti dari hasil foto para paparazzi yang menangkap sejumlah selebriti papan atas Hollywood seperti Anne Hathaway dan Taylor Swift mengenakan busana tersebut.

Jika anda ingin meniru gaya ini, pilihan padu padan yang bisa dilakukan sangat beragam, sehingga dijamin tidak akan ’mati gaya’ dengan busana kotak-kotak ini. Untuk acara santai, memadukan busana kotak-kotak dengan celana jeans akan membuat anda terlihat energik dan casual.

Untuk penampilan yang lebih seksi, gunakan kemeja kotak-kotak yang sesuai ukuran tubuh lalu buka kancing atas untuk memberi kesan seksi. Memadukan kemeja kotak-kotak dengan legging dan sepatu boot  juga wajib anda coba. Untuk pilihan aksesori, menambahkan syal atau topi koboi dijamin membuat JBers menjadi semakin modis. Selamat bergaya! | jadiberita.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Rhoma Irama: "Saya Merasa Berdosa Kalau Tidak Nyapres"

Rhoma Irama: "Saya Merasa Berdosa Kalau Tidak Nyapres" - Rhoma Irama menyatakan merasa berdosa jika tidak mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014. "Saya tidak mencalonkan diri, tetapi didorong untuk menjadi calon presiden oleh umat dan ulama sehingga hal itu menjadi amanat dari Allah. Maka, saya akan berdosa jika menolaknya," katanya di Semarang, Rabu 2 Januari 2013.

Hal tersebut diungkapkan Rhoma Irama saat berada di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sebelum berkunjung ke Radio Soneta di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Dan saat ditanya apakah kunjungannya ke Kota Pekalongan untuk menggalang dukungan pencalonan dirinya sebagai presiden, Rhoma membantahnya. "Saya ke Pekalongan untuk bersilaturahmi dengan para ulama setempat sekaligus mohon petunjuk dan nasihat yang terbaik untuk saya serta bangsa ini, bukan mencari dukungan," ujarnya.

Saat disinggung dengan penolakan DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah atas pencalonan dirinya sebagai presiden pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI 2014, ia menganggap itu adalah hal yang biasa dalam dunia politik.

"Pro dan kontra itu biasa dalam suatu organisasi politik. Dan, mengenai hal itu (penolakan DPW PKB Jateng) biar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar yang memberikan pernyataan," tuturnya.

Raja Dangdut ini mengaku dalam posisi "nothing to lose" saat maju sebagai calon presiden pada pemilu mendatang. "Jabatan presiden itu tanggung jawab yang berat dan saya hanya tunduk pada takdir Allah," ujarnya.

Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Jateng Joko Hadiwidjoyo menyambut baik rencana Rhoma Irama maju pada Pilpres 2014. "Rhoma Irama ikut mencalonkan diri sebagai calon presiden itu memberikan warna baru pada Pilpres 2014. Dan, sebagai sesama seniman, saya mendukung penuh," katanya saat ikut menjemput Rhoma Irama di bandara.

Kedatangan Rhoma Irama di Bandara Ahmad Yani Semarang disambut puluhan pendukungnya dari berbagai organisasi, seperti Fahmi Tamami Jateng, Jamaah Thariqah, dan PAPPRI Jateng. | memobee.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Inilah 5 Politisi Yang Sering Mengkritik Kebijakan Jokowi

Baru menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi langsung ‘tancap gas’ membuat banyak gebrakan baru, seperti mengeluarkan Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), kampung deret, pemberlakuan aturan pelat nomor ganjil genap dan hibah 1.000 bus. Yang terbaru, pria bernama lengkap Joko Widodo ini berencana membangun proyek deep tunnel (waduk raksasa bawah tanah).

Namun ‘teriakan-teriakan’ halus santer terdengar untuk ‘kuping’ Jokowi. Program Jokowi sering kali dikritik dan bahkan diganjal habis-habisan oleh lawan politiknya. Tetapi Jokowi tak gentar, dia terus berusaha menjalankan program-programnya.

Kini masyarakat tentu menunggu apakah Jokowi akan berhasil menyembuhkan sejumlah penyakit kronis di Ibu Kota. Atau sebaliknya, Jokowi akan semakin diserang oleh lawan politik, dan sedikit demi sedikit kepercayaan rakyat akan luntur.

Berikut 5 Politisi yang sering mengkritik program Jokowi:

1. Ruhut Sitompul
Politikus Demokrat Ruhut Sitompul selalu membandingkan kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dengan Jokowi. Menurutnya, Fauzi Bowo yang ahlinya Jakarta saja pusing mikir Jakarta, apalagi Jokowi.

“Ahlinya saja pusing, apalagi bukan ahlinya, bisa teler itu. Biarkan saja dulu kita tunggu buktinya,” ketus anggota Komisi III DPR Ruhut kepada merdeka.com, Rabu (24/10).

Selain itu, Ruhut dengan tegas mengkritik aksi keliling dan blusukan yang dilakukan oleh Jokowi ke berbagai kantor kelurahan, kantor kecamatan, dan pasar. Menurutnya, hal itu adalah pencitraan belaka.

“Pencitraan saja, kasihan Jakarta. Kita tunggu 1 tahun nanti, kita tunggu tanda-tandanya,” tegas Ruhut.

2. Triwisaksana
Salah satu gebrakan Jokowi untuk mengatasi banjir dan kemacetan di Ibu Kota Jakarta adalah rencana membangun proyek deep tunnel (waduk raksasa bawah tanah). Proyek tersebut bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp 16 triliun.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Triwisaksana menilai pembangunan deep tunnel tersebut merupakan progam proyek dadakan dan tidak mendesak.

“Itu kayaknya proyek dadakan, seharusnya proyek raksasa seperti itu masuk ke Rencana Jangka Menengah Daerah (RJPMD). Dan diharapkan dibuat raperda’nya lalu diserahkan ke DPRD,” kata Sani, sapaan akrab Triwisaksana di Gedung DPRD, Jakarta, Kamis (27/12).

Oleh karena itu, menurut Sani, perlu adanya pembahasan dan kajian khusus. Tanpa adanya kajian, Jokowi dinilai sembarangan dalam merencanakan proyek yang bakal menghabiskan anggaran yang tidak sedikit tersebut.

“Iya dong, itukan kajiannya panjang gak sembarangan,” tegas Sani.

Politisi PKS ini berpendapat, anggaran sebesar Rp 16 triliun tersebut adalah anggaran yang terlalu besar.

“Itukan di Malaysia, siapa tahu di Indonesia bisa lebih bisa kurang. Jangan sampai 16 triliun terbuang sia-sia. Harus disiasati secara maksimal,” terangnya.

Selain itu, Politisi PKS ini juga selalu mengkritisi akan hibah bus yang direncanakan Jokowi. Hingga saat ini DPRD masih getol menolak kebijakan tersebut lantaran tidak ada dasar hukumnya.

“Artinya hibah masih tetap ditolak. Itu belum tentu ada dasar hukumnya. Kecuali hibah untuk BUMD,” ujar Triwisaksana kepada merdeka.com, Jumat (19/10).

Jika nantinya ada dasar hukumnya, Sani menilai sebaiknya hibah tidak diberikan kepada perusahaan, tetapi kepada masyarakat langsung.

“Kalau ada dasarnya sebaiknya hibah diberikan kepada lembaga sosial, atau kepada masyarakat langsung seperti halnya subsidi tarif. Tarif TransJ itu harusnya Rp 6 ribu tetapi disubsidi jadi Rp 3.500,” terangnya.

3. Sutan Bhatoegana
Partai Demokrat memiliki kursi di DPRD dengan jumlah yang paling banyak, yakni 32 kursi. Partai berlogo Mercy ini bakal menagih semua janji Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) soal perbaikan Jakarta.

“Berikan dua atau tiga bulan dia (Jokowi) mengenal sendiri akan daerah yang dipimpinnya. Setelah mengenal, kita akan mengkritisi habis-habisan, biar main barang itu,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada merdeka.com, Selasa (30/10).

Sutan Bhatoegana menegaskan, memasuki tahun 2013 akan menjadi tahun kritikan dan sorotan dari Demokrat terhadap kinerja Jokowi.

“Kritikan membangun enggak masalah, saling mengingatkan, kan untuk kebaikan kita semua,” tegas Sutan.

Pada Pilgub DKI lalu, Jokowi mengalahkan jago dari Partai Demokrat yakni Fauzi Bowo-Nabhrowi Ramli. Sejak masa kampanye hingga sekarang menjadi gubernur, Jokowi menjanjikan perbaikan Jakarta.

4. Husein Alaydrus
Tiada hari tanpa blusukan ke kampung-kampung. Hal itulah yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta Achmad Husein Alaydrus mengatakan, blusukan ala Jokowi hanyalah pencitraan belaka. Meski sudah sering blusukan, namun persoalan mendasar warga Jakarta tidak kunjung teratasi.

“Blusukan tidak benar, buktinya warga banyak kebanjiran. Blusukan apa itu, akal-akalan saja,” kata Husein kepada merdeka.com, Minggu (23/12).

Menurut Husein, kinerja Jokowi harus disentil. Seperti soal banjir yang selama ini menyusahkan warga Jakarta, harusnya Jokowi bekerja cepat untuk mengatasi. terlebih dalam sepekan ini, Jakarta dihantui dengan banjir di sjumlah pusat kota.

“Jangan nunggu bola, tapi cari bola bagaimana banjir cepat surut,” tegasnya.

Terlebih untuk warga Jakarta yang bermukim di bantaran Kali Ciliwung, seperti Kampung Pulo, Kampung melayu, Kalibata, pasti akan kembali terendam banjir yang diprediksi datang dini hari.

“Jokowi harus bergerak cepat, kalau tidak bisa-bisa Jakarta kelelap nanti,” terang politisi Partai Demokrat itu.

5. Johny Wenas Polii
Politikus Partai Demokrat Johny Wenas Polii kerap kali melayangkan kritikan-kritikan terhadap Gubernur DKI Jakarta. Partai berlogo Mercy ini menyoroti sejumlah penyelenggaraan program unggulan, di antaranya pelayanan Pemprov DKI Jakarta dalam setiap strata pemerintahan.

“Kepengurusan izin-izin, surat keterangan tingkat kelurahan yang dapat memakan waktu lebih dari satu pekan, mohon penjelasan,” kata anggota DPRD Partai Demokrat Johny Wenas Polii.

Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menilai terjadi tumpang tindih program dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Selain itu, Johny mempertanyakan akan rencana hibah 1000 bus yang bakal dilakukan oleh Jokowi. Menurutnya, hibab tersebut tidak memiliki landasan hukum yang kuat.

“Dengan menyiapkan kurang lebih 1.000 bus sedang dan 450 armada Transjakarta, Fraksi Partai Demokrat menyarankan untuk dibuat pengkajian yang dalam agar tidak terjadi kemacetan yang lebih parah lagi,” tegas Johny.

Kemudian mengenai kampung deret, dia belum sependapat dengan pembuatan kampung kontainer di bawah jembatan. “Karena melanggar peraturan pemerintah dan dapat membahayakan pengguna jalan. Mohon penjelasan,” terangnya. | merdeka.com
Baca Selengkapnya ... »»  

Video Jokowi : PNS Wajib Memakai Pakaian Adat Betawi di Tahun 2013

Mulai Januari 2013, Pemprov DKI akan mulai menerapkan pakaian dinas busana Betawi bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta.

Tapi, pakaian dinas busana Betawi yang akan dijadikan seragam PNS ini tidak disediakan oleh Pemprov DKI melalui APBD. Melainkan, PNS DKI diminta untuk membeli sendiri seragam tersebut dengan uang pribadinya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemakaian seragam budaya Betawi akan dimulai pada Januari 2013. Dalam busana tersebut banyak sekali muatan lokal kebudayaan Betawi mulai nuansa hingga karakternya ada dalam pakaian tersebut.

Namun untuk pembelian seragam, Jokowi meminta PNS untuk membeli dengan uang pribadinya sendiri, karena Pemprov DKI tidak akan mengalokasikan anggaran untuk seragam busana Betawi tersebut.

“Ya seragamnya beli sendiri-sendiri lah. Pokoknya akan kita mulai Januari tahun depan,” kata Jokowi usai melihat 14 desain seragam betawi yang ditawarkan perancang busana Betawi Emma Amalia Agusbisri yang didampingi Ketua Umum Bamus Betawi Nachrowi Ramli di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.

Terkait hari pemakaian seragam Betawi tersebut, Jokowi merencanakan setiap hari Rabu menjadi hari seragam Betawi. Mulai dari karyawan hingga Gubernur dan Wakil Gubernur DKI wajib mengenakannya. Dari 14 desain yang diajukan, dia memilih semua desain tersebut akan digunakan sebagai seragam PNS DKI Jakarta.

Untuk itu, pihaknya akan mengeluarkan panduan pemakaian seragam Betawi di jajaran Pemprov DKI Jakarta. Sehingga keempat belas desain tersebut bisa digunakan secara bergantian. “Nanti ada panduannya. Sebentar lagi sudah disesuaikan, warnanya apa, kalau hari besar pakai seragam apa,” ujarnya.

Berikut Video Jokowi : PNS Wajib Memakai Pakaian Adat Betawi di Tahun 2013:

Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Nachrowi Ramli yang merupakan rival Jokowi saat Pemilukada DKI 2012, juga menyatakan dukungannya atas komitmen Jokowi mengangkat nilai-nilai budaya dan adat Betawi dalam kehidupan kinerja jajaran Pemprov DKI Jakarta.

“Kami bergembira bisa bertemu dengan gubernur di tengah kesibukannya. Saya melihat kepedulian beliau terhadap budaya dan adat Betawi yang tinggi. Salah satunya menjadikan busana betawi sebagai seragam dinas PNS DKI,” kata Nachrowi. | beritasatu.com
Baca Selengkapnya ... »»