Pahlawan Perang Jadi Pengemis Diolok-olok Pengguna Sosmed


PAHLAWAN YANG DIOLOK-OLOK?



Beberapa waktu lalu, foto ini sempat menjadi bahan olok-olokan di forum sosmed. Saya sebenarnya sangat tidak setuju dengan prilaku konyol itu, siapapun yang ada di foto tersebut, ia tetap orang tua yang layaknya harus kita hormati. Barusan tiba-tiba seorang memberitahu bahwa orang tua yang ada di foto itu sesungguhnya bukan orang sembarangan. Katanya,ia yang bernama Anwar adalah mantan seorang komandan kompi berpangkat Letnan yang pernah menghadapi Jepang, Inggris dan Belanda di Sumatera Selatan. Saat melakukan penyusupan ke Payakumbuh, ia tertangkap Belanda dan mengalami siksaan berat di penjara Padang (dipukuli dan disuruh minum air kencing).

Saya tidak tau saat ini nasibnya bagaimana, tapi pada 2008 lalu koran PosMetro sempat mengangkat nasib sang pejuang tersebut yang saat diwawancara berprofesi sebagai seorang pengemis di Kawasan Simpang Potong, Kota Padang. Rasanya kalau saya punya "amunisi cukup" saya ingin ke Padang dan menemuinya sekarang juga, sekadar untuk menghargai orang yang pernah menjadikan dirinya "bemper" untuk perjuangan negeri saya. Jika ada yang tau nasibnya sekarang, tolong, tolong..kasih tau saya. Terimakasih (hendijo)



Untuk tau siapa ortu ini, silakan lihat link ini ( walaupun saya agak kecewa tulisan yang ada di link tersebut "sangat kurang dan tidak jelas") http://komunitas-cinta-pejuang-indon...gemis-1_6.html

by: Hendi Johari,

TKP buat yang ingin donasi barangkali bisa menemukan dimari: Sumur

Spoiler for dari blogspot yang diarahkan kang hendijo:



Foto Asli



SENIN 28 Juli 2008, Simpang Potong, Kota Padang. Sebentuk tubuh tua ringkih, tampak terduduk lesuh. Tanpa alas di atas trotoar berwarna coklat. Tubuhnya hanya terbungkus kemeja buram. Kepalanya, juga tertutup kopiah hitam yang tampak sudah digerogoti usia. Kopiah itu, seolah setia menutupi rambutnya yang memutih.

Lelaki tua itu bernama Anwar berumur 94. Tanah Kuranji adalah tempat pertama yang menyambut kelahiran Anwar. Wajahnya keriput, dipenuhi bulu-bulu kasar berwarna abu-abu. Dengan gigi yang hanya tinggal dua, mulut Pak tua tampak komat-kamit, menyeringai. Sesekali, tangannya menengadah, pada setiap manusia yang berlalu. Berharap belas kasihan dan secarik uang untuk pengisi perutnya yang mulai minta diisi. Namun semua tampak acuh. Anwar tak putus asa, tangannya semakin dijulurkan.

Anwar tak punya rumah. Hidupnya hanya numpang di rumah warga Koto Baru, orang yang berbaik hati menampung tubuh ringkihnya. Hidup sendirian di hari tua ternyata membuat Anwar harus mengalah pada kerasnya dunia. 10 tahun sudah Anwar jadi pengemis. Hanya menengadahkan tangannya, itulah cara Anwar bertahan hidup. Maklum, usia yang hampir satu abad tak ada yang bisa dikerjakannya. Tulangnya rapuh.

Jangan tanyakan keluarga pada Anwar, sebab, itu hanya akan membuatnya menangis. "Saya tak punya keluarga. Istri saya sudah meninggal tahun 1960. Bersama bayi yang dikandungnya. Mati karena kurangnya gizi" terang Anwar. Air mata bening menjalar di pipi keriputnya.

Tak seperti pengemis lainnya, yang kebanyakan terbelakang dan tak pernah mengenyam pendidikan. Anwar lain. Tiga bahasa asing, Bahasa Jepang, Ingris dan Belanda dikuasainya. Bahkan waktu berdialog dengan POSMETRO sesekali lontaran ucapan berbahasa Belanda pun diucapkannya. Anwar fasih, lidah tuanya seakan sudah biasa melafazkan ucapan bahasa asing tersebut.

Semakin penasaran dengan "Pak Tua Simpang Potong" itu, Penulis pun mulai menjejeri langkah Anwar. Mencoba mengorek lebih dalam tentang dirinya. Siapa gerangan Anwar, sudah rapuh tapi kuasai tiga bahasa? Ada sesuatu cerita tersembunyi dari lembar hidup Pak tua dan itu membuat hasrat penasaran penulis kambuh!. Dua hari menyatroni Anwar di simpang Potong, akhirnya Penulis tahu kalau Anwar bukan pengemis sembarangan. Catatan sejarah terpampang dari celoteh Pak Tua itu.

Memang sekarang Anwar hanyalah pengemis tua yang menyedihkan. Hidupnya tak tentu arah. Tapi, jika merunut sejarah "tempo doeloe" Anwar adalah pemuda gagah yang ikut mengokang senjata melawan para penjajah. Pangkat yang disandang Anwarpun tak main-main, Letnan Satu, Komandan Kompi 3 Sumatra Bagian Selatan. Itulah daerah Anwar waktu menjabat sebagai serdadu bangsa untuk mengusir penjajah. Bukankah luar biasa "si Anwar Muda"?.

"Saya bekas tentara Sumatra Selatan. Di bawah pimpinan Bagindo Aziz Chan (Pejuang Pakistan -+) saya menjadi komandan Kompi 3 untuk berpetualang, melintasi medan demi menyerang Belanda. Tak terkira berbagai kisah pilu yang saya alami saat perang bergejolak. Tapi, untuk bangsa itu semua belum apa-apa. Hanya satu hal yang membuat kami bangga waktu pulang dari medan perang. Bangga jika membawa topi serdadu Belanda, itu jadi kebanggaan tersendiri dan membuat kita merasa terhormat,"ulas Anwar menatap kosong.
Lubang kecil bekas hantaman peluru yang menghiasi kaki kananya, menjadi bukti keikutsertaan Anwar berjuang untuk bangsa.

"Kaki ini ditembus peluru di Jalan Jakarta (sekarang bernama Simpang Presiden). Waktu itu hari masih pagi. Bangsa kita baru saja membuat perjanjian dengan Belanda (Perjanjian Linggar Jati). Tapi Aziz Chan menentang perjanjian itu. Belanda marah dan mengamuk. Menyerang membabi buta di tengah Kota. Hasilnya, ya kaki ini kena tembak waktu mau pulang ke Posko," terang Anwar.
Bukan sekali Anwar kena tembak, bahkan, pengap dan lembabnya dinding jeruji besi pun telah dua kali Anwar rasai. "Empat tahun saya dibui. Tertangkap waktu bergerilya, dari Padang dengan tujuan Payokumbuah yang waktu itu (tahun 1946) sedang bergejolak. Tapi sial, melewati Padangpanjang saya tertangkap Belanda. Waktu itu, peluru habis sementara kaki saya masih terbalut secarik kain yang menutupi lubang timah panas. Saya digiring, kaki dirantai, diberi golongan besi, " ungkap Anwar mencoba merunut kembali petualangan masa lalunya.

Di Panjang Panjang, Anwar diperlakukan tak senonoh oleh tentara Belanda. Hantaman bokong senjata, sayatan belati sampai minum air kencing "sang meneer" pun hampir tiap hari menyinggahi kerongkongan Anwar. Namun Sang Letnan tetap tegar. Kepalanya tetap tegak, walau kucuran darah dari pelipisnya tak pernah berhenti.

"Penjara dulu, bukan seperti sekarang. Dulu, tangan di ikat kawat berduri, kaki di ikat dengan rantai yang diberi golongan besi. Saban hari kena pukul. Bahkan, Untuk minum, mereka memberi air putih yang di campur kencing," celoteh Anwar.
Soal Nasiolisme, Anwar bak " Si Naga Bonar '' walau tua tapi kecintaannya pada Indonesia tak pernah surut. Terus berkobar. "Saya pernah ditanya belanda, apakah saya berjuang dan jadi tentara karena hanya sekedar kedudukan dan jabatan semata?. Saya jawab aja apa adanya, " "Aku berjuang untuk Negara, bukan kedudukan. Bila kelak aku mati di sini. Aku bangga, karena itu demi negara," ulas Anwar mengingat kembali peristiwa hidup yang masih segar dalam ingatannya.

Kemerdekaanpun sepenuhnya diraih Indonesia. Namun tak begitu bagi Anwar, tak ada penghargaan yang diterimanya. Pengorbanan dan perjuangannya yang dikibarkannya seorang Anwar seakan dilupakan. Anwar hilang di tengah gegap gempita eforia kemerdekaan. Ditambah kematian istri, seolah pembawa petaka. Anwar kehilangan semangat hidup. Sempat terjerumus ke dunia hitam. Anwar tobat. Tapi, hidup memang tak pernah berpihak pada Anwar. Semakin terlunta-lunta. Hingga jalan sebagai pengemispun jadi pilihan terakhirnya.

Tak ada tanda jasa, tak ada lencana penghormatan yang diterima Anwar dari Pemerintah. Bahkan gelar pahlawan veteranpun tak singgah pada Anwar. "Saya tak butuh apapun. Dulu, saya berjuang bukan untuk mendapatkan tanda jasa. Saya berjuang untuk negara. Tak perlu tanda jasa apalagi uang. Biarlah hidup begini, asal tak menganggu orang lain. Saya rela. Memang, angkatan saya yang ikut mengangkat senjata kebanyakan tenang dan menjalani masa tuanya dengan glamauran harta. Saya tak suka itu, bagi saya berjuang bukan untuk kemapanan masa tua, tapi untuk kemerdekaan bangsa. Biarlah orang memandang saya hina. Asal saya bisa tenang. Biarlah hanya makan sehari yang penting bangsa ini merdeka,"jawab Anwar tegar, segera berdiri, pergi minta segelas air kepada pedagang di depan Masjid AL-Mubarah, Sawahan.

Hari ini , Jumat (1/8) Penulis kembali berniat menemui Anwar. Namun, "Sang Letnan" menghilang dari Simpang Kandang. Dua onggok batu yang biasanya jadi sandaran Anwar kehilangan tuannya. Anwar raib. Padahal hari masih pagi, jarum jam baru berada di angka sembilan. Kemana Anwar?.

Kecewa dengan hilangnya Anwar, penulis mencoba menelusuri RTH (Ruang Terbuka Hijau) Imam Bonjol. Tempat biasanya Anwar tidur ketika penat datang mendera tubuh rentanya. Benar juga, tubuh renta Anwar tergolek diantara rumpun hijau Imam Bonjol. Namun ada yang lain dari penampilan Anwar hari ini. Bajunya tak hanya buram seperti kemarin, tapi lebih parah, kemeja biru yang dipakainya sudah tak berbuah. Mempertontonkan tulang-tulangnya yang kelihatan menonjol dibalut kulit keriput. Perutnya kempis. Sandalnyapun berlainan warna, hijau dan biru berbalut seutas tali plastik warna putih.

Mencoba mendekat, ternyata Anwar tertidur. Dadanya terlihat turun naik beraturan, membusung. Tulang dadanya semakin menonjol. Perlahan mata Anwar terbuka. Sesaat pandangannya kosong. "Tadi Saya pingsan nak, perut lapar. Padahal saya belum dapat apa-apa. Saya tak kuat berdiri. Untunglah ada seorang tukang becak yang kasihan pada saya. Membelikan saya sebungkus nasi telur. Tapi badan ini masih lemas," terang Anwar lesu.

Seperti sebelumnya, Walaupun tubuh rentanya masih lemah, Anwar tetap bercerita panjang lebar tentang kerasnya hidup yang dilewatinya selama 10 tahun hidup dijalanan. "Saya hanya kuat berdiri di simpang ini sampai pukul 11 siang. Tubuh ini sudah terlalu tua untuk lama-lama berdiri. Matahari terlalu garang. Berlainan benar waktu muda dulu, beratnya medan tempur selalu bisa saya taklukkan. Ah, sampai kapan tubuh ini bisa bertahan menunggu kepingan logam. Saya tak tahu," Anwar menerawang.

Perlahan, rentetan-rentetan kehidupan Anwar mulai terkuak. Celoteh panjang Anwar menguak tabir tersebut. Rupanya, Anwar juga pernah menjadi awak kapal barang berbendera Jerman. Lulus di Sekolah Sembilan (Belakang Tangsi) tahun 1930. Anwar mulai berpetualang. Dari tahun 1932 sampai 1939 Anwar berlayar. Dalam kurun waktu itu tak sedikit keragaman budaya yang dilihat Pak Tua.

"Saya lulus sekolah Belakang Tangsi 1930. Selanjutnya berlayar tujuh tahun mengelilingi Asia sampai ke Australia. Kemudian pulang untuk berjuang. Saya tak mau bersenang-senang di atas Kapal, sementara Bangsa kita sedang berjuang merebut kemerdekaan. Naluri kebangsaanlah yang memanggil jiwa ini untuk ikut berjuang,"
terang Anwar.

Anwar berpetualang, menyelusuri setiap pelosok Tanah Indonesia untuk berjuang mengusir Sang Meneer dari Indonesia. Awalnya hanya bermodalkan bambu runcing. Anwar akhirnya mendapatkan senjata rampasan dari tentara Belanda. Senjata ditangan, Anwar muda mulai merengsek. Memuntahkan pelurunya di barisan terdepan pejuang Indonesia.

"Pada awalnya tak ada senjata. Kami hanya bermodalkan bambu. Namun, dari tangan belanda yang berhasil kami bunuh, kami nisa memperoleh senjata. Dengan itulah kami menyerbu musuh. Mengambil topinya sebagai "cinderamata" dari medan tempur,";lanjut Anwar.
Hingga Akhirnya Indonesia merdeka. Belanda pergi dari tanah Bangsa. Tentu, kemerdekaan itu adalah hasil perjuangan pahlawan kita. Termasuk Si Anwar yang berjuang di dua episode perang tersebut. Anwar bertarung dengan gagah. Namun apa yang didapatkan sang Letnan?. Hingga detik ini Anwar masih berstatus pahlawan bangsa yang terabaikan. Pahlawan yang menyongsong hari tuanya dengan melakoni profesi sebagai pengemis. Indonesia merdeka, namun Anwar masih tetap "terjajah oleh hidup"!!.

Memang, dulu Anwar pernah diberi secarik kertas bertuliskan penganugrahan sebagai pejuang oleh Pemerintah. Namun karena jalan hidupnya yang sering berpindah tempat "surat wasiat" itu raib entah kemana. Padahal, surat itu adalah sebagai landasan Anwar untuk menerima haknya sebagai Veteran."

"Memang dulu saya diberi surat oleh Pemerintah. Kalau tak salahnya surat Bintang Grelya. Tapi surat itu sudah hilang. Kata orang surat itu adalah syarat untuk menerima tunjangan dari pemerintah. Tpi tak apalah, saya juga tak perlu itu. Kan sudah saya katakan kalau saya berjuang bukan untuk uang apalagi jabatan. Walaupun meminta-minta tapi saya tak menyusahkan orang lain. Saya sudah pernah hidup senang di atas kapal. Sekarang saatnya susah. Hidup seperti roda nak. Kadang di bawah. Sekali lagi, saya berjuang untuk Indonesia. Melihat Merah Putih berkibar tanpa gangguan itu adalah suatu kebanggaan tersendiri. Tak ada yang membuat saya bahagia kecuali melihat kibaran bendera Indonesia," celoteh Anwar.
Letnan Kolonel Anwar, pahlawan bangsa kini tak ubah hanyalah tubuh tua dekil, tak ada yang peduli. Anwar semakin pupus di tengah sibuknya Kota Bengkuang. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya" kata Bung Karno. Namun itu hanyalah barisan kata, bukan kenyataan. Tak percaya? tanyakan itu semua pada Anwar. Pahlawan kita yang hinggga saat ini masih menengadahkan tangan untuk bertahan hidup.Memang Anwar tak minta apa-apa dari perjuangannya. Tapi, apakah kita tega melihat orang yang melepaskan kita dari jeratan penjajah harus terlunta. Mengemis untuk hidup. Tanah kemerdekaan yang kita pijak adalah hasil dari muntahan peluru Pahlawan mengusir penjajah. Namun kenapa kita menutup mata untuk itu. Apakah rasa penghormatan kepada para Pahlawan sudah pudar dihantam terjangan zaman. Sekali lagi, jangan lupakan Anwar yang telah gigih perjuangkan bangsa. Pemerintah? mungkin lupa juga akan nasib Sang Kapten.

sumber
Baca Selengkapnya ... »»  

Mengenal Lebih Dekat Anonymous


Sepak terjang Anonymous memang sering mengebohkan. Kelompok hacker ini sudah berulangkali menggeber serangan ke website penting.
Sulit diketahui siapa saja yang tergabung dalam Anonymous. Jika tampil di depan publik, mereka biasanya memakai topeng ala Guy Fawkes, seorang aktivis Inggris terkenal di zaman dahulu.
Cikal bakal kelompok Anonymous ini dilaporkan berasal dari tahun 2003. Awalnya berasal dari forum internet bernama 4chan.
Anonymous punya beragam misi. Terkhusus, mereka menentang sensor internet dan pengawasan online oleh pemerintah. Sehingga seringkali mereka menyerbu website pemerintah sebagai tanda protes.
Anonymous juga anti terhadap paham scientology, korupsi, dan homophobia. Padahal pada awalnya, kelompok komunitas online ini dibuat untuk tujuan senang-senang.Anonymous memang bukan benar-benar sebuah organisasi. Mereka adalah grup besar individual yang mempunyai ketertarikan yang sama. Sehingga sering dikatakan semua orang bisa menjadi Anonymous.

Sejak tahun 2008, Anonymous semakin serius dalam aksi hacktivist, yaitu melakukan hack untuk misi tertentu. Mereka dijuluki sebagai Robin Hood digital dan dikenal memperjuangkan kebebasan informasi dan akses internet.
Aksi hack mereka semakin liar dan menyerang website-website penting. Sehingga majalah ternama Time memasukkan nama mereka sebagai salah satu kelompok paling berpengaruh di dunia pada tahun 2012.



Nama Anonymous sendiri terinspirasi oleh anonimitas user yang biasa memposting sesuatu di internet. Ya, banyak orang lebih memilih tidak menyebut identitas aslinya di dunia maya.
Konsep Anonymous semakin mantap pada tahun 2004. Ketika itu, administrator di forum 4chan mengaktivasi protokol Forced-Anon yang membuat semua postingan bernama Anonymous.
Anonymous pun merepresentasikan sebuah kelompok individu yang tidak bernama. Anggota Anonymous terdiri dai banyak pengguna forum internet.
Mereka memobilisasi serangan atau misi melalui berbagai wadah. Seperti di 4chan, YouTube, sampai melalui Facebook.
"Setiap orang yang ingin bisa menjadi Anonymous dan bekerja dengan tujuan tertentu. Kami setuju dengan semua agenda namun beroperasi secara independen," tukas seorang anggotanya.
Salah satu semboyan mereka yang terkenal adalah We are Anonymous. We are Legion. We do not forgive. We do not forget. Expect us.
Anonymous sudah sering melakukan serangan ke berbagai website penting. Biasanya sebagai tanda protes atau ketidaksetujuan.
Pada tahun 2009 setelah Pirate Bay terbukti bersalah atas kasus hak cipta, Anonymous melancarkan serangan melawan organisasi International Federation of the Phonographic Industry (IFPI).
Organisasi tersebut termasuk yang menentang keberadaan Pirate Bay. Aksi serupa terjadi tahun 2012 lalu ketika website Megaupload ditutup.
Hacker Anonymous berhasil melumpuhkan situs Departemen Kehakiman AS, FBI, dan Motion Picture Association of America (MPAA). Semuanya dinilai sebagai pihak yang menggembosi Megaupload.
Anonymous juga pernah melumpuhkan situs yang mengandung pornografi anak. Pada tahun 2008, mereka melancarkan serangan online besar-besaran pada kelompok agama Scientology.
Tidak jarang mereka melakukan serangan ke website pemerintah berbagai negara. Mereka pernah menumbangkan berbagai situs penting Israel sebagai protes serangan brutal mereka ke Palestina. Mereka sempat mengumbar 5000 data pribadi pejabat Israel.

Beberapa anggota Anonymous berhasil ditangkap aparat. Tahun 2010, aparat di Belanda menangkap seorang remaja usia 16 tahun karena menyerang website Visa, Mastercard dan PayPal.
Pada bulan Januari 2011, kepolisian di Inggris berhasil menangkap lima orang hacker yang berhubungan dengan Anonymous.
Juni 2011, kepolisian di Spanyol menahan tiga orang yang masuk jaringan Anonymous. Ketiganya menyerang website pemerintah Mesir, Aljazair, Iran, Chile dan Selandia Baru.
Satu kasus yang cukup menonjol adalah penangkapan Christopher Weatherhead. Dia mengorganisasi serangan DDos pada PayPal dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara.
Masih banyak lagi kasus penangkapan hacker Anonymous. Namun tampaknya mereka tidak kapok dan akan terus melakukan misinya.

sumber: http://inet.detik.com/
Baca Selengkapnya ... »»  

Jangan Beli Mobil Kalau Tidak Mampu Beli Pertamax

ilustrasi


Suatu sore yang terik di sebuah spbu pinggiran kota.saya menepikan scooter tua saya untuk membelikannya minum.antrian begitu panjang saat itu dan tiba tiba
saya sangat terkejut ketika melihat ke ujung antrian.nampak 2 mobil mewah keluaran terbaru tengah ikut mengantri di sisi kanan dan kiri stand pengisian.
sungguh ini sangat memalukan,menyedihkan,dan membuat saya muak.betapa tidak,bensin yg seharusnya peruntukannya bagi rakyat kecil dan tidak
mampu,justru ikut dirampas oleh orang orang kaya yang tak bermoral dan tak tahu malu.mereka tak ubahnya orang kaya yang ikut berdesakan mengantri zakat.
lebih parah lagi,nampak sama sekali tak ada rasa malu di raut wajah mereka,justru sebaliknya terkesan bangga dan memamerkan mobil mewahnya di hadapan
orang orang sekelilingnya.sementara stand pengisian pertamax di situ tampak begitu sepi tanpa penggemar.
apa yang salah dari orang orang ini?tidak ada, sama sekali tidak ada,dan hukum di negri ini juga tidak mengatur secara tegas dan jelas akan hal itu.dan apa yang
dilakukan mereka masih bisa dibenarkan secara hukum.namun yang jelas mereka telah menginjak injak nilai nilai moralitas dan etika.
bangsa indonesia yang katanya ramah tamah dan berbudi luhur ,itu seperti hanya ada dalam pelajaran ppkan dan lagu lagu kebangsaan.

pada kenyataannya negri ini begitu ironis dan menyedihkan.
para pengusanya korup,para "ustadznya" menjadi bintang iklan dan sinetron.dan orang orang kayanya sangat bakhil,tidak tahu malu dan mengalami
keterbelakangan akhlak.ya memang tidak semua orang kaya seperti itu,dan saya sama sekali tidak bermaksud menyinggung siapapun diantara kalian.hanya
meluapkan perasaan kecewa dengan apa yang saya lihat dan sering saya lihat.
betapa tidak,jika mereka mampu membeli mobil dengan harga ratusan juta,namun tidak mampu membeli pertamax dan lebih memilih untuk merampas apa yang
menjadi hak orang orang miskin.sadarkah mereka,bagaimana bbm itu di datangkan?tahukah mereka bahwa bangsa ini tidak mampu memproduksi bbm sendiri?
negara hanya bisa mengambil minyak mentah lalu di jual ke bangsa asing dengan harga yang sangat murah.kemudian negara asing mengolah dan menjualnya
kembali ke kita dengan harga berkali kali lipat.dan negara membelinya dari uang yang dikumpulkan dari orang orang miskin.

Dan belum sempat giliran saya mengisi bensin,tiba tiba datang segerombolan konvoi motor gede yang akan mengisi bbm.melihat antrian yang begitu
panjang,ketua kelompok itu memutuskan untuk mengajak rombongannya pergi dan mencari di tempat lain.padahal waktu stand pertamax begitu sepi dan
menurut saya mereka lebih pantas dan terhormat jika mengisi dengan pertamax.mengingat betapa mahal motor yang mereka pakai dan image "High Class" yang selalu mereka pamerkan.
Mereka pun langsung pergi,memacu motornya dengan kencang,membunyikan sirine yang memekakkan telinga,mengusir semua kendaraan yang ada dihadapannya,persis seperti yang dilakukan mobil pengawal para pejabat.begitu sombong dan seenaknya,jalan raya ini seperti di bangun di atas tanah nenek moyang mereka.dibangun dari uang para leluhurnya.inikah yang kalian sebut safety riding dan berkendara santun di jalan raya yang sering kalian dengung dengungkan itu?justru kesan yang aku tangkap kalian tak ubahnya segerombolan pengecut yang membawa pistol dan menantang berkelahi orang cacat.

ya sore itu banyak memberikan pertunjukan pada saya,yang membuat saya sedikit terusik dan berfikir.mencoba memahami dan mengoreksi diri sendiri ketika
melihat semua kejadian waktu itu.
dan saat ini saya lebih memilih untuk membeli bensin eceran dengan pertimbangan untuk lebih bisa sedikit saling membantu kepada sesama orang kecil.
sementara jika ke spbu akan lebih menguntungkan orang orang yang sudah mapan dan kaya,ditambah lagi jika harus melihat pemandangan seperti tadi,jelas itu akan membuat saya tidak nyaman.
Baca Selengkapnya ... »»  

Sekali lagi, Aku rindu

Di ujung pagi menjelang tarhim dengan sepasang mata malaikat di ujung utara 
di atas deburan bintang cahaya Aku terjaga .. memeluk erat seulas senyummu 
Wanginya masih seperti tadi malam 
Persis saat kita menutup mata sebelum padam kemudian pergi dan tenggelam 
kini hanya hening menyusupi setiap jengkal kesendirianku terisak dengan butiran rindu yang membeku menyerpih setiap moment saat kita berdua berharap saat aku membuka pintu ada engkau di sana hingga aku bisa mendekapmu,menciummu mewujudkan semua mimpi dalam setiap hadirmu saat aku sadar.. ternyata tak ada kamu di situ dan aku harus kecewa Andai aku bisa menyederhanakan rindu (sesederhana menyiapkant segelas kopi) Meretas jarak,meleburkan waktu Membawamu pulang menghidupkan semua mimpi bersamamu 

Baca Selengkapnya ... »»  

Senandung Kegelapan



Langit telah memerah sayangku
lihatlah bulan tlah menunggumu dengan tatapan sayu
di ujung jalan penuh kelabu

telah tiba waktumu
melagukan senandung dosa penuh pilu
menabur pesona,mengulas senyummu kaku

entah sampai kapan
akan kau tangiskan ratapan
selama waktu yang kau kutuk kutuk itu?
atau hingga jasadmu membeku?

dan di sepanjang masih terus aku temukan
isak ratapan dan jeritan
di jemari ranting yang terbakar
dibercak embun yang mengering
di legam tangan para pendosa
jejakmu masih basah di sepanjang musim

kau tulis hitam yang terus kau ingkari
di tiap malam yang kau tukar dengan uang
semua tetap terasa tawar tak ber asa
hingga pagi engkau merintih perih

teruslah laknat iblis pemujamu itu
teruslah tegar meski telah kering semua peluh
karena mereka semua tak pernah mau mengerti
Baca Selengkapnya ... »»  

Aku ingin mencintai pagi


Sudah tak ada lagi waktu tuk mengeja namamu
pun wangi rindumu untuk kucumbu
aku lelah mengurai kenangan untuk menyatakan setia
mengais sisa airmata di jalanan tempat kita bernaung saat turun hujan
menyusuri genangan yang menenggelamkan banyak cerita.
tergerus pasir pasir..menari nari di jalanan kota
aku lelah..
beri aku kesempatan untuk mencintai pagi
berdamai dengan peluk hangat mentari yang selalu berusaha membangunkanku setiap hari
melambaikan senyum pada tiap penghuninya
embun embun,udara segar,aroma kabut dan tanah basah,hijau pepohonan dan kicau burung gereja.
aku ingin berlarian seperti mereka.
mengikuti teriakan penjaja tempe dan jajanan kampung.
menirukan tiap lengkung senyum mereka
berlarian kesana kemari merasakan setiap permukaan tanah yang kupijak
menyusururi dunia yang aku jauhi sebelumnya
menemukan sarapanku bersama kaumku para pemeras keringat
hingga tanpa aku sadari aku telah tiba di satu tempat untuk menemukan cinta yang lain.
Baca Selengkapnya ... »»