Edit Foto Manipulasi

Bismillahirohmanirrohim.

Menerima edit foto manipulasi effect surreal,dramatic,scenic,gothic,fantasy,landscape,retouching,dll.

Prosedur pemesanan:
1.kirim foto anda ke email:dedic.ahmad@gmail.com
sekalian anda tulis deskripsi konsep foto yang anda inginkan.
Misal:Saya ingin foto dengan background langit  dengan semburat senja.ada kobaran api di tangan dan sayap di punggung  dst. anda juga bisa mengirimkan contoh foto yang anda inginkan,sehingga hasilnya nanti bisa sesuai dengan keinginan anda.

2.kemudian konfirmasi order anda dengan sms ke no 081937153034
Dan kita diskusikan konsep yang anda inginkan
Atau anda bisa inbok atau add facebook saya https://www.facebook.com/dedic.ahmad.risalahati

3.saya akan menghubungi anda jika foto telah selesai dikerjakan.
Dan sebagai bukti akan saya kirimkan foto previewnya ke akun facebook atau email anda dengan ukuran kecil dan watermark.

4.foto akan dikirim setelah pembayaran.tidak ada dp untuk pemesanan.

5.foto dikirim ke email anda atau url gambar  yang telah kami tentukan dengan high resolution sehingga jika dicetak dalam ukuran besar gambar tidak pecah.

6.foto yang anda kirim harus berkualitas baik (beresolusi tinggi).kualitas foto anda sangat menentukan hasil akhir nanti.

Harga tergantung tingkat kesulitan.mulai 30-150rb.
Kemampuan profesional harga amatiran
Untuk pembayaran di bawah 50 ribu bisa ditransfer lewat pulsa

berikut adalah beberapa contoh foto hasil editan saya yang mungkin bisa anda jadikan bahan referensi.
sekali lagi,anda bisa memesan dengan konsep anda sendiri.















Baca Selengkapnya ... »»  

Jasa Edit Foto Effect Manipulasi

Bismillahirohmanirrohim.

Menerima edit foto manipulasi effect surreal,dramatic,scenic,gothic,fantasy,landscape,retouching,dll.

Prosedur pemesanan:
1.kirim foto anda ke email:dedic.ahmad@gmail.com
sekalian anda tulis deskripsi konsep foto yang anda inginkan.
Misal:Saya ingin foto dengan background langit  dengan semburat senja.ada kobaran api di tangan dan sayap di punggung  dst. anda juga bisa mengirimkan contoh foto yang anda inginkan,sehingga hasilnya nanti bisa sesuai dengan keinginan anda.

2.kemudian konfirmasi order anda dengan sms ke no 081937153034
Dan kita diskusikan konsep yang anda inginkan
Atau anda bisa inbok atau add facebook saya https://www.facebook.com/dedic.ahmad.risalahati

3.saya akan menghubungi anda jika foto telah selesai dikerjakan.
Dan sebagai bukti akan saya kirimkan foto previewnya ke akun facebook atau email anda dengan ukuran kecil dan watermark.

4.foto akan dikirim setelah pembayaran.tidak ada dp untuk pemesanan.

5.foto dikirim ke email anda atau url gambar  yang telah kami tentukan dengan high resolution sehingga jika dicetak dalam ukuran besar gambar tidak pecah.

6.foto yang anda kirim harus berkualitas baik (beresolusi tinggi).kualitas foto anda sangat menentukan hasil akhir nanti.

Harga tergantung tingkat kesulitan.mulai 30-150rb.
Dijamin Kemampuan profesional harga amatiran
Untuk pembayaran di bawah 50 ribu bisa ditransfer lewat pulsa

berikut adalah beberapa contoh foto hasil editan saya yang mungkin bisa anda jadikan bahan referensi.
sekali lagi,anda bisa memesan dengan konsep anda sendiri.

nb: foto mungkin tidak bisa terliat bagus detailnya dikarenakan foto telah dikompress agar loading bisa sedikit ringan.


menu  1

HASIL AKHIR

Foto ini saya kerjakan sekitar 14 jam selama 2 hari.lama pengerjaan lebih dikarenakan menentukan tema yang pas saat pengerjakan.beberapa kali mengulang dari awal karena berganti konsep.akhirnya jadinya kayak gini.pada tahap akhir saya koreksi pencahayaannya,efek gelap terang.ya mungkin masih belum  terliat sempurna.dan itu lebih disebabkan oleh tampang model yang pas pasan hingga hasilnya kurang bagus.foto semacam ini sangat cocok jika dicetak dalam bentuk poster besar dan di pajang di kamar.atau dijadikan wallpaper komputer  atau hp anda.


 Menu 2
HASIL AKHIR


 FOTO SEBELUMNYA

Menu 3
HASIL AKHIR


Menu 4




NEXT =>>>

Baca Selengkapnya ... »»  

Jasa Edit Foto Effect Manipulasi 2

Menu 5

HASIL AKHIR
Ini adalah contoh foto dengan effect water splashes,menurut saya hasilnya masih kurang bagus karena pose model yang kurang pas.

FOTO SEBELUMNYA




Menu 6

hasil akhir
Foto ini saya ambil dari internet,mohon maaf kepada model jika tidak meminta ijin terlebih dulu.sengaja saya mencari model dengan pose close up dan kulit yang berjerawat.kemudian saya haluskan dan mencerahkannya,mempertajam gambar kemudian mengubah jerawatnya menjadi bintang gemintang di langit yang biru yang ada dibelakangnya hingga hasilnya bisa anda lihat sendiri. :D silahkan perhatikan foto sebelum diedit dan sesudahnya. Foto semacam ini biasanya dipake buat foto profil di akun jejaring sosial seperti fb dan twitter. untuk edit seperti ini biaya pengerjaannya sekitar 50rb.bisa juga kurang,tergantung tingkat kesulitan.

foto sebelumnya

Menu 7
hasil akhir
Ini  adalah contoh foto yang gambar aslinya tidak berkualitas bagus atau beresolusi rendah.terlihat gambar modelnya agak sedikit pecah dan kabur.di foto ini saya menggabungkan 2 background dijadikan satu.mengedit model menjadi sedikit lebih langsing dan tinggi.kemudian menambahkan “kaki palsu” agar terliat lebih reaistis.seperti yang kita lihat,pada foto asli kaki kirinya nya hilang tertutupi oleh sebuah nisan.kemudian saya tambahkan beberapa objek seperti kupu2,sinar bola putih dan burung merpati.menambahkan “soft gradient light” dan mengatur pencahayaan hingga akhirnya terliat sangat dreamy.dari sebuah sawah dan kuburan kini berganti ke taman bunga yang sangat indah :D

foto sebelumnya


Menu 8
foto sebelumnya

hasil 1
Pada proses awal saya memperbaiki kulit kedua model hingga terliat sangat mulus dan putih.saya menggunakan healing brush tool dan mixer brush tool.proses seperti ini cukup memakan waktu dan butuh sedikit ketelatenan.setelah itu saya pertajam gambar dan warna agar terliat lebih indah.anda bisa lihat sendiri perbedaan foto sebelum dan sesudah diedit.

Dan ini adalah beberapa contoh hasil akhri nya






Edit foto dengan tema semacam ini sangat cocok untuk foto prewedding outdoor.dan mungkin bisa menjadi sebuah alternatif bagus mengingat biaya foto prewedding yang bisa mencapai angka jutaan rupiah.
Tiap pengerjaan Saya berusaha selalu memperhatikan tiap detilnya,terutama untuk keselarasan warna antara model dan background,dan objek2 lain yang saya tambahkan,selalu memperhatikan pencahayaan dan komposisi gelap terang agar hasilnya terlihat nyata dan sepintas tidak tampak seperti editan.

NEXT =>>> 

 

<<<=PREV 

Baca Selengkapnya ... »»  

Jasa Edit Foto Effect Manipulasi 3

Menu 9

foto sebelumnya




Menu 10



foto sebelumnya



Menu 11


foto sebelumnya

Menu 12


Menu 13
foto sebelumnya
 
Menu 14

Dari sekian banyak contoh tadi mungkin ini adalah yang paling  sederhaha,hanya mengganti background,mempertajam gambar dan menyesuaikan warna.jika hasil tidak begitu bagus itu lebih disebabkan tampang model yang pas pasan dan foto yang telah dikompress sehinga kualitas gambar jadi berkurang.


foto sebelumnya



Baca Selengkapnya ... »»  

Pahlawan Perang Jadi Pengemis Diolok-olok Pengguna Sosmed


PAHLAWAN YANG DIOLOK-OLOK?



Beberapa waktu lalu, foto ini sempat menjadi bahan olok-olokan di forum sosmed. Saya sebenarnya sangat tidak setuju dengan prilaku konyol itu, siapapun yang ada di foto tersebut, ia tetap orang tua yang layaknya harus kita hormati. Barusan tiba-tiba seorang memberitahu bahwa orang tua yang ada di foto itu sesungguhnya bukan orang sembarangan. Katanya,ia yang bernama Anwar adalah mantan seorang komandan kompi berpangkat Letnan yang pernah menghadapi Jepang, Inggris dan Belanda di Sumatera Selatan. Saat melakukan penyusupan ke Payakumbuh, ia tertangkap Belanda dan mengalami siksaan berat di penjara Padang (dipukuli dan disuruh minum air kencing).

Saya tidak tau saat ini nasibnya bagaimana, tapi pada 2008 lalu koran PosMetro sempat mengangkat nasib sang pejuang tersebut yang saat diwawancara berprofesi sebagai seorang pengemis di Kawasan Simpang Potong, Kota Padang. Rasanya kalau saya punya "amunisi cukup" saya ingin ke Padang dan menemuinya sekarang juga, sekadar untuk menghargai orang yang pernah menjadikan dirinya "bemper" untuk perjuangan negeri saya. Jika ada yang tau nasibnya sekarang, tolong, tolong..kasih tau saya. Terimakasih (hendijo)



Untuk tau siapa ortu ini, silakan lihat link ini ( walaupun saya agak kecewa tulisan yang ada di link tersebut "sangat kurang dan tidak jelas") http://komunitas-cinta-pejuang-indon...gemis-1_6.html

by: Hendi Johari,

TKP buat yang ingin donasi barangkali bisa menemukan dimari: Sumur

Spoiler for dari blogspot yang diarahkan kang hendijo:



Foto Asli



SENIN 28 Juli 2008, Simpang Potong, Kota Padang. Sebentuk tubuh tua ringkih, tampak terduduk lesuh. Tanpa alas di atas trotoar berwarna coklat. Tubuhnya hanya terbungkus kemeja buram. Kepalanya, juga tertutup kopiah hitam yang tampak sudah digerogoti usia. Kopiah itu, seolah setia menutupi rambutnya yang memutih.

Lelaki tua itu bernama Anwar berumur 94. Tanah Kuranji adalah tempat pertama yang menyambut kelahiran Anwar. Wajahnya keriput, dipenuhi bulu-bulu kasar berwarna abu-abu. Dengan gigi yang hanya tinggal dua, mulut Pak tua tampak komat-kamit, menyeringai. Sesekali, tangannya menengadah, pada setiap manusia yang berlalu. Berharap belas kasihan dan secarik uang untuk pengisi perutnya yang mulai minta diisi. Namun semua tampak acuh. Anwar tak putus asa, tangannya semakin dijulurkan.

Anwar tak punya rumah. Hidupnya hanya numpang di rumah warga Koto Baru, orang yang berbaik hati menampung tubuh ringkihnya. Hidup sendirian di hari tua ternyata membuat Anwar harus mengalah pada kerasnya dunia. 10 tahun sudah Anwar jadi pengemis. Hanya menengadahkan tangannya, itulah cara Anwar bertahan hidup. Maklum, usia yang hampir satu abad tak ada yang bisa dikerjakannya. Tulangnya rapuh.

Jangan tanyakan keluarga pada Anwar, sebab, itu hanya akan membuatnya menangis. "Saya tak punya keluarga. Istri saya sudah meninggal tahun 1960. Bersama bayi yang dikandungnya. Mati karena kurangnya gizi" terang Anwar. Air mata bening menjalar di pipi keriputnya.

Tak seperti pengemis lainnya, yang kebanyakan terbelakang dan tak pernah mengenyam pendidikan. Anwar lain. Tiga bahasa asing, Bahasa Jepang, Ingris dan Belanda dikuasainya. Bahkan waktu berdialog dengan POSMETRO sesekali lontaran ucapan berbahasa Belanda pun diucapkannya. Anwar fasih, lidah tuanya seakan sudah biasa melafazkan ucapan bahasa asing tersebut.

Semakin penasaran dengan "Pak Tua Simpang Potong" itu, Penulis pun mulai menjejeri langkah Anwar. Mencoba mengorek lebih dalam tentang dirinya. Siapa gerangan Anwar, sudah rapuh tapi kuasai tiga bahasa? Ada sesuatu cerita tersembunyi dari lembar hidup Pak tua dan itu membuat hasrat penasaran penulis kambuh!. Dua hari menyatroni Anwar di simpang Potong, akhirnya Penulis tahu kalau Anwar bukan pengemis sembarangan. Catatan sejarah terpampang dari celoteh Pak Tua itu.

Memang sekarang Anwar hanyalah pengemis tua yang menyedihkan. Hidupnya tak tentu arah. Tapi, jika merunut sejarah "tempo doeloe" Anwar adalah pemuda gagah yang ikut mengokang senjata melawan para penjajah. Pangkat yang disandang Anwarpun tak main-main, Letnan Satu, Komandan Kompi 3 Sumatra Bagian Selatan. Itulah daerah Anwar waktu menjabat sebagai serdadu bangsa untuk mengusir penjajah. Bukankah luar biasa "si Anwar Muda"?.

"Saya bekas tentara Sumatra Selatan. Di bawah pimpinan Bagindo Aziz Chan (Pejuang Pakistan -+) saya menjadi komandan Kompi 3 untuk berpetualang, melintasi medan demi menyerang Belanda. Tak terkira berbagai kisah pilu yang saya alami saat perang bergejolak. Tapi, untuk bangsa itu semua belum apa-apa. Hanya satu hal yang membuat kami bangga waktu pulang dari medan perang. Bangga jika membawa topi serdadu Belanda, itu jadi kebanggaan tersendiri dan membuat kita merasa terhormat,"ulas Anwar menatap kosong.
Lubang kecil bekas hantaman peluru yang menghiasi kaki kananya, menjadi bukti keikutsertaan Anwar berjuang untuk bangsa.

"Kaki ini ditembus peluru di Jalan Jakarta (sekarang bernama Simpang Presiden). Waktu itu hari masih pagi. Bangsa kita baru saja membuat perjanjian dengan Belanda (Perjanjian Linggar Jati). Tapi Aziz Chan menentang perjanjian itu. Belanda marah dan mengamuk. Menyerang membabi buta di tengah Kota. Hasilnya, ya kaki ini kena tembak waktu mau pulang ke Posko," terang Anwar.
Bukan sekali Anwar kena tembak, bahkan, pengap dan lembabnya dinding jeruji besi pun telah dua kali Anwar rasai. "Empat tahun saya dibui. Tertangkap waktu bergerilya, dari Padang dengan tujuan Payokumbuah yang waktu itu (tahun 1946) sedang bergejolak. Tapi sial, melewati Padangpanjang saya tertangkap Belanda. Waktu itu, peluru habis sementara kaki saya masih terbalut secarik kain yang menutupi lubang timah panas. Saya digiring, kaki dirantai, diberi golongan besi, " ungkap Anwar mencoba merunut kembali petualangan masa lalunya.

Di Panjang Panjang, Anwar diperlakukan tak senonoh oleh tentara Belanda. Hantaman bokong senjata, sayatan belati sampai minum air kencing "sang meneer" pun hampir tiap hari menyinggahi kerongkongan Anwar. Namun Sang Letnan tetap tegar. Kepalanya tetap tegak, walau kucuran darah dari pelipisnya tak pernah berhenti.

"Penjara dulu, bukan seperti sekarang. Dulu, tangan di ikat kawat berduri, kaki di ikat dengan rantai yang diberi golongan besi. Saban hari kena pukul. Bahkan, Untuk minum, mereka memberi air putih yang di campur kencing," celoteh Anwar.
Soal Nasiolisme, Anwar bak " Si Naga Bonar '' walau tua tapi kecintaannya pada Indonesia tak pernah surut. Terus berkobar. "Saya pernah ditanya belanda, apakah saya berjuang dan jadi tentara karena hanya sekedar kedudukan dan jabatan semata?. Saya jawab aja apa adanya, " "Aku berjuang untuk Negara, bukan kedudukan. Bila kelak aku mati di sini. Aku bangga, karena itu demi negara," ulas Anwar mengingat kembali peristiwa hidup yang masih segar dalam ingatannya.

Kemerdekaanpun sepenuhnya diraih Indonesia. Namun tak begitu bagi Anwar, tak ada penghargaan yang diterimanya. Pengorbanan dan perjuangannya yang dikibarkannya seorang Anwar seakan dilupakan. Anwar hilang di tengah gegap gempita eforia kemerdekaan. Ditambah kematian istri, seolah pembawa petaka. Anwar kehilangan semangat hidup. Sempat terjerumus ke dunia hitam. Anwar tobat. Tapi, hidup memang tak pernah berpihak pada Anwar. Semakin terlunta-lunta. Hingga jalan sebagai pengemispun jadi pilihan terakhirnya.

Tak ada tanda jasa, tak ada lencana penghormatan yang diterima Anwar dari Pemerintah. Bahkan gelar pahlawan veteranpun tak singgah pada Anwar. "Saya tak butuh apapun. Dulu, saya berjuang bukan untuk mendapatkan tanda jasa. Saya berjuang untuk negara. Tak perlu tanda jasa apalagi uang. Biarlah hidup begini, asal tak menganggu orang lain. Saya rela. Memang, angkatan saya yang ikut mengangkat senjata kebanyakan tenang dan menjalani masa tuanya dengan glamauran harta. Saya tak suka itu, bagi saya berjuang bukan untuk kemapanan masa tua, tapi untuk kemerdekaan bangsa. Biarlah orang memandang saya hina. Asal saya bisa tenang. Biarlah hanya makan sehari yang penting bangsa ini merdeka,"jawab Anwar tegar, segera berdiri, pergi minta segelas air kepada pedagang di depan Masjid AL-Mubarah, Sawahan.

Hari ini , Jumat (1/8) Penulis kembali berniat menemui Anwar. Namun, "Sang Letnan" menghilang dari Simpang Kandang. Dua onggok batu yang biasanya jadi sandaran Anwar kehilangan tuannya. Anwar raib. Padahal hari masih pagi, jarum jam baru berada di angka sembilan. Kemana Anwar?.

Kecewa dengan hilangnya Anwar, penulis mencoba menelusuri RTH (Ruang Terbuka Hijau) Imam Bonjol. Tempat biasanya Anwar tidur ketika penat datang mendera tubuh rentanya. Benar juga, tubuh renta Anwar tergolek diantara rumpun hijau Imam Bonjol. Namun ada yang lain dari penampilan Anwar hari ini. Bajunya tak hanya buram seperti kemarin, tapi lebih parah, kemeja biru yang dipakainya sudah tak berbuah. Mempertontonkan tulang-tulangnya yang kelihatan menonjol dibalut kulit keriput. Perutnya kempis. Sandalnyapun berlainan warna, hijau dan biru berbalut seutas tali plastik warna putih.

Mencoba mendekat, ternyata Anwar tertidur. Dadanya terlihat turun naik beraturan, membusung. Tulang dadanya semakin menonjol. Perlahan mata Anwar terbuka. Sesaat pandangannya kosong. "Tadi Saya pingsan nak, perut lapar. Padahal saya belum dapat apa-apa. Saya tak kuat berdiri. Untunglah ada seorang tukang becak yang kasihan pada saya. Membelikan saya sebungkus nasi telur. Tapi badan ini masih lemas," terang Anwar lesu.

Seperti sebelumnya, Walaupun tubuh rentanya masih lemah, Anwar tetap bercerita panjang lebar tentang kerasnya hidup yang dilewatinya selama 10 tahun hidup dijalanan. "Saya hanya kuat berdiri di simpang ini sampai pukul 11 siang. Tubuh ini sudah terlalu tua untuk lama-lama berdiri. Matahari terlalu garang. Berlainan benar waktu muda dulu, beratnya medan tempur selalu bisa saya taklukkan. Ah, sampai kapan tubuh ini bisa bertahan menunggu kepingan logam. Saya tak tahu," Anwar menerawang.

Perlahan, rentetan-rentetan kehidupan Anwar mulai terkuak. Celoteh panjang Anwar menguak tabir tersebut. Rupanya, Anwar juga pernah menjadi awak kapal barang berbendera Jerman. Lulus di Sekolah Sembilan (Belakang Tangsi) tahun 1930. Anwar mulai berpetualang. Dari tahun 1932 sampai 1939 Anwar berlayar. Dalam kurun waktu itu tak sedikit keragaman budaya yang dilihat Pak Tua.

"Saya lulus sekolah Belakang Tangsi 1930. Selanjutnya berlayar tujuh tahun mengelilingi Asia sampai ke Australia. Kemudian pulang untuk berjuang. Saya tak mau bersenang-senang di atas Kapal, sementara Bangsa kita sedang berjuang merebut kemerdekaan. Naluri kebangsaanlah yang memanggil jiwa ini untuk ikut berjuang,"
terang Anwar.

Anwar berpetualang, menyelusuri setiap pelosok Tanah Indonesia untuk berjuang mengusir Sang Meneer dari Indonesia. Awalnya hanya bermodalkan bambu runcing. Anwar akhirnya mendapatkan senjata rampasan dari tentara Belanda. Senjata ditangan, Anwar muda mulai merengsek. Memuntahkan pelurunya di barisan terdepan pejuang Indonesia.

"Pada awalnya tak ada senjata. Kami hanya bermodalkan bambu. Namun, dari tangan belanda yang berhasil kami bunuh, kami nisa memperoleh senjata. Dengan itulah kami menyerbu musuh. Mengambil topinya sebagai "cinderamata" dari medan tempur,";lanjut Anwar.
Hingga Akhirnya Indonesia merdeka. Belanda pergi dari tanah Bangsa. Tentu, kemerdekaan itu adalah hasil perjuangan pahlawan kita. Termasuk Si Anwar yang berjuang di dua episode perang tersebut. Anwar bertarung dengan gagah. Namun apa yang didapatkan sang Letnan?. Hingga detik ini Anwar masih berstatus pahlawan bangsa yang terabaikan. Pahlawan yang menyongsong hari tuanya dengan melakoni profesi sebagai pengemis. Indonesia merdeka, namun Anwar masih tetap "terjajah oleh hidup"!!.

Memang, dulu Anwar pernah diberi secarik kertas bertuliskan penganugrahan sebagai pejuang oleh Pemerintah. Namun karena jalan hidupnya yang sering berpindah tempat "surat wasiat" itu raib entah kemana. Padahal, surat itu adalah sebagai landasan Anwar untuk menerima haknya sebagai Veteran."

"Memang dulu saya diberi surat oleh Pemerintah. Kalau tak salahnya surat Bintang Grelya. Tapi surat itu sudah hilang. Kata orang surat itu adalah syarat untuk menerima tunjangan dari pemerintah. Tpi tak apalah, saya juga tak perlu itu. Kan sudah saya katakan kalau saya berjuang bukan untuk uang apalagi jabatan. Walaupun meminta-minta tapi saya tak menyusahkan orang lain. Saya sudah pernah hidup senang di atas kapal. Sekarang saatnya susah. Hidup seperti roda nak. Kadang di bawah. Sekali lagi, saya berjuang untuk Indonesia. Melihat Merah Putih berkibar tanpa gangguan itu adalah suatu kebanggaan tersendiri. Tak ada yang membuat saya bahagia kecuali melihat kibaran bendera Indonesia," celoteh Anwar.
Letnan Kolonel Anwar, pahlawan bangsa kini tak ubah hanyalah tubuh tua dekil, tak ada yang peduli. Anwar semakin pupus di tengah sibuknya Kota Bengkuang. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya" kata Bung Karno. Namun itu hanyalah barisan kata, bukan kenyataan. Tak percaya? tanyakan itu semua pada Anwar. Pahlawan kita yang hinggga saat ini masih menengadahkan tangan untuk bertahan hidup.Memang Anwar tak minta apa-apa dari perjuangannya. Tapi, apakah kita tega melihat orang yang melepaskan kita dari jeratan penjajah harus terlunta. Mengemis untuk hidup. Tanah kemerdekaan yang kita pijak adalah hasil dari muntahan peluru Pahlawan mengusir penjajah. Namun kenapa kita menutup mata untuk itu. Apakah rasa penghormatan kepada para Pahlawan sudah pudar dihantam terjangan zaman. Sekali lagi, jangan lupakan Anwar yang telah gigih perjuangkan bangsa. Pemerintah? mungkin lupa juga akan nasib Sang Kapten.

sumber
Baca Selengkapnya ... »»