rahasia wanita

Bila seorang wanita mengatakan dia lagi sedih, tetapi dia tidak menitiskan airmata, itu bermakna dia sedang menangis di dalam hatinya.

Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya, lebih baik berikan dia kesempatan untuk menenangkan hatinya sebelum kamu mengucapkan maaf.

Wanita sulit mencari benda dibenci terhadap orag yg paling dia sayangi
(makanya banyak wanita yang patah hati bila hubungan itu putus ditengah jalan).

Bila wanita jatuh cinta dgn sorang pria, pria itu akan selalu ada di fikirannya walaupun ketika dia sdg keluar dengan pria lain.

Bila lelaki yang dicintainya menatap tajam ke dalam matanya, dia akan cair seperti coklat!!

Wanita selalu menyukai pujian tetapi selalu tidak selalu mengetahui bagaimana menerima pujian.

Jika kamu tidak menyukai wanita yg menyukaimu setengah mati, tolaklah cintanya dengan lembut, janganlah kasar sebab ada satu semangat dlm diri wanita yang anda tidak ketahui kalau dia membuat keputusan, dia akan melakukan apa saja.

Kalau dia menjauhkan diri darimu setelah kau tolak cintanya, biarkan dia sebentar.

Seandainya kau masih ingin menganggap dia sebagai seorang sahabat, cobalah menyapanya perlahan-lahan.

Wanita suka mengexpresikan apa yang mereka rasa. Musik, puisi, lukisan dan tulisan adalah cara termudah meluapkan isi hati mereka.

Jangan beritahu pada wanita secara langsung kalau kau tak menyukainya lagi.

Sikap yang terlalu serius dapat mematikan mood wanita.

Saat pertama kali pria yang dicintainya diam-diam memberikan respon positif, misalnya menghubunginya melalui telefon,maka wanita akan bersikap cuek seperti biasa aja, tetapi setelah gagang telepon diletakkan, dia akan menjerit heboh lalu tidak sampai sepuluh minit, semua teman-temannya akan mengetahuinya. ( termasuk tetangga hahahhahaha)

Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita. Jadi jangan senyum sembarangan.

Jika kamu menyukai sorang wanita, cobalah awali dengan persahabatan. Kemudian biarkan dia mengenalimu dengan lebih mendalam.

Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar, tinggalkan saja dulu ia, karena dia memang tidak berminat denganmu.

Tapi jika pada saat yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilanmu, teruskan usahamu untuk memikatnya.

Jangan sok tau apa yang dirasakannya. Tanya dia sendiri!!

Setelah sorang wanita jatuh cinta,dia akan sering menanyakan kenapa aku tidak menemukan lelaki ini lebih dahulu?

Kalau kamu masih mencarii cara yang paling romantis untuk memikat hati sorang wanita, cubalah cari di buku-buku ttg cinta.( bukan buku primbon hahahahahaha)

Bekas pacarnya akan sentiasa ada dalam fikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa yaitu di hatinya!!

Sekali mengatakan ‘Hi’ saja sudah cukup menceriakan harinya.

Wanita paling benci lelaki yang pura-pura baik dengannya hanya gara-gara ingin mendekati temannya yang paling cantik.

Cinta artinya kesetiaan, kejujuran dan kebahagiaan tanpa ada kompromi.

Semua wanita menginginkan sorang lelaki yang mencintainya sepenuh hati sprt :


Senjata wanita adalah airmata!!

Wanita menyukai sesekali orang yang disayanginya memberikan kejutan untuknya (hadiah, bunga atau sekedar kartu ucapan cinta). Mereka akan merasa terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai sepenuh hati. Dengan demikian dia tak akan meragukanmu.

Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang peduli dan baik terhadapnya. Jadi, kalau ingin memikat wanita pandai-pandailah…

Sebenarnya sangat mudah mengambil hati wanita karena apa yang dia inginkan hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh ha…….ti”
Baca Selengkapnya ... »»  

dasyhat

Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan
Baca Selengkapnya ... »»  

INDAHNYA BAHASA INDONESIA

INDAHNYA BAHASA INDONESIA (jika dibandingin Malaysia…)
Semoga bermanfaat dan menjadi kita lebih Cinta Bahasa Kita,
HIDUP Bahasa INDONESIA !!!
INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh
INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ... ( oh please... )
INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi
INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin ( Kaya sandiwara Brama kumbara )
INDONESIA : 'Pasukaaan bubar jalan !!!'
MALAYSIA : 'Pasukaaan cerai berai !!!'......(Oh my Good )
INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( Ga gila dwoong..)
INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki ( bener juga sih....)Ha........ha......
..
INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit
INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut
INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( Migrant..kaleee )
INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu marie….)
INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah
INDONESIA : gratis bicara 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit
INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh
INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas
INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling
INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau
INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk
datar
INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan
INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar (baah..)
INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan Negara
INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk
INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan
INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku
INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang (....)
INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang (telentang ????.....:-)
INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam
INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan (hm...sama dg bahasa melayu ptk)
INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam
INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA : Kasut (temennya
kasur)
INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar (Tonjok….kalo bahasa Jatim)
INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh (maksudnya???)
INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk (weleh)
INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual
INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat
INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar (Ya emang kalo
sering main ke Bandar..jadinya pusing terus)
INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kale..)
INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan
INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok (Kena RUU pornografi l…lho)
INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang ........(ahhahhahah. ....)
INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila ……..(Gubug Derita …kaleee)
INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila
(yg gila jd sapa....hehehe...)
INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah (?????)
INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan (Pintu Gelisah ….)
INDONESIA : hantu Pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen 1, satu bang…)
INDONESIA : Kipas Angin
MALAYSIA : Mesin Tiup (hehe....)

Baca Selengkapnya ... »»  

Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Mâ lâha fil-ufqi nûru kaukab Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Al-fâtihil-khâtimil-muqarrab


Maulid Habsyi
SIMTHUD-DURAR
Bismillâhir-rahmânir-rahîm

Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Mâ lâha fil-ufqi nûru kaukab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Al-fâtihil-khâtimil-muqarr
ab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Al-mushthafâl-mujtabâl-muhabbab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Mâ lâha badrun wa ghâba ghaihab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Mâ rîhu nashrin bin-nashri qad hab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Mâ sâratil-`îsu bathna sabsab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Wa kulli man lilhabîbi yunsab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Wa kulli man linnabî yashhab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Waghfir wa sâmih man kâna adznab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Wa ballighil-kulla kulla mathlab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Wasluk binâ rabbi khaira madzhab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Washlih wa sahhil mâ qad tasha`ab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad A`lal-barâ yâ jâhan wa arhab
Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad Ashdaqi `abdin bil-haqqin a`rab
Khairil-warâ manhajan wa ashwabYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Mâ thairu yumnin ghannâ fa athrabYâ rabbi shalli `alâ Muhammad

***

Asyrafi badrin fil-kauni asyraqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Akrami dâ`in yad`û ilal-haqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Almushthafâsh-shâdiqil-mushaddaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Ahlal-warâ manthiqan wa ashdaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Afdhali man bit-tuqâ tahaqqaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Man bis-sakhâ wal-wafâYâ rabbi shalli `alâ Muhammad takhallaq
Wajma` minasy-syâmli mâ tafarraqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Washlih wa sahhil mâ qad ta`awwaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Waftah minal-khâiri kulla mughlaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Wa âlihi wa man bin-nabî ta`allaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Wa âlihi wa man lilhabîb ya`syaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Wa man bihablin-nabî tawatstsaqYâ rabbi shalli `alâ Muhammad
Yâ rabbi shalli `alaihi wa sallim.Yâ rabbi shalli `alâ Muhammad

Bismillâhir-rahmânir-rahîm

Alhamdu almabsûthi fil-wujûdi alwâdhihi burhânuh lillâhil-qawiyyi sulthânuh ta`âlâ majduhu wa `azhuma syânuh karamuhu wa ihsânuh wa basatha lahum wa thawâ `alaihâ `ilmah khalaqal-khalqa lihikmah fa arsalamin fâ’idhil-minnati mâ jarat bihi fî aqdârihil-qismah ta`allaqatilaihim asyrafa khalqihi wa ajalla `abîdihi rahmah fantasyaratirâdatuhul-azaliyyatu bikhalqi hâdzal-`abdil-mahbûb famâ ajallaâtsâru syarafihi fî `awâlimisy-syahâdati wal-ghuyûb wa mâ a`zhamahâdzal-mannal-ladzî takarrama bihil-mannân shûratan kâmilatanhâdzal-fadhlal-ladzî baraza min hadhratil-ihsân fata`aththarat biwujûdihâ aknâful-wujûd zhaharat fî haikalin mahmûd wa tharrazat burdal-`awâlimi bithirâzit-takrîm.

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Tajallal-haqqu tajalliyan qadhâ bintisyâri fadhlihifî `âlami qudsihil-wâsi` falahul-hamdul-ladzî lâ tanhashiru afrâduhufil-qarîbi wasy-syâsi` shûrata hâdzal-insân haitsu abraza min `âlimil-imkân bita`dâd wa tantasyira asrâruhu fil-akwânliyatasyarrafa biwujûdihits-tsaqalân illâ min sawâbighi famâ min sirrinit-tashala bihi qalbu munib fadhlil-lâhi `alâ hâdzal-habîb

Ya laqalbin surûruhu qad tawâlâ
Bihabîbin `ammal-anâma nawâlâ
Jalla man syarrafal-wujûda binûrin
Ghamaral-kauna bahjatan wa jamâlâ
Qad taraqqâ fil-husni a`lâ maqâmin
Wa tanâhâ fî majdihi wa ta`âlâ
Lâhazhathul-`uyûnu fîmajtalathu
Basyaran kâmilan yuzîhudh-dhalâlâ
Wahwa min fauqi `ilmi mâ qad ra’athu
Rif`atan fî syuûnihi wa kamâlâ.

Fasubhânal-ladzî Wa Mâ ya`jazu `an washfihil-lisân abraza min hadhratil-imtinân intasyara minhu fîyahâru fî ta`aqquli ma`ânîhil-janân mâ mala-al-wujûdal-khalqiyya nûr `âlamil-buthûuni wazh-zhuhûr basysyâratnâ ayâtuhufatabârakal-lâhu min ilâhin karîm bi bisyârati laqad jâ’akum rasûlum-min anfusikum fidz-dzikril-hakîm `azîzun `alaihi mâ `anittum harîshun `alaikum bil-mu’minîna faman fâ ja’athu hâdzihil-bisyâratu wa talaqqâ hâra’ufur-rahîm faqad hudiya ilâ shirâtim-mustaqîm. biqalbin salîm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Wa asyhadu an-lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lahu syahâdatan minat-tashdîqi bihâ `ammâ tadhammânahul-janân tu`ribu bihal-lisân wa tasybutu bihâ fish-shudûri minal-îmâni qawâ`iduh wal-idz`ânn talûhu `alâ ahlil-yaqîni min sirri dzâlikal-idz`ân wat-tashdîqi wa asyhadu anna sayyidanâ Muhammadanil-`abdash-shâdiqa fîsyawâhiduh wal-muballigha `anil-lâhi mâ amarahu bitablîghihiqaulihi wa fi`lih `abdun arsalahul-lâhu lil`âlamînalikhalqihi min fardhihi wa naflih wa wa addal-âmânah faballaghar-risâlah basyîran wa nadzîra fakâna fîhadal-lâhu bihi minal-ummati basyaran katsîra famâzhulmatil-jahli lilmustabshirîna sirâjan wa qamaran munîra wa mâa`zhamahâ min minnatin takarramal-lâhu bihâ `alal-basyar Allâhummaausa`ahâ min ni`matin intasyara sirruhâ fil-bahri wal-bar shalli wa sallim bi’ajallish-shalawâti wa ajma`ihâ wa azkat-tahiyyâti wa `alâ hâdzal-`abdil-ladzî waffâ bihaqqil-`ubûdiyyah wa ausa`iha wa qâma bihaqqir-rubûbiyyati fîbaraza fîhâ fî khil`atil-kamal shalâtanmawâthinil-khidmatil-lâhi wa aqbala `alaihi ghâyatal-iqbâl fayanbasithu fî qalbihiyattashilu bihâ rûhul-mushallî `alaihi bih wa yuktabu bihânûru sirri ta`alluqihi bihi wa hubbih wa `alâ âlihi wa shahbihil-ladzînartaqaubi`inâyatil-lâhi fî hizbih wa tafayya’û zhilâlasy-syarafil-ashliyyishahwatal-majdi biqurbih mâ `aththral-akwâna binasyri dzikrâhum nasîm. biwuddihi wa hubbih

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

(Ammâ bizhuhûriba`d) Falammâ ta`allaqat irâdatul-lâhi fil-`ilmil-qadîm bit-taqdîmi wat-takrîm asrârit-takhshîshi lilbasyaril-karîm bin-ni`matil-wâsi`atinafadzatil-qudratul-bâhirah fanfalaqat baidhatut-tashwîr wal-minnatil-ghâmirah hâwin `an jamâlin masyhûdin bil-`ain fil-`âlamil-muthlaqil-kabîr fatanaqqalaliwashfil-kamâlil-muthlaqi wal-husnit-tâmmi waz-zain famâ min fil-ashlâbil-karîmati wal-buthûn dzalikal-jamâlul-maimûn illâ wa tammat `alaihi minal-lâhin-ni`mah shulbin dhammah liyatasyarrafafahuwal-qamarut-tâmmul-ladzî yatanaqqalu fî burûjih wa qadbihi mauthinus-tiqrârihi wa maudhi`u khurûjih qadhatil-aqdârul-azaliyyatu bimâ qadhat wa azhharat min sirri wa khashshashat bihi man khashshashat hâdzan-nûri mâ azhharat fakâna mustaqarruhu fil-ashlâbil-fâkhirah hattâ baraza fî `âlamisy-syahâdatiwal-arhâmisy-syarîfatith-thâhirah wa nûran hayyaral-afkâra zhuhûruhu wa bahar basyaran lâ kalbasyar bi’an yarquma fîfata`allaqat himmatur-râqimi lihâdzihil-hurûf wahâdzal-qirthâsi mâ huwa ladaihi min `ajâ’ibi dzâlikan-nûri ma`rûf in kânatil-alsunu lâ tafî bi`usyri mi`syâri aushâfi dzalikal-maushûf wa tarwîhan min khawashshil-mu’minîn tasywîqan lissâ mi`în wa illa fa-anna tu`ribul-aqlamlilmuta`alliqîna bihâdzan-nûril-mubîn wa lâkin hazzanî ilâ tadwîni mâ hafizhtuhu `an syuûni khairil-anâm wa mâ akramahul-lâhu bihi fî maulidihimin siyari asyrafil-makhlûqîn wa baqiyat râyatuhu fil-kauniminal-fadhlil-ladzî `ammal-`âlamîn da`î ta`alluqimansyûratan `alâ marril-ayyâmi wasy-syuhûri was-sinîn wa lâ`ijut-tasyawwuqi ilâ samâ`ibihâdzihil-hadhratil-karîmah wa la`allal-lâha yanfa`u bihil-mutakallimaaushâfihal-`azhîmah wa fayadkhulâni fî syafâ`ati hâdzan-nabiyyisy-syâfi` was-sâmi` yatarawwahâni birauhi dzâlikan-na`îm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Wa qad âna lilqalami an yakhuththa mâ harrakathu fîhil-anâmil mimmas-tafâdahul-fahmu min shifâti hâd wazal-`abdil-mahbûbil-kâmil wa hunâ hasuna an nutsbitasyamâ’ilihil-latî hiya ahsanusy-syamâ’il mâ balagha ilainâ fî sya’ni hâdzal-habîbi min akhbârin wa âtsar liyatasyarrafa bikitâbatihil-qalamu wal-qirthâsu wa tatanazzaha fî wa qad balaghanâhadâ’iqihil-asmâ`u wal-abshâr anna awwala syai’in khalaqahul-lâhufil-ahâdîtsil-masyhûrah fanûru hâdzâl-habîbi awwaluhuwan-nûrul-mûda`u fî hâdzihish-shûrah wa minhu tafarra`al-wujûdu khalqan ba`damakhlûqin baraza fil-`âlam wa qad akhraja `abdur-razzâqikhalqin fîmâ hadatsa wa mâ taqâdam bisanadihi `an jâbiribni `abdillâhil-anshâriyyi radhiyallâhu `anhumâ qalâ “qultu yâ Rasûlallâhi bi’abî wa ummî akhbirnî `an awwali syai’in qâla yâ jâbiru innal-lâha khalaqakhalaqahul-lâhu qablal-asyyâ’” qablal-asyyâ’i nûra nabiyyika Muhammadin shallallâhu `alaihi wa sallama wa qad warada min hadîtsi abî hurairata radhiyallâhu `anhumin nûrih qâla rasûlul-lâhi shallallâhu `alaihi wa sallama kuntuannahu qâla wa qadawwalan-nabiyyîna fil-khalqi wa âkhirahum fil-ba`ts ta`addadatir-riwâyâtu bi’annahu awwalul-khalqi wujûdan wa asyrafuhum lahâ mulâhazhatun wa lamma kânatis-sa`âdatul-abadiyyah maulûda khafiyyah ikhtashshat man syâ’at minal-bariyyah ashlâba wa fastauda`at hâdzan-nûral-mubîn bikamalil-khushûshiyyah fatanaqqala hâdzan-nûru minbuthûna man syarrafathu minal-`âlamîn hattâ aushalathu yadul-`ilmil-qadîmshulbi âdama wa nûhin wa ibrâhîm `abdillâhib-ni ilâ man khashshashathu bit-takrîmi abîhil-karîm wa ummihil-latî hiyâ`abdil-muththalibi dzil-qadril-`azhîm fatalaqqâhu as-sayyidatil-karîmati âmînah fil-makhâwifi âminah fadhammathu ahsyâ’uhâshulbu `abdillâhi fa’alqâhu ilâ bathniha bima`ûnatil-lâhi muhâfazhatan `alâ haqqi hâdzihid-durrati wa shauniha fahamalathu biri`âyatil-lâhi kamâ warada `anhâ hamlan khafîfan lâ hattâ wa lâ tasykû minhu alaman wa lâ `ilala tajidu lahu tsiqalan wa qaruba waqtu burûzihi ilâmarrasy-syahru ba`dasy-syahri min hamlih `âlamisy-syahâdati litanbasitha `alâ ahli hâdzal-`âlami fuyûdhâtu wa tantasyira fîhi âtsâru majdihish-shamîm fadhlih

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Wa mundzu `aliqat bihi hâdzihid-durratul-maknûnah wal-kaunu kulluhu yushbihu wa yumsî fîwal-jauharatul-mashûnah wal-`uyûnu biqurbi zhuhûri isyrâqi hâdzas-sirâj surûrin wabtihâj mutasyawwiqatun ilal-tiqâthi jawâhirimutasyawwifatun ilâ burûzih wa kullu dâbbatin li quraisyin nathaqat bifashîhil’`ibârah kunûzih wa mâ min hâmilin hamalat fîmu`linatan bikamâlil-bisyârah min barakâti wa sa`âdati illâ atat fî hamlihâ bighulâm dzâlikal-`âm mutadhammikhatan wa lam tazalil-ardhu was-samâwât hâdzal-imâm wa burûzihi minbi`ithril-farahi bimulâqâti asyrafil-bariyyât ba`da tanaqqulihi fil-buthûni`âlamil-khafâ’i ilâ `âlamizh-zhuhûr wa basatha fa’azharal-lâhu fil-wujûdi bahjatat-takrîm wazh-zhuhûr biburûzifil-`âlamil-kabîri mâ’idatat-tasyrîfi wat-ta`zhîm hâdzâl-basyaril-karîm.

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Fahîna a`lanatis-samâwâtu wal-aradhûna waqaruba awânu wadh`i hâdzal-habîb wa amthârul-jûdil-ilâhiyyi `alâ ahlil-wujûdiman fîhinna bit-tarhîb wa alsinatul-malâ’ikati bit-tabsyîri lil`âlamîna ta`ij tatsij liyabruza nûruhu kâmilan fîwal-qudratu kasyafat qinâ`a hâdzal-mastûr wa anfadzal-haqqu hukmah nûran fâqa kulla nûr `âlamizh-zhuhûr an min khawâshshil-ummah `alâ man atammal-lâhu `alaihin-ni’mah wa ta’nîsan lijanâbihal-mas`ûd yahdhura `inda wadh`ihi ummah fahadharatmusyârakatan lahâ fî hâdzas-simâthil-mamdûd wa ma`ahumâbitaufîqil-lâhis-sayyidatu maryamu was-sayyidatu âsiyah minal-hûril-`îni man qasamallahu lahu minasy-syarafi fa’atal-waqtul-ladzî rattabal-lâhu `alâbil-qismatil-wâfiyah fan-falaqa shubhul-kamâli minan-nûrihudhûrihi wujûda hâdzal-maulûd mudz`inan lillâhi bit-ta`zhîmi wa barazal-hâmidul-mahmûd `an `amûd was-sujûd.

Mahallul Qiyam (Saat Berdiri)

Asyraqal-kaunubtihâjan biwujûdil-mushthfahmad
Wa li’ahlil-kauni unsun wa surûrun qad tajaddad
Fathrabû yâhlal-matsânî fahazârul-yumni gharrad
Wastadhî’û bijamâlin fâqa fil-husni tafarrad
Wa lanal-busyrâ bisa`din mustamirrin laisa yanfad
Haitsu ûtînâ `athâ’an jama`al-fakhral-mu’abbad
Falirabbî kullu hamdin jalla an yahshurahul-`ad
Idz habânâ biwujûdil-mushthafal-hâdî Muhammad
Yâ Rasûlallâhi ahlan bika innâ bika nas`ad
Wa bijâhih yâ ilâhî jud wa balligh kulla maqsad
Wahdinâ nahja sabîlih kay bihi nas`ad wa nursyad
Rabbi ballighnâ bijâhih fî jiwârihi khair maq`ad
Wa shalâtullâhi taghsyâ asyrafar-rusli Muhammad
Wa salâmun mustamirrun kulla hînin yatajaddad

Wa hîna baraza shallallâhu `alaihi wa sallama min bathni ummihi baraza mu’miyan bidzâlikar-raf`i ilâ anna lahurâfi`an tharfahu ilas-samâ’ wa kâna waqtu maulidi sayyidil-kaunainsyarafan `alâ majduhu wa samâ minasy-syuhûri syahra rabî`il-awwali wa minal-ayyâmi yaumal-itsnain wa qad warada annahuwa maudhi`u wilâdatihi wa qabrihi bil-haramain shallallâhu `alaihi wa sallama wulida makhtûnan makhûlan tawallat dzâlika lisyarafihi `indallâhi aidil-qudrahmaqthû`as-surrah mâ wa ma`as burûzihi ilâ hadzal-`âlami zhahara minal-`ajâ’ib faqadyadullu `alâ annahu asyraful-makhlûqîna wa afdhalul-habâ’ib warada `an `abdir-rahmânib-ni `aufin `an ummihisy-syaffâ’i radhiyallâhu qâlat lammâ waladat âminatu radhiyallâhu `anha rasûlallâhi`anhumâ sallallâhu `alaihi wa sallama waqa`a `alâ yadayya fastahalla fasami`tu qalatisy-syaffâ’uqa’ilan yaqûlu rahimakal-lâhu au rahimaka rabbuka hattâ nazhartu ilâfa’adhâ’a lahu mâ bainal-masyriqi wal-magharib qâlat tsumma albastuhu wa adhja`tuhu falam ansyabba`dhi qushûrir-rûm an ghasyiyatnî zhulmatun wa ru`bun wa qusya`rîratun `an yamînî wafasami`tu qâ’ilan yaqûlu aina dzahabta bihi qâla ilal-maghrib tsumma `âwadadir-ru`bu wazh-zhulmatuasfara dzâlika `annî fasami`tu qâ’ilan yaqûlu aina dzhahabtawal-qusya`rîratu `an yasârî qâlat falam yazalil-hadîtsu minnî `alâ bâlinbihi qâla ilal-masyriq wa kam Fakuntu min awalin-nâsi islâmâ hattâb-ta`atsullâh wa bâhiril-âyâtil-bayyinât tarjamatis-sunnatu min `azhîmil-mu`jizât wa anna `aina `inâyatihibimâ yaqdhî bi`azhîmi syarafihi `inda maulâh wa annahul-hâdî ilash-shirâthil-mustaqîm fî kulli hînin tar`âh

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Tsumma innahu shallallâhu `alaihi wa sallama ba`da an hakamatil-qudratu tasâbaqât ilâ wantasyarat fil-akwâni lawâmi`u nûrih bizhuhûrih wa tawaffarat raghabâtu ahlil-wujûdi fîradhâ`ihil-murdhi`ât fanafadzal-hukmu minal-hadhratil-`azhîmah hadhânati hâdzihidz-dzât bi’annal-aulâ bitarbiyatibiwâsithatis-sawâbiqil-qadîmah wa hîna lâhazhathuhâdzal-habîbi wa hadhânatihis-sayyidatu halîmah wa baraza fî sya’niha min asrâril-qudratir-rabbâniyyati`uyûnuha mâ dalla `alâ anna nâzala qalbahâ minal-farahi was-surûr maknûnuha fahanat `alaihihazhzhaha minal-karâmati `indal-lâhi hazhzhun maufûr wa raghibat fî radhâ`ihi thama`an fîhunuwwal-ummahâti `alal-banîn fathalabat minnaili barakâtihil-latî syamilatil-`âlamîn an tatawallâ radhâ`ahu wa hadhânatahu wa tarbiyatahuummihil-karîmah limâ ra’at fa’ajâbathâ bit-talbiyati lidâ`îha bil-`ainir-rahîmah fatarahhalat bihimin shidqihâ fî husnit-tarbiyati wa wufûri dawâ`îha wa hiya biri`âyatil-lâhi mahfûfatun wailâ manâzilihâ masrûrah fasyâhadat fî tharîqihâ minbi`aini `inâyatihi manzhûrah faqad mâ dallahâ `alâ annahu asyraful-makhlûqât gharîbil-mu`jizât wa raja`at wa humâatat wa syârifuhâ wa atânuhâ dha`îfatân wa qad darratisy-syârifu wasy-syiyâhulidawâbbil-qâfilati yasbiqân wa baqiya `indahâ fî bimâ hayyaral-`uqûla wal-adzhan minal-albân tatalaqqâ min barakâtihi wa `ajâ’ibihadhânatihâ wa zaujihâ sanatain mu`jizâtihi mâ taqarru wa tantasyiru asrâruhu fil-kaunaînbihil-`aîn hattâ wâjahathu malâ’ikatut-takhshîshi wal-ikrâm wa huwa yar`âl-aghnâm bisy-syarafil-ladzî `ammat barakatuhul-ânâm wa syaqqû bathnahu syaqqanfadh-ja`ûhu `alal-ardhi idhjâ`a tasyrîf tsumma akhrajû min qalbihi mâ akhrajûhu wa auda`û fîhi minlathîf wa mâ akhrajal-amlâku minasrâril-`ilmi wal-hikmati mâ auda`ûhu qalbihi adzan.
Wa lâkinnahum zâdûhu thuhran `alâ thuhrin wa huwa yatashaffahu minma`a dzâlika fî quwwatin wa tsabât fabalagha ilâsuthûril-qudratil-ilâhiyyati bâhiral-ayât mâ hashala `alâ dzâtihisy-syarîfahmurdhi`atihish-shâlihatil-`afîfah wa lam tadri annahu fatakhawwafat `alaihi min hâditsin takhsyâh faraddathu ilâ ummihimulâhazhun bil-mulâhazhatit-tammati min maulâh wa lâkin limâ qâma ma`ahâ minwa hiya ghairu sakhiyyatin bifirâqih wa huwa bihamdil-lâhi fî hishnin mâhuznil-qalbi `alaihi wa isyfâqih ni`in wa maqâmin karîm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Fanasya’a yahuffuhushallal-lâhu `alaihi wa sallama `alâ akmalil-aushâf fakâna yasyibbuminal-lâhi jamîlur-ri`âyati wa ghâmirul-althâf wa yazhharu `alaihi fîfil-yaumi syabâbash-shabiyyi fisy-syahr shibâhu min syarafil-kamâli mâ yasyhadu lahu bi annahu sayyidu waladi wa lam yazal wa anjumu su`ûdihi thâli`ah âdama wa lâ fakhr famâ nafatsawal-kâ’inâtu li`ahdihi hâfizhatun wa li’amrihi thâ’i`ah wa lâ tawajjaha fî ghaitsin illâ wa`alâ marîdhin illâ syafâhul-lâh wa madhat lahu hattâ balagha minal-`umri asyuddah anzalahu maulâh min sinnisy-syabâbi wal-kuhûlati muddah fanazalafâja’athul-hadhratul-ilâhiyyatu bimâ syarrafathu bihi wahdah fatalâ `alaihi bil-busyrâ min rabbil-`âlamîn `alaihir-rûhul-amîn lisânudz-dzikril-hakîm syâhida (wa innaka latulaqqal-qur’âna min ladun hakîm `alîm) fakâna awwala mâ nazala `alaihi min tilkal-hadhrati min qauluhu ta`âlâ: (iqra’ bismir-rabbikal-ladzî khalaq jawâmi`il-hikam alladzî `allama iqra’ wa rabbukal-akram khalaqal-insâna min `alaq famâ a`zhamahâ min `allâmal-insâna mâ lam ya`lam) bil-qalam ilâ min hadhratil-imtinân bisyâratin aushalathâ yadul-ihsân wa ayyadathâ bisyâratu (arrahmânu `allamal-qur’ân hâdzal-insân wa lâ syakka annahu shalal-lâhukhalaqal-insâna `allamahul-bayân) min`alaihi wa sallama huwal-insânul-maqshûdu bihâdzat-ta`lîm hadhratir-rahmânir-rahîm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Tsumma innahu ba`da mâ nazala `alaihil-wahyul-balîgh fada`al-khalqa ilal-lâhi `alâtahammal-a`bâ’ad-da`wati wat-tabligh fa’ajâbahu bil-idz`âni man kânat lahu bashîratun munîrah bashîrah tasyarrafawa hiya ijâbatun sabaqat bihal-aqdhiyyatu wal-aqdâr wa qad akmalal-lâhu bihimmatibis-sabqi ilaihal-muhâjirûna wal-anshâr wa akbata bisyiddati ba’sihimhâdzal-habîbi wa ashhâbihi hâdzad-dîn fazhahara `alâ yadaihi minqulûbal-kâfirîna wal-mulhidîn mâ yadullu `alâ annahu asyrafu ahlil-ardhi`azhîmil-mu`jizât wa wa bur’ul-`alîl faminhâ taktsîrul-qalîl was-samâwat wal-ikhbâru wan-syiqâqul-qamar wa thâ`atusy-syajar taslîmul-hajar wa hanînul-jidz`il-ladzî huwa min khawâriqil-`âdât bil-mughayyabât ilâ bin-nubuwwati war-risâlah wa syahâdatu dhabbi lahu wal-ghazâlah allatî wa gharâ’ibil-mu`jizât ghairi dzâlika min bâhiril-âyât wa khashshashahu bihâ min bainiayyadahul-lâhu bihâ fî risâlatih hiya wa qad taqaddamat lahu qablan-nubuwwati irhâshât bariyyatih wa ma`a zhuhûrihâ`alâ nubuwwatihi wa risâlatihi min aqwal-`alâmat wa syaqiyawan-tisyârihâ sa`ida bihash-shâdiqûna minal-mu’minîn wa talaqqâhâbihâl-mukadzdzibûna minal-kâfirîna wal-munâfiqîn kullu dzî qalbin salîm bit-tashdîqi wat-taslîm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

Wa mi`râjuhuminasy-syarafil-ladzî ikhtashshal-lâhu bihi asyrafa rasûl wa zhuhûru ayâtil-lâhil-bâhirati fîilâ hadhratil-lâhil-barril-washûl wa tasyarrufus-samâwâti wa man fauqahunna bi’isyrâqidzâlikal-mi`râj faqad `arajal-habîbu shallal-lâhu `alaihi wanûri dzâlikas-sirâj ilâ hadhratil-malikil-jalîl sallama wa ma`ahul-amînu jibrîl famâ min samâ’in walajahâ illa wa bâdarahuma`at-tasyrîfi wat-tabjîl wa kullu rasûlin marraahluhâ bit-tarhîbi wat-takrîmi wat-ta’hîl basysyarahu bimâ `arafahu min haqqihi `indal-lâhi wa syarîfi`alaih wa washala ilâ hattâ jâwazas-sab`ath-thibâq manzilatihi ladaih nâzalathu minal-hadhratil-ilâhiyyah hadhratil-ithlâq wa wa wâjahathu bit-tahiyyât ghawâmirun-nafahâtil-qurbiyyah wa nâdathu wa aulathu jamîlal-hibât akramathu bijazîlil-`athiyyât ba`da an atsnâ `alâ tilkal-hadhratibisyarîfit-taslîmât faya lahâ minbit-tahiyyatil-mubârakâtish-shalawâtith-thayyibât wa tajalliyâtin `âliyâtin fî hadharâtin bâhirât nafahâtin ghâmirât wa wa tatalaqqâ `awâthifar-rahmât tasyhadu fîhâdz-dzâtu lidz-dzât sawâbighal-fuyûdhâti bi’aidil-khudhû`i wal-ikhbât
Rutabun tasquthul-amâniyyu hasrâ
Dûnahâ mâ warâa hunna warâu
`Aqalal-habîbu shallal-lâhu `alaihi wa sallama fî tilkal-hadhrati min sirrihâ mâ `aqal fa auhâ ilâ `abdihî mâ auhâ wat-tashala min `ilmihâ bimat-tashal famâ hiya illa minhatun khashshashat bihâmâ kadzabal-fu’âdu mâ ra’â wa aulathu min `awâthifihar-rahîmati hâdzal-insân hadhratul-imtinân wa tilka mawâhibu lâmâ ya`jizu `an hamlihits-tsaqalân wa lâ tastathî`ul-alsunu anyajsurul-qalamu `alâ syarhi haqâ’iqiha khashshashat bihal-hadhratul-wâsi`ahtu`riba `an khafiyyi daqâ’iqiha falâ yathma`u hâdzihil-`ainan-nâzhirata wal-udzunas-sâmi`ah wal-ihâthati bisyuhûdi nûrihathâmi`un fil-iththilâ`i `alâ mastûriha wa rutbatun `azzat fa innahâ hadhratun jallat `an nazharin-nâzhirîn fahanî-an lilhadhratil-muhammadiyyah `alâ ghairi sayyidil-mursalîn wa bulûghuhâ ilâmâ wâjahahâ min `athâyal-hadhratil-ahadiyyah hâdzal-maqâmil-`azhîm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhammadinir-ra’ufir-rahîm

wa mâWa haitsu tasyarrafatil-asmâ`u bi’akhbari hâdzâl-habîbil-mahbûb hashala lahu minal-karâmati fî `awâlimisy-syahâdati wal-ghuyûb taharrakat himmatul-mutakallimi ilâ nasyri mahâsini khalqi liya`rifas-sâmi`u mâ akramahul-lâhu bihihâdzas-sayyidi wa akhlâqih minal-washfil-hasani wal-khalqil-jamîlil-ladzî khashshashathu bihi falyuqâbilis-sâmi`u mâ umlîhi `alaihi min`inâyatu khallâqih fa innahu saufa yajma`uhu minsyarîfil-akhlâqi bi’udzunin wâ`iyah falaisa yusyâbihuaushâfil-habîbi `alar-rutbatil-`âliyah wa lâ yaqifu ahadunhâdzas-sayyida fî khalqihi wa akhlâqihi basyar min asrâri hikmatil-lâhi fî khalqihi wa khuluqihi `alâ `ainin wa lâ thaba`athu `alâ akhlâqin fa innal-`inâyatal-azaliyyah atsar falaqad kâna wa aqâmathu fî shûratin hasanatin badriyyah saniyyah abyadhal-launishallal-lâhu `alaihi wa sallama marbû`al-qâmah wâsi`al-jabîni hasanahu sya`rahu bainal-jummatimusyarrâban bihumrah wa lahul-i`tidâlul-kâmilu fî mafâshilihi wa athrâfih wal-wafrah lam ya’ti basyrunwal-istiqâmatul-kâmilatu fî mahâsinihi wa aushâfih qad fî mahâsini nazharihi wa sam`ihi wa nuthqih `alâ mitsli khalqih fîhâ jamî`ul-mahâsini mahshûrah khalaqahul-lâhu `alâ ajmali shûrah idzâ takallama natsara minal-ma`ârifi wal-`ulûmiwa `alaihâ maqshûrah nafâ’isad-durar wa laqad ûtiya min jawâmi`il-kalimi mâ `ajaza `anil-ityâni bimitslihi mashâqi`ul-bulaghâ’i minal basyar falâ tajidutatanazzahul-`uyûnu fî hadâ’iqi mahâsini jamâlih makhlûqan fil-wujûdi `alâ mitsâlih

Sayyidun dhihkuhut-tabassumu wal-masy
yul-huwainâ wa naumuhul-ighfâ’u
mâ siwâ khulqihin-nasîmu wa lâ ghai
ru muhayyahur-raudhatul-ghanna’u
rahmatun kulluhu wa hazmun wa `azmun
wa waqârun wa `ishmatun wa hayâ’u
mu`jizul-qauli wal-fi`âli karîmu
alkhalqi wal-khulqi muqsithun mi`thâ’u
Wa fayafûtu sarî`al-masyyiidzâ masyâ faka’annamâ yanhaththu min shabab fa huwal-kanzul-muthalsamul-ladzmin ghairi khabab î lâ ya’tî `alâ wal-badrut-timmul-ladzî ya’khudzul-albâbafathi bâbi aushâfihi miftâh idza takhayyalathu au sanâhu lahâ lâh
habîbun yaghârul-badru min husni wajhihi
tahayyaratil-albâbu fî washfi ma`nâhu
famâdzâ au yudrikul-fahmu ma`nâyu`ribul-qaulu `an washfin yu`jizul-wâshifîn dzâtin jallat an yakûna lahâ fî washfihâ musyârikun au qarîn

Kamulat mahâsinuhu falau ahdas-sanâ
lilbadri `inda tamâmihi lam yukhsafi
wa `alâ tafannuni wâshifîhi biwashfihi
yafnazzamânu wa fîhi mâlam yûshafi
wa ausa`a fadhlahul-`amîm famâ ajalla qadrahul-`azhîm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhamadinir-ra’ufir-rahîm

Wa laqadit-tashafa shallal-lâhu `alaihi wa sallama min mahâsinil-akhlâq kâna shalla-lâhu `alaihibimâ tadhîqu `an kitâbatihi buthûnul-aurâq wa awwalahum ilâwa sallama ahsanan-nâsi khuluqan wa khalqâ wa ausa`ahum bil-mu’minîna hilman wa rifqâ makârimil-akhlâqi sabqâ lâ yaqûlu wa lâ yaf`alu illâ ma`rûfâ barran ra’ufâ idzâ wal-lafzhul-muhtawî `alal-ma`nal-jazl lahul-khuluqus-sahl wada`âhul-miskînu ajâbahu ijâbatan mu`ajjalah wa lahu ma`ahuwal-abusy-syafîqur-rahîmu bil-yatîmi wal-armalah allatî tarta`idu minhâsuhûlâti akhlâqihil-haibatul-qawiyyah wa min nasyri thîbihifarâ’ishul-aqwiyâ’i minal-bariyyah wa bi`arfi dzikrihita`aththaratith-thuruqu wal-manâzil fahuwa shalla-lâhu `alaihi watathayyabatil-majâlisu wal-mahâfil wal-munfaridu fî khalqihi wasallama jâmi`ush-shifâtil-kamâliyyah famâ min khuluqin fil-bariyyatikhuluqihi bi asyrafi khushûshiyyah illâ wa huwa mutalaqqan `an zainil-wujûd mahmûd

Ajmaltu fi washfil-habîbi wa sya’nihi
wa lahul-`ulâ fî majdihi wa makânihi
aushâfu `izzin qad ta`âlâ majduha
akhadzat `alâ najmis-suhâ bi`inânihi
Wa qadinbasathal-qalamu fî tadwîni mâ afâdahul-ilmu min waqâ’i`i wa hikâyati mâ akramal-lâhu bihimaulidin-nabiyyil-karîm hâdzal-`abdal-muqarraba minat-takrîmi wat-ta`zhîmi wal-khuluqil`azhîm wa fî hâdzal-maqam fahasuna minnî an umsika a`innatal-aqlâm alâ sayyidil-anâm aqra’as-salâm
Assalâmu `alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatul-lâhi wa barakâtuhu (tiga kali)
fa`alaihi afdhalush-shalâti wat-taslîm wa bidzâlika yahsunul-khatmu kamâ yahsunut-taqdîm

Allâhumma shalli wa sallim asyrafash-shalâti wat taslîm
`alâ sayyidinâ wa nabiyyinâ Muhamadinir-ra’ufir-rahîm

Walamma nazhamal-fikru min darâriyyil-aushâfil-Muhammadiyyati `uqûdâ tawajjahtu ilal-lâhi mutawassilan bisayyidî wa habibîbî Muhammadin shalla-lâhu `alaihi wa sallama an yaj`ala sa`yî fîhi masykûran wa fi`lî wa wa an yaktuba `amalî fil-a`mâlil-makqbûlah fîhi mahmûdâ tawajjuhî fit-tawajjuhâtil-khâlishati wash-shilâtil-maushûlah wa `alâallâhumma yâ man ilaihi tatawajjahul-âmâlu fata`ûdu zhâfirah bâbi `izzatihi tuhaththur-rihâlu fataghsyâhâ minhul-fuyûdhâtul-ghâmirah sayyidil-mursalîn bi’asyrafil-wasâ’ili ladaik natawajjahu ilaik sayyidinâ Muhammadinil-ladzî `ammat`abdikash-shâdiqil-amîn An tushalliya wa tusallima `alârisâlatuhul-`âlamîn wa wa hafîzhi sirrik mustauda`i amânatik tilkadz-dzâtil-kâmilah al-mahbûbi laka al-abil-akbar hâmili râyati da`watikasy-syâmilah fî kulli mauthinin minwal-mukhashshashi bisysyarafil-afkhar wa sâqî qâsimi imdâdika fî `ibâdik mawâthinil-qurbi wa mazhhar wa sayyidil-kaunain ku’ûsi irsyâdika liahli widâdik al-makhshûshi minka al-`abdil-mahbûbil-khâlish asyrafits-tsaqalain Allâhumma shalli wa sallim `alaihi wa `alâbi ajallil-khashâ’ish Allâhumma wa ahli hadhratiqtirâbihi min ahbâbih âlihi wa ashhâbih wa natawassaluinnâ nuqaddimu ilaika jâha hâdzan-nâbiyyil-karîm an tulâhizhanâ fî harakâtinâ wailaika bisyarafi maqâmihil-`azhîm wa an tahfazhanâ fî jamî`i athwârinâ wasakanâtina bi `aini `inayatik wa an wa hashîni wiqâyatik taqallubâtinâ bijamîli ri`âyatik tuballighanâ min syarafil-qurbi ilaika wa ilâ hâdzal-habîbi ghâyata wa tataqabbala minna mâ taharraknâ fîhi min niyyatinâ waâmâlinâ wa wa taj`alanâ fî hadhrati hâdzal-habîbi minal-hâdhirîn a`mâlinâ wa lihaqqika wa haqqihifî tharâ’iqit-tibâ`ihi minas-sâlikîn (Allâhumma) inna lanâ wa li`ahdika minal-hâfizhîn minal-mu’addîn wa zhunûnan jamîlatanathmâ`an fî rahmatikal-khâshshati falâ tuhrimnâ âmannâ bika wa birasûlika wahiya wasîlatunâ ilaika falâ tukhayyibnâ an wa tawajjahnâ bihi ilaika mustasyfi`în mâ jâ’a bihi minad-dîn wal-musî’a bil-ihsân tuqâbilal-mudzniba minnâ bil-ghufrân wa an taj`alana wal-mu’ammila bimâ ammal was-sâ’ila bimâ sa’al wa wa wâlâhu wa zhâharah mimman nashara hâdzal-habîba wa wâzarah wa ahla`umma bibarakatihi wa syarîfi wijhatihi aulâdanâ wa wâlidînâ wal-mu’minîna wa jamî`al-muslimîna wal-muslimât quthrinâ wa wâdîna wa adim rayatad-dînil-qawîmi fî fi jamî`il-jihât wal-mu’minât wa ma`âlimal-islâmi wal-îmâni bi’ahlihâjamî`il-aqthâri mansyûrah waksyifillâhumma kurbatal-makrûbîn ma`nan wa shûrah ma`mûrah wansyur wa taqabbal taubatat-ta’ibîn waqdhi dainal-madînîn wakfi syarral-mu`tadînarahmataka `alâ `ibâdikal-mu’minîna ajama`în wab-suthil-`adla bi wulâtil-haqqi fi jamî`in-nawâhîwazh-zhâlimîn wa ayyidhum bita’yîdin min `indika wa nashrinwal-aqthâr waj-`alnâ yâ rabbi`alal-mu`ânidîna minal-munâfiqîna wal-kuffâr wa fil-hirzil-makînifil-hishnil-hashîni min jamî`il-balâya wa adimnâ fil-`amali bithâ`atikaminadz-dzunûbi wal-khathâya wa idzâ tawaffaitanâ fatawaffanâwash-shidqi fî khidmatika qâ’imîn wa shalli wakhtim lanâ minka bikhairin ajma`în muslimîna mu’minîn lil-ajsâmi wal-arwâhi wal-qulûbwa sallim `alâ hadzal-habîbil-mahbûb wa âkhiru da`wânâ wa `alâ âlihi wa shahbihi wa man ilaihi mansûb anil-hamdu lillâhi rabbil-`âlamîn


http://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/ratib/maulid-habsyi/
Baca Selengkapnya ... »»  

Sabda Nabi Muhammad saw : Aku diutus kepada seluruh umat manusia


Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah r.a. : Nabi Muhammad Saw. Pernah bersabda,”kepada ku telah diberikan lima hal yang tidak diberikan kepada orang lain sebelumku :

1. Allah Swt memberikan kemenangan kepada ku dengan rasa keterpesonaan. (Dia membuat musuh-
musuhku ketakutan) dari sebuah jarak yang jauh dalam sebuah perjalanan satu bulan.
2. Bumi dijadikan untuk ku (dan umatku) sebagai sebuah tempat untuk mengerjakan shalat dan menjadi
sebuah wahana untuk membersihkan (mengerjakan tayamum), oleh karena itu semua umatku dapat
mendirikan shalat di mana pun ia tengah berada apabila waktu shalat telah tiba.
3. harta rampasan dihalalkan untukku dan tidak dihalalkan kepada orang-orang sebelumku.
4. aku diperkenankan memberi syafa’ah (pada hari kiamat)
5. setiap Nabi diutus hanya kepada bangsanya sendiri, tetapi aku diutus kepada seluruh umat manusia
Baca Selengkapnya ... »»  

Ayah/Ibu/Anak > < CINTA? Minuman,gelas piala Cinta,peminum,rasa minuman,&mabuk cinta? > Al-Syeikh Abul Hasan Al-Syadzaly r.a


Nabi Muhammad s.a.w. ditanya seseorang, "Cinta siapa yang lebih besar, cinta anak-anak kepada orang tua mereka, atau cinta orang tua kepada anak-anaknya?" Beliau menjawab, "Cinta orang tua lebih besar, karena sementara melakukan semua hal, mereka berpikir bagaimana agar anaknya tumbuh dan bahagia, seolah-olah ia mengharap untuk hidup di dalam kehidupan anak-anaknya setelah ia mati; sementara anak-anak yang saleh berpikir bahwa suatu hari orang tuanya akan mati, dan dengan demikian mereka hanya sebentar dapat melayani orang tua mereka." Orang itu bertanya, "Cinta ayah atau ibu-kah yang lebih besar?" Nabi menjawab, "Ibu. Ia berhak memperoleh penghormatan dan pelayanan, karena surga terletak di bawah kakinya." Cinta orang tua adalah cinta yang paling diberkahi, karena cinta mereka sebening kristal.

Penjelasan Tentang Cinta
Seseorang bertanya kepada Quthbi Jami'il Mqom WalGhoutsil A'dzom Al- Syaikh Abul Hasan as Syadzali r.a, dengan pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah yang disebut minuman Cinta?
2. Apa gelas piala Cinta?
3. Siapa sang peminum?
4. Apakah rasa minumannya?
5. Siapakan para peminum sejati?
6. Apakah rasa segar minuman?
7. Apakah yang disebut mabuk Cinta?
8. Apa pula sadar dari mabuk itu?
Hazrat Syaikh Abul Hasan as Syadzili menjawab :
Minuman Cinta adalah Cahaya yang cemerlang berkalian dari Kemahaindahan Sang Kekasih.
Gelas pialanya adalah kelembutan yang menghubungkan ke bibir-bibir hati.Sang peminum adalah pihak yang mendapat limpahan agung kepada orang-orang istemewa seperti para Auliya dan hamba-hambaNya yang saleh. Allah Yang Maha Tahu kadar kepastian dan kebajikan bagi kekasih-kekasihNya.
Sang Peminum adalah pecinta yang dibukakan keindahan cinta itu dan menyerap minuman nafas demi nafas jiwa. Rasa minuman adalah rasa dibalik orang yang terdendam rindunya ketika hijab diturunkan.
Sang peminum sejati adalah pecinta yang meneguk arak cinta itu, sejam dua jam. Rasa segar peminuman cinta adalah bagi orang yang dilimpahi arak cinta dan terus menerus meminumnya hingga kerongkongan penuh sampai ke urat nadinya. Cahaya Allah ada dibalik minuman yang melimpah itu. Mabuk Cinta adalah ketika seseorang hanyut dalam rasa dan hilang akal, tidak mengerti apa yang dikatakan dan diucapkan padanya. Sadar dari mabuk cinta, adalah situasi sadar ketika gelas piala minuman cinta dikelilingkan, di hadapan mereka berbagai kondisi ruhani silih berganti, lalu kembali pada dzikir dan ketaatan, tidak terhijabi oleh sifat-sifat dengan berbagai ragam kadar yang ada, itulah yang disebut sebagai waktu sadar cinta, ketika pandangannya meluas melintas batas dan pengetahuannya semakin bertambah. Mereka berada di bintang-bintang pengetahuan, berada di rembulan Tauhid, untuk menjadi petunjuk ketika malam menjadi gulita. Mereka dengan matahari ma'rifat, mencerahi padang harinya. Mereka itulah yang disebut Hizbullah (Pasukan-pasukan Allah) dan ingatlah bahwa Hizbullah itulah yang menang."
Baca Selengkapnya ... »»  

Do'a Akhir Tahun> setan berkata: “Kesusahanlah bagiku,dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam(manusia) pada tahun ini”.


Doa Akhir Tahun
http://liriksolawat.com/2009/12/02/doa-akhir-tahun/
Do’a ini hendaknya dibaca tiga kali pada akhir waktu ashar tanggal 29 atau 30 bulan Dzulhijjah. Fadhilahnya adalah barang siapa membaca do’a ini dalam waktu tersebut maka setan berkata: “Kesusahanlah bagiku,dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam(manusia) pada tahun ini”. Maka di binasakan lah dengan satu saat saja,sebab membaca do’a ini. Dan dosa-dosanya di ampuni oleh Allah Ta’ala dalam setahun ini. Inilah Doanya
Baca Selengkapnya ... »»  

Rahasia Sang Kuasa oleh Al-Imam Al-Ghozaly r.a


Dikisahkan bahwa ada seorang Nabi melakukan ibadat di sebuah gunung yang berdekatan dengan sebuah mata air. Kemudian lewatlah seorang penunggang kuda dan singgah sebentar untuk minum dari mata air tersebut. Kemudian karena terburu-buru, kantung uangnya yang berisi seribu dinar tertinggal disitu.

Tidak lama berselang datanglah orang lain lagi untuk minum, lalu ia mendapati kantung uang si penunggang kuda itu dan kemudian membawanya pergi. Berikutnya tibalah seorang lelaki miskin yang memikul seikat kayu bakar. Ia minum dan setelah itu ia berbaring untuk melepaskan lelah.

Tiba-tiba datanglah si penunggang kuda untuk mengambil kantung uangnya yang tertinggal namun ia tidak mendapati kantung uangnya di situ.

Karena tidak menemukan uangnya, sementara yang masih ada didekatnya adalah si miskin tersebut, si penunggang kuda menuduhnya dan menuntutnya untuk mengembalikan uangnya, ia terus-menerus memeriksanya dan menyiksanya, namun demikian ia tetap tidak mendapatkan uangnya, akhirnya si pembawa kayu bakar itupun dibunuhnya.

Menyaksikan peristiwa tersebut, Nabi yang sedang melakukan ibadat itu berseru kepada Allah Ta’ala, “wahai Rabbku, ada apa ini ? Yang mengambil kantung uang seribu dinar adalah orang lain. Namun mengapa Engkau menjadikan si penunggang kuda itu menzalimi si miskin tersebut hingga ia membunuhnya.”

Lalu Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepadanya,

"Bersibuk-sibuklah kamu dengan ibadatmu ! Mengetahui rahasia-rahasia Sang Maha Penguasa itu bukanlah urusanmu; si miskin pembawa kayu bakar itu telah membunuh ayah si penunggang kuda, karenanya Aku menempatkannya untuk mendapat qishash [balasan] daripadanya. Sedangkan ayah si penunggang kuda itu telah mengambil seribu dinar dari dari harta milik orangtua dari yang mengambil kantung uang itu dan Aku mengembalikannya sebagai warisannya.”

Manusia akan selalu bertanya-tanya, “mengapa begini”, “mengapa begitu”, “bagaimana bisa begini“ dan “bagamana bisa begitu” ….. sampai saatnya ia ridha kepada apa-apa yang ditentukan Allah Ta’ala di semesta alam-alam ini.

__________
Sumber: Al Ghazali dalam kitabnya Arba’in fii ushuluddiin, terjemahannya: Teosofia Al Quran, bab 39. Ridha terhadap Qadha, cetakan Risalah Gusti 1996.
Baca Selengkapnya ... »»  

Rintihan Malam Hari Oleh Al-Imam Bukhori r.a


RINTIHAN DI MALAM HARI Oleh Imam Bukhory

Di kala malam yang sunyi sepi bani insan tengah tenggelam dalam tidur dan mimpi;
musafir yang malang ini tersentak bangun;
pergi membasuh diri;
untuk datang mengadap-Mu Tuhan.

Lemah lututku berdiri di hadapan-Mu;
sedu sedan tangisku keharuan;
hamba yang lemah juga mendekat;
bersimpuh di bawah peduli Kebesaran-MU.

Tuhan;
Hamba tidak tahu pasti;
bagaimana penerimaan-Mu;
di kala mendengar pengaduan hamba;
yang penuh dosa dan noda ini;

Dalam wahyu yang Engkau nuzulkan;
Engkau berjanji untuk sedia memberi menerima pengaduan;
dan sudi memberi keampunan;

Dan Muhammad Rasul-Mu yang mulia itu;
ada mengatakan:
Ampunan Tuhan lebih besar dari kesalahan insan;
hamba percaya pada tutur kepastian itu;
sebab itu hamba datang wahai Tuhan;
bukan tidak redha dengan ujian;
cuma hendak mengadu pada-Mu;
tempat hamba kembali nanti;
memohon sakinah, maghrifah dan mutmainnah.
Baca Selengkapnya ... »»