indahmu tak lagi terucap.kasihmu tak lagi terjamah.seperti wangimu yg terus tersisa.bila ku cium mawar itu.bakar saja aku meski aku diam tak berasa.pun gelisah gemuruh ombak laut.karna kau yg telah menutup mata ini.apa maksudnya? aku tak tahu.yg kupahami hanyalah musim yg tak terganti.bumi yang telah memutih,sedang kau berderai mengagumi disana.mengagumi cinta yg telah membunuhmu.mempertahankan kenangan yg merusak seluruh esokmu.ku pikir aku buta.ternyata matamu lebih membutakan.kupahami artimu begitu mengagumkan,meski dg cara cara yg tak ku mengerti.semua cepat berakhir karna itu semu.teruskan saja waktumu...aku akan tetap di sini.kemasi semua hadirmu.juga jejak nafasmu itu.maka biarkan aku mengusik sisa sia sia.menyepuh tiap malam malam dg keburaman di tangan ini.sampai lelah..sampai tak kuasa...sampai yg terakhir.tak ada ruang untuk menghias sebait senyuman pun,tak ada satu pun titik tempat untuk menulis.ahh..tak pernah aku pahami.tak terasa gelisah meski merindu.tak kan pernah mencoba dengarkan hati.usah kau pahami aku...usah kau hakimi aku...
Home » All posts
sendiri
petang yg memerah
berdesah sekujur darah menghempas arah
diam pun hening merasa sepi
memanja tanya menawar arti
tetap di sini
di repihan sendiri
tak pernah berhenti
tetap menikmati
hitam ataupun putih
bermunajat tentang cinta
atau membacakan kembali takdir yg tercipta
seakan kian dimusnahkan waktu
ditangisi hati tak layak mengadu
kenapa tak ada aku di sini?
putuskan saja ratapanmu itu
masih sekarat pun kau tak kan mampu bangkit
karna doamu hanya terbasahi oleh pilu
dan tak sepatutnya kau menghujat tentang keruhnya langit
itulah kau air mata tanpa cahaya.....
musnahkan saja dirimu
campakkan saja doa doamu
juga keyakinanmu
semua hanya mimpi mimpi semu
selama yg kau pahami hanyalah tangis tangismu itu
hingga kau sedemikian takutnya pada esok esokmu
berdesah sekujur darah menghempas arah
diam pun hening merasa sepi
memanja tanya menawar arti
tetap di sini
di repihan sendiri
tak pernah berhenti
tetap menikmati
hitam ataupun putih
bermunajat tentang cinta
atau membacakan kembali takdir yg tercipta
seakan kian dimusnahkan waktu
ditangisi hati tak layak mengadu
kenapa tak ada aku di sini?
putuskan saja ratapanmu itu
masih sekarat pun kau tak kan mampu bangkit
karna doamu hanya terbasahi oleh pilu
dan tak sepatutnya kau menghujat tentang keruhnya langit
itulah kau air mata tanpa cahaya.....
musnahkan saja dirimu
campakkan saja doa doamu
juga keyakinanmu
semua hanya mimpi mimpi semu
selama yg kau pahami hanyalah tangis tangismu itu
hingga kau sedemikian takutnya pada esok esokmu
akan ku tuliskan kembali
akan ku tuliskan kembali
senyum itu
yg terpahat pada dinding kamarku
atau pada batu gunung musim itu
akan ku petikkan lagi
bunga itu
yg pernah tercampakkan di tanah lalu
atau yg pernah terselip di jemari gitarku
akan ku dekap lagi cerita itu
yg pernah hadir saat petang memerah
untuk sebuah kenangan
meski samar..
jelas tertinggalkan
senyum itu
yg terpahat pada dinding kamarku
atau pada batu gunung musim itu
akan ku petikkan lagi
bunga itu
yg pernah tercampakkan di tanah lalu
atau yg pernah terselip di jemari gitarku
akan ku dekap lagi cerita itu
yg pernah hadir saat petang memerah
untuk sebuah kenangan
meski samar..
jelas tertinggalkan
munajat sepi
diam tak berarti ak hilang
sepi tak berarti ak mati
ak tetap bernyawa cinta
ak tetap budak cinta
yg sll mentasbihkan namamu
di tiap detak dan hembusanku
ku relakan ruhku pergi mnjelajahi sepi
mencari duniamu tak bertepi
dimana hnya ad ak dan kamu
dimana hidup dan mati,hitam dan putih,senang ataupun sedih
semuanya tak pnya arti selain dirimu
krn mncintaimu adalah indah
mncumbui hadirmu adalah anugrah
krn engkaulah pemilik cinta itu ,,,
sepi tak berarti ak mati
ak tetap bernyawa cinta
ak tetap budak cinta
yg sll mentasbihkan namamu
di tiap detak dan hembusanku
ku relakan ruhku pergi mnjelajahi sepi
mencari duniamu tak bertepi
dimana hnya ad ak dan kamu
dimana hidup dan mati,hitam dan putih,senang ataupun sedih
semuanya tak pnya arti selain dirimu
krn mncintaimu adalah indah
mncumbui hadirmu adalah anugrah
krn engkaulah pemilik cinta itu ,,,
katakanlah
tanah ini kian tak bertuan
dicumbui galau tak beralasan
ditumbuhi risau mencadas berbatu
entahlah,,
kmn perginya embun2 itu
kabut yg menyusu pd pucuk2 angin pun hilang
mmbawa semua senyuman ceria pagi
yg trtinggal hnya ilalang kering mnggeliat terbakar kecupan mentari yg dl hngat mmbuai
lusuh mendebu tanah ini
smpai kerikil trkelupas dr muka bumi
perih terik terus mnerangi
wahai mendung,,
wahai hujan,,
tak patutkah ia tuk kau sirami?
atau sekedar mreguk setetes ibamu?
knp trs terbiar tnp sedikit cercamu?
masihkah pantas menikmati cintamu?
dicumbui galau tak beralasan
ditumbuhi risau mencadas berbatu
entahlah,,
kmn perginya embun2 itu
kabut yg menyusu pd pucuk2 angin pun hilang
mmbawa semua senyuman ceria pagi
yg trtinggal hnya ilalang kering mnggeliat terbakar kecupan mentari yg dl hngat mmbuai
lusuh mendebu tanah ini
smpai kerikil trkelupas dr muka bumi
perih terik terus mnerangi
wahai mendung,,
wahai hujan,,
tak patutkah ia tuk kau sirami?
atau sekedar mreguk setetes ibamu?
knp trs terbiar tnp sedikit cercamu?
masihkah pantas menikmati cintamu?
trotoar ini
ku senang berjalan di atas trotoar ini
yg basah oleh siraman air hujan
begitu menenangkan...
tengadah memandangku dg tatapan tak berdosanya
penuh senyuman menjurus tanya
entah kenapa ia begitu pemurah
itu mngkn memang takdirnya
menjadi alas bagi kaki kaki anjing yg "najis"?
hanya sesekali menjegal langkah langkah yg sombong
menuntun tapak tapak gontai tak tersesat
menjadi rumah bagi jiwa jiwa tak bertahta
menjadi jalanan bagi sekawanan peri kecil mencari tuannya
hai kawan,,selamat malam...
ini aku,,semoga kau masih menyimpan rahasia2ku yg dulu *,*
yg basah oleh siraman air hujan
begitu menenangkan...
tengadah memandangku dg tatapan tak berdosanya
penuh senyuman menjurus tanya
entah kenapa ia begitu pemurah
itu mngkn memang takdirnya
menjadi alas bagi kaki kaki anjing yg "najis"?
hanya sesekali menjegal langkah langkah yg sombong
menuntun tapak tapak gontai tak tersesat
menjadi rumah bagi jiwa jiwa tak bertahta
menjadi jalanan bagi sekawanan peri kecil mencari tuannya
hai kawan,,selamat malam...
ini aku,,semoga kau masih menyimpan rahasia2ku yg dulu *,*
musimku
tilasan wangi wangi deras hujan senja ini
meruang di sekujur jasad lalu
khas terhadir di bias binar bulan
yg bersemayam di genangan tanah
membaur di daun kemangi
hembus mendebu di nafas ilalang
melirikkan tanya penuh paksa
"apakah itu sudah berlalu ?" seloroh seenaknya
"tidak" jawabku
"kau curang!" jawabku sekali lagi
aku tahu senyum mawar yg tersalib di tembok kamarku,
kau kan yg melakukan?
dan tetesan iba yg membasah di pundakku,
itu jg km sengaja.
kenapa kau terus tawan wangi ini
sementara kau tahu aku tak mampu ,,,wahai musimku!
kenapa tidak kau rejam saja aku dengan perihmu itu
biar sekalian aku meregang pedih menikmati
kenapa tidak kau hunus aku dengan tangismu itu
biar aku sekalian kotor terbelah bernistadurja
kenapa harus kau campuri malam malamku dg rayuanmu itu
aku tak mampu...
relakan aku...
tutuplah matamu...
jngan kau hadirkan lagi kecupan itu
yg sll hangat bersemayam
aku tak mampu..
aku tak mampu...
aku bukan malaikat kecil itu
ingin ku berteriak sekeras kerasnya
biar runtuh semesta musimku
biarkan ku terserak berhamburan
biar ku tantang langit
biar ku tentang badai
biar aku hancur oleh murkanya
biarkan saja..
biarkan aku..
biarkan aku..
biarkan aku..
meruang di sekujur jasad lalu
khas terhadir di bias binar bulan
yg bersemayam di genangan tanah
membaur di daun kemangi
hembus mendebu di nafas ilalang
melirikkan tanya penuh paksa
"apakah itu sudah berlalu ?" seloroh seenaknya
"tidak" jawabku
"kau curang!" jawabku sekali lagi
aku tahu senyum mawar yg tersalib di tembok kamarku,
kau kan yg melakukan?
dan tetesan iba yg membasah di pundakku,
itu jg km sengaja.
kenapa kau terus tawan wangi ini
sementara kau tahu aku tak mampu ,,,wahai musimku!
kenapa tidak kau rejam saja aku dengan perihmu itu
biar sekalian aku meregang pedih menikmati
kenapa tidak kau hunus aku dengan tangismu itu
biar aku sekalian kotor terbelah bernistadurja
kenapa harus kau campuri malam malamku dg rayuanmu itu
aku tak mampu...
relakan aku...
tutuplah matamu...
jngan kau hadirkan lagi kecupan itu
yg sll hangat bersemayam
aku tak mampu..
aku tak mampu...
aku bukan malaikat kecil itu
ingin ku berteriak sekeras kerasnya
biar runtuh semesta musimku
biarkan ku terserak berhamburan
biar ku tantang langit
biar ku tentang badai
biar aku hancur oleh murkanya
biarkan saja..
biarkan aku..
biarkan aku..
biarkan aku..
waktuku
saat memberiku lagi waktu
hitam dan putih
aku bunga segala anugrah
meski lukisku tak selalu indah
di labuhan ini...
semua arti namun hiasan
terjamah tak dalam belaka
utuh nian satu
dewasa nian jauh
aku ingin terus tahu
semoga atas semuaku
karna takdir masih menyimpan banyak kata
rabu,14 juli 1999
Baca Selengkapnya ... »»
hitam dan putih
aku bunga segala anugrah
meski lukisku tak selalu indah
di labuhan ini...
semua arti namun hiasan
terjamah tak dalam belaka
utuh nian satu
dewasa nian jauh
aku ingin terus tahu
semoga atas semuaku
karna takdir masih menyimpan banyak kata
rabu,14 juli 1999
separuh musim
utuhnya satu lukisan waktu
masih tetap memikat
masih terus menguat
biarlah saja...
diam pun berharap
biarlah terucap
satu atau seribu
saat musnah semua arti
saat perih menguasai
tergenggam tak tenggelam
angkatlah dalam dalam
dalam terang dan temaram
seperti wangi terus bersemayam
diserpihan sendiri
tak pernah berhenti
tetap menikmati
rasa saatkan tiba
14 august 99
masih tetap memikat
masih terus menguat
biarlah saja...
diam pun berharap
biarlah terucap
satu atau seribu
saat musnah semua arti
saat perih menguasai
tergenggam tak tenggelam
angkatlah dalam dalam
dalam terang dan temaram
seperti wangi terus bersemayam
diserpihan sendiri
tak pernah berhenti
tetap menikmati
rasa saatkan tiba
14 august 99
Subscribe to:
Posts (Atom)







