Di Surabaya,Balita Dibunuh dan Disemen



Pembunuhan keji terjadi di Jalan Endrosono 7 Surabaya.
Seorang anak yang masih berusia 3,5 tahun, dibunuh tetangganya sendiri, lalu jenasah anak itu disemen di rumah tersangka.
Kerjadian ini terjadi pada Sabtu (17/2/2013) malam, namun jenasah korban baru ditemukan pada Selasa (19/2/2013) siang.

Akibat kejadian ini, seluruh warga Endrosono dan sekitarnya gempar.
Tersangka pembunuhan terhadap Fahri, bayi berusia 3,5 tahun, Solikhin, langsung berhasil ditangkap oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Solikhin ditangkap dikawasan Kenjeran.
Diduga pelaku memiliki kelainan jiwa. Namun pihak kepolisian masih belum bisa memastikan.
"Kami belum bisa pastikan," kata Kapolsek Semampir, Kompol Mudakir.
Namun keluarga korban membantah jika tersangka gila.
"Dia tidak gila, dia bisa diajak berbicara," kata Rofiah.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sampai saat ini telah memeriksa 4 orang, terkait kasus pembunuhan tragis bocah berusia 3,5 tahun, M Fahri Khusaeni Romadhon, anak dari pasangan Zubaidah dan Misnawi, warga Endrosono VII no 23A.

 
Empat saksi tersebut adalah Solihin yang merupakan pelaku utama pembunuhan. Tiga saksi lainnya yakni pelapor dan tetangga sekitar. Polisi belum memastikan motif sebenarnya dari pembunuhan tersebut.
Tersangka Solihin mengaku pembunuhan itu dilakukan lantaran sakit hati. Ia mengatakan merasa dendam terhadap orang tua korban, yang mengancam akan membunuhnya, saat tersangka mondar-mandir di depan rumah korban beberapa waktu lalu.

Saat itu, Solihin hanya diam saja meski menyimpan dendam. Hingga akhirnya, dirinya melakukan pembunuhan terdapat anak kelima dari pasangan Jubaidah dan Misnawi.
"Lihat anaknya bermain di depan rumah, saya panggil untuk saya bawa masuk di dalam rumah dan langsung saya banting," katanya.
 
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anom Wibowo, mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, ayah korban sama sekali tidak pernah ada perselisihan dengan pelaku. Meski tertangga dekat, ayah korban jarang keluar rumah sehingga jarang bertemu pelaku.
Selain, itu polisi juga kesulitan mencari 3 saksi lainnya, yakni adik kandung pelaku, adik ipar pelaku dan kakaknya. Karena mereka berempat tinggal serumah dengan Solikhin. Sebab, pasca kejadian tersebut, saudara Solikin sudah tidak ada di rumah lagi.

"Kami belum bisa mematiskan motif pembunuhan bocah hingga dilebur sama semen. Kita perlu pemeriksaan Solihin oleh psikiater guna mengetahui kejiwaannya yang saat ini masih berlangsung," kata Anom kepada wartawan, Rabu (20/2/2013)namun di duga kuat tersangka membunuh lantara dendam dengan ayah korban,tidak berani menghadapi ayahnya maka anaknya yang jadi sasaran.
Seperti diketahui, bocah berusia 3,5 tahun, ditemukan meninggal di rumah Solikhin, tetangganya sendiri. Tubuh balita tersebut ditemukan tidak bernyawa dalam kondisi dilabur semen di sekujur tubuhnya.

[beritajatim]

Di Surabaya,Balita Dibunuh dan Disemen
Posted by: Risalahati Dedic Ahmad Updated at: 20:58
Di Surabaya,Balita Dibunuh dan Disemen RISALAHATI , By Risalahati, Published: 2013-02-20T20:58:00+07:00, Title: Di Surabaya,Balita Dibunuh dan Disemen, Rating5 of 8765432 reviews

No comments:

Post a Comment