Kisah Pilu Bayi Dera



Setelah sepekan berjuang melawan penyakitnya, seorang bayi bernama Dera Nur Anggraini akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (16/2). Dera meninggal pada pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Zahira, Jakarta Selatan.

Dera yang lahir secara prematur meninggal akibat mengalami masalah dengan pernapasan karena ada kelainan pada kerongkongannya. Karena di rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat memadai, dokter di Rumah Sakit Zahira menyarankan agar di rujuk ke rumah sakit lain.

Sebelum Dera meninggal, sang bapak Elias Setya Nugroho sebenarnya sudah berusaha mencari rumah sakit rujukan lain. Ke RSCM, Fatmawati dan Rumah Sakit Harapan Kita, tapi tak ada satu pun rumah sakit itu menerima Dera.

Dera pun akhirnya tidak bisa diselamatkan. Berikut empat kisah nestapa bayi Dera.


1. Dera lahir premature dengan berat 1 Kg

Pasangan Eliyas Setyonugroho (20) dan Lisa Darawati (20) melahirkan anak pertama mereka. Namun sayang, anak pertama mereka lahir dalam kondisi prematur.

Eliyas dan Lisa menamai kedua anak kembar tersebut dengan nama Dera Nur Anggraini dan Dara Nur Anggraini. Saat lahir Dera hanya seberat 1 Kg, sedangkan saudara kembarnya Dara seberat 1,4 Kg.

Dengan kondisi yang lahir prematur, Dera dan Dara seharusnya ditempatkan di incubator. Dera dan Dara dilahirkan 11 Februari lalu di RS Zahira, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

2. Dera lahir dengan kerongkongan belum sempurna

Dera Nur Anggraini, bayi berusia 7 hari anak pasangan dari Eliyas Setyonugroho dan Lisa Darawati meninggal setelah 10 rumah sakit tidak bisa menampung bayi malang itu. Menurut keterangan Rumah Sakit Zahira, tempat Dera dan Dara dilahirkan, Dera terlahir dengan kerongkongan yang tidak sempurna.

"Selama proses perawatan ditemukan kerongkongan yang tidak terbentuk dengan sempurna, fasilitas di sini minim maka bayi dirujuk ke rumah sakit lain yang punya fasilitas lebih baik," kata Direktur Utama RS Zahira, Andi Erlina saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jalan Sirsak, Jagakarsa, Senin (18/2).

Andi mengatakan Liza Darawati, ibu kandung anak kembar itu masuk ke RS Zahira atas rujukan RT dan Puskesmas Pasar Minggu pada hari Minggu (10/2), sekitar pukul 21.30 WIB untuk dilakukan operasi caesar. Setelah dilakukan operasi caesar, Dera dan Dara lahir sekitar pukul 23.40 WIB dan 23.42 WIB.

 

4. Ayah Dera nginap di parkiran RSCM

Mendengar anaknya membutuhkan rujukan karena lahir tidak sempurna, Elias langsung berusaha mencari rumah sakit rujukan. Rumah sakit pertama yang menjadi tujuannya adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Pertama kali daftar, Elias yang tidak mempunyai Kartu Jakarta Sehat (KJS) hanya mendapatkan jawaban bahwa ruangan rumah sakit penuh. Waktu itu Elias hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Elias hanya diminta kembali ke RSCM keesokan harinya. Karena sudah larut malam waktu itu, Elias akhirnya memutuskan tetap menunggu di rumah sakit dan memilih tidur di parkiran rumah sakit.

"Saya sampai nginep di RSCM. Tapi paginya ke sana lagi, jawabannya tetap masih penuh ruangannya," kata Elias kepada kepada merdeka.com, Senin (18/2).

Kemudian, Elias pergi ke rumah sakit lain. Tujuan kedua adalah Rumah Sakit Harapan Kita. Jawabannya pun tak kalah menyakitkan. Sama-sama ditolak. Elias juga ke beberapa rumah sakit lain seperti RS Fatmawati, tapi hasilnya juga nihil.

10 Rumah Sakit akhirnya akhirnya menolak bayi Dera yang dilahirkan prematur dan hanya memiliki berat 1 Kg dengan alasan tidak ada ruangan. Dan pada Sabtu (16/2), Dera akhirnya mengembuskan napas terakhir.

sumber; http://www.merdeka.com/peristiwa/4-kisah-nestapa-bayi-dera/ayah-dera-nginap-di-parkiran-rscm.html


Kisah Pilu Bayi Dera
Posted by: Risalahati Dedic Ahmad Updated at: 03:06
Kisah Pilu Bayi Dera RISALAHATI , By Risalahati, Published: 2013-02-20T03:06:00+07:00, Title: Kisah Pilu Bayi Dera, Rating5 of 8765432 reviews

No comments:

Post a Comment