Wanita Ini Memutuskan Bunuh Diri Karena Sering Orgasme

Wanita Ini Meninggal Karena Keseringan Orgasme Selama 16 Tahun
Posenya bersama alat bunuh dirinya di facebooknya
Gretchen Molannen harus mengalami orgasme hingga lebih dari 50 kali sehari secara berturut-turut. Kondisi membuatnya memilih mengakhiri hidup dengan membunuh diri setelah berjuang bertahun-tahun melawan penderitaannya itu.

Wanita berusia 39 tahun itu ditemukan tewas di rumahnya di Spring Hill, Florida. Dia menderita gangguan gairah kelamin persisten (PGAD) selama lebih dari 16 tahun.

Kondisi ini membuatnya menderita secara fisik tapi tidak terangsang secara psikologis. Keseringan ia bisa mengakhiri penderitaannya setelah masturbasi selama berjam-jam.

Tidak jelas bagaimana atau kapan wanita berusia 39 tahun itu meninggal. Kantor Hernando County Sheriff menanggapi panggilan bunuh diri pada Sabtu malam dan dua temannya menegaskan hal itu.

Tampa Bay Times telah membuat profil Molannen hanya seminggu sebelumnya. Ia berbicara tentang gangguan yang melemahkan dirinya. "Saya memiliki kehidupan yang berbeda sebelum hal ini, binatang ini mengambil alih," katanya pada November lalu seperti dikutip TheSun, Kamis (6/12/2012).

Molannen menjelaskan, ia mulai merasakan sensasi ketika berusia 23 tahun. Saat gangguan itu datang ia mengibaratkannya seperti sebuah saklar yang tak bisa dimatikan.

"Dulu aku mencintai kehidupan. Tapi ini telah menghancurkannya. Ini bukan kehidupan. Apa gunanya? Saya berpikir tentang bunuh diri sepanjang waktu, "katanya.

Salah satu bentuk bantuan untuk mengakhiri penderitaannya hanya datang dari masturbasi selama berjam-jam, sesuatu yang dianggapnya memalukan.

Molannen sempat bekerja sebagai penerjemah karena ia fasih dalam bahasa Prancis, Jerman, dan Spanyol. Namun kondisinya itu membuat ia harus melepaskan pekerjaannya karena ia harus melakukan tuntutan fisik PGAD.

Ia berhenti bekerja pada 1999 dan menghabiskan sebagian besar waktu di kamarnya dengan vibratornya. "Saya takut," katanya. "Saya tidak bisa terangsang. Saya tidak tahu apa yang yang harus dilakukan," tambahnya.

Kesedihan dengan kondisinya itu membuatnya mencoba tiga kali bunuh diri dalam satu tahun terakhir. "Saya tahu Tuhan ingin saya lebih menikmati kehidupan saya dibandingkan saya mencoba bunuh diri, terus menerus menangis dan menyalahkan diri saya," ujarnya.

Tragisnya,Molannen mengungkapkan dalam sebuah kertas kalau ia dianiaya selama bertahun-tahun oleh seorang tetangga yang mengatakan kalau dia dihukum menjadi buruk. Ia bertanya-tanya apa ada hubungannya?

Molannen mempunya pacar yang mengirikan surat ke Times setelah artikel kehidupannya dipublikasi. Pacarnya itu mengatakan, artikel itu tidak akan menolongnya karena ia sudah bunuh diri.

Molannen melakukan hubungan seks sekitar empat kali dalam setahun karena penderitaannya itu. Ia setuju dengan upaya keintiman fisik.

Namun harinya menjadi memburuk ketika ia mengalami 50 kali orgasme berturut-turut yang tidak terkendali. "Ini yang membuat saya berpikir saya akan mati," katanya. "Itu adalah hari terburuk".

Molannen mengira orgasme yang sering itu terjadi karena perubahan hormonal sehingga dia tidak pernah membicarakannya. Sehingga ia menjalani penderitaannya itu
dalam keheningan selama 10 tahun.

"Saya melihat ada sesuatu yang tidak benar lagi tapi saya pikir mungkin saya bisa keluar darinya. Jadi saya menunggu dan menunggu, yang sudah hampir 16 tahun dan saya masih menunggu," ungkapnya.

Saat mengalami orgasme, wanita itu menggambarkan ia tak merasakan yang dirasakan orang pada umumnya. "Semua orang merasakan terangsang. Di kelaminnya, berdenyut, jantung berdebar, itu semua ada. Tapi perbedaannya adalah kecemasan yang luar biasa, kecemasan yang menghancurkan dan menimbulkan trauma," katanya.

"Saya mencoba untuk meyakinkan diri kalau ini tidak nyata dan hanya mengabaikannya. Kadang-kadang saya bisa menolaknya dan kadang-kadang tidak bisa".

Koran ini menemukan Molannen setelah ia membuat sebuah iklan yang mencari bantuan pada awal tahun. Ia ingin seseorang memberikan bantuan scan MRI gratis sehingga ia bisa membuktikan kondisinya seperti apa.

Tragisnya, setelah kisah itu diterbitkan dan setelah ia melakukan bunuh diri, sejumlah orang mengulurkan tangannya untuk menawarkan bantuan.(MEL/IGW)

sumber

Wanita Ini Memutuskan Bunuh Diri Karena Sering Orgasme
Posted by: Risalahati Dedic Ahmad Updated at: 00:12
Wanita Ini Memutuskan Bunuh Diri Karena Sering Orgasme RISALAHATI , By Risalahati, Published: 2012-12-24T00:12:00+07:00, Title: Wanita Ini Memutuskan Bunuh Diri Karena Sering Orgasme, Rating5 of 8765432 reviews

No comments:

Post a Comment